Bupati Ibrahim Ali Buka Jambore Ceria 2026, Tana Tidung Jadi Panggung Perdana Penguatan Kompetensi Guru PAUD

by Isman Toriko

TANA TIDUNG, Metrokaltara.com – Pemerintah Kabupaten Tana Tidung kembali menegaskan komitmennya dalam memperkuat kualitas pendidikan anak usia dini. Hal itu ditandai dengan dibukanya Jambore Ceria Tahun 2026 oleh Bupati Tana Tidung, Ibrahim Ali, S.P., didampingi Ketua TP PKK Kabupaten Tana Tidung sekaligus Bunda PAUD Kabupaten Tana Tidung dan Anggota DPRD Provinsi Kalimantan Utara, Vamelia Ibrahim, S.E., M.Pd.

Pembukaan Jambore Ceria Tahun 2026 berlangsung di Gedung Aula Serbaguna Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Tana Tidung, Senin (28/9/2026).

Kegiatan tersebut menjadi momentum penting dalam mempererat kebersamaan, membangun semangat persaudaraan, sekaligus meningkatkan kapasitas dan kreativitas para pendidik PAUD dan PNF melalui rangkaian kegiatan yang edukatif, kreatif, serta menyenangkan.

Jambore Ceria 2026 juga memiliki makna khusus bagi Kabupaten Tana Tidung. Sebelumnya, Tana Tidung ditetapkan sebagai daerah pertama di Indonesia yang menjadi lokasi pelaksanaan Jambore Ceria melalui kolaborasi Bunda PAUD Kabupaten Tana Tidung dengan Direktorat Guru PAUD dan PNF Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen).

Program tersebut merupakan bagian dari upaya pengembangan profesional pendidik PAUD dan PNF dengan mengedepankan pembelajaran yang ber kesadaran, bermakna, dan menggembirakan.

Bupati, Jambore Ceria Bukan Sekadar Ajang Berkumpul

Dalam sambutannya, Bupati Tana Tidung Ibrahim Ali menyampaikan bahwa Jambore Ceria tidak boleh dipandang hanya sebagai kegiatan berkumpul maupun perlombaan semata.

Menurutnya, kegiatan tersebut merupakan ruang bagi para peserta untuk saling belajar, bertukar pengalaman, membangun persahabatan, sekaligus mengembangkan potensi dan kreativitas masing-masing.

Jambore Ceria, kata Bupati, harus mampu menghadirkan pengalaman positif yang dapat dibawa pulang oleh seluruh peserta untuk kemudian diterapkan dalam lingkungan pendidikan dan kehidupan sehari-hari.

Semangat kebersamaan yang dibangun melalui kegiatan tersebut juga diharapkan mampu memperkuat hubungan antar peserta, antar guru, satuan pendidikan, pemerintah daerah, serta berbagai pihak yang memiliki perhatian terhadap perkembangan pendidikan anak usia dini.

“Jambore Ceria bukan hanya menjadi ajang berkumpul dan mengikuti berbagai kegiatan. Ini adalah kesempatan untuk belajar, berbagi pengalaman, membangun persahabatan dan mengembangkan potensi diri,” demikian inti pesan Bupati dalam sambutannya.

Bupati juga menekankan pentingnya suasana yang menyenangkan dalam setiap proses pendidikan. Menurutnya, kreativitas dan kegembiraan merupakan bagian penting dalam membangun lingkungan belajar yang mampu memberikan pengalaman positif.

Pembukaan Jambore Ceria Tahun 2026

Dihadiri Unsur Pendidikan hingga Tim Direktorat Guru PAUD dan PNF

Pembukaan Jambore Ceria Tahun 2026 turut dihadiri sejumlah unsur penting, baik dari jajaran pemerintah daerah, lembaga legislatif, akademisi maupun pemerintah pusat.

Di antaranya Ketua DPRD Kabupaten Tana Tidung, Prof. Dr. Dra. Gunarti Dwi Lestari, M.Si., Kaprodi S3 Ilmu Pendidikan UNS; Dr. Irma Yuliantina, M.Pd., dosen Universitas Panca Sakti; Camat Sesayap; Camat Sesayap Hilir; Camat Muruk Rian; Kepala Dinas Sosial; Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan; Kepala Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil; Kepala Dinas Kesehatan; serta Tim Juri/Direktorat Guru PAUD dan PNF.

Kehadiran Tim Juri/Direktorat Guru PAUD dan PNF menjadi bagian penting dalam pelaksanaan Jambore Ceria, mengingat kegiatan ini sejak awal dirancang sebagai ruang pengembangan kompetensi profesional guru PAUD dan PNF.

Dari Tana Tidung untuk Pengembangan Guru PAUD

Jambore Ceria 2026 bukan muncul secara tiba-tiba. Kegiatan ini memiliki keterkaitan dengan upaya Kabupaten Tana Tidung dalam mengembangkan program PAUD Inovatif yang telah berjalan sejak 2022.

Melalui program tersebut, guru dan kepala sekolah PAUD mendapatkan pelatihan serta pendampingan untuk menciptakan berbagai inovasi pembelajaran. Pengalaman tersebut kemudian menjadi salah satu fondasi dalam pelaksanaan Jambore Ceria.

Bunda PAUD Kabupaten Tana Tidung, Vamelia Ibrahim, sebelumnya menyampaikan bahwa kegiatan ini diharapkan menjadi ruang bagi para pendidik untuk berbagi kreativitas, inovasi dan praktik baik yang telah dilakukan di satuan pendidikan masing-masing.

Jambore Ceria juga dirancang bukan semata-mata untuk mencari siapa yang terbaik dalam sebuah perlombaan. Lebih jauh, kegiatan ini menjadi sarana untuk mendorong guru agar terus belajar, mengembangkan kemampuan, berani berinovasi dan mampu menciptakan proses pembelajaran yang semakin dekat dengan dunia anak.

Lima Ruang Kreativitas Guru

Dalam pelaksanaan Jambore Ceria 2026, terdapat sejumlah kategori kegiatan yang menjadi ruang bagi para pendidik untuk menunjukkan kemampuan dan kreativitasnya.

Lima kategori tersebut meliputi Cerdas Cermat, Berbagi Praktik Baik, Mendongeng, Alat Permainan Edukatif (APE) Berbasis Kearifan Lokal, serta Penataan Lingkungan Main.

Cerdas Cermat menjadi ruang untuk menguji wawasan dan pemahaman peserta. Sementara Berbagi Praktik Baik memberikan kesempatan kepada guru untuk menunjukkan inovasi pembelajaran yang telah diterapkan.

Pada kategori Mendongeng, kemampuan guru dalam membangun komunikasi, imajinasi dan suasana pembelajaran melalui cerita menjadi bagian yang diperhatikan.

Sedangkan APE berbasis kearifan lokal mendorong pendidik memanfaatkan potensi lingkungan, budaya dan sumber daya lokal sebagai media pembelajaran.

Adapun Penataan Lingkungan Main menekankan kemampuan guru menciptakan ruang bermain yang aman, menarik, edukatif dan sesuai dengan kebutuhan anak.

Kelima kategori tersebut menunjukkan bahwa kompetensi guru PAUD tidak hanya berkaitan dengan kemampuan menyampaikan materi, tetapi juga kreativitas dalam menciptakan pengalaman belajar yang menyenangkan dan bermakna.

Keceriaan Menjadi Energi Positif

Pembukaan Jambore Ceria Tahun 2026 berlangsung penuh antusiasme. Keceriaan terlihat dari semangat para peserta yang mengikuti seluruh rangkaian kegiatan pembukaan.

Suasana tersebut menjadi gambaran semangat yang ingin dibangun melalui Jambore Ceria, yakni suasana belajar yang tidak kaku, penuh kreativitas, kebersamaan dan kegembiraan.

Melalui kegiatan ini, para peserta diharapkan tidak hanya mendapatkan pengalaman mengikuti kompetisi, tetapi juga membawa pulang pengetahuan, inspirasi dan praktik baik yang dapat dikembangkan di satuan pendidikan masing-masing.

Bagi Pemerintah Kabupaten Tana Tidung, penguatan kapasitas pendidik PAUD merupakan bagian penting dalam membangun fondasi sumber daya manusia sejak usia dini.

Sebab, kualitas pendidikan anak tidak terlepas dari kualitas pendidik yang berada di lingkungan belajar mereka.

Karena itu, Jambore Ceria diharapkan menjadi salah satu momentum untuk terus menumbuhkan budaya belajar dan berinovasi di kalangan pendidik PAUD dan PNF.

Sambutan Bunda Paud Tana Tidung Vamelia Ibrahim 

Membentuk Generasi Aktif, Kreatif dan Berkarakter

Dengan semangat kebersamaan dan keceriaan, pelaksanaan Jambore Ceria Tahun 2026 di Kabupaten Tana Tidung diharapkan memberikan pengalaman positif bagi seluruh peserta.

Lebih dari sekadar kegiatan seremonial, Jambore Ceria diharapkan meninggalkan dampak berkelanjutan terhadap peningkatan kompetensi pendidik, kreativitas pembelajaran serta penguatan ekosistem pendidikan anak usia dini.

Dari Kabupaten Tana Tidung, semangat tersebut diharapkan terus berkembang menjadi gerakan yang mendorong para pendidik untuk aktif belajar, berani berinovasi, saling berbagi pengalaman dan menciptakan pembelajaran yang menggembirakan.

Pada akhirnya, seluruh proses tersebut bermuara pada tujuan yang lebih besar, yakni membangun generasi yang aktif, kreatif, mandiri, percaya diri dan berkarakter, sekaligus tumbuh dalam lingkungan pendidikan yang aman, menyenangkan dan bermakna.

Jambore Ceria 2026 pun menjadi momentum penting bagi Tana Tidung untuk menunjukkan bahwa inovasi pendidikan dapat tumbuh dari daerah dan dikembangkan melalui kolaborasi antara pemerintah daerah, pendidik, akademisi dan pemerintah pusat.

Semangat yang dibangun di Aula Serbaguna Dinas Pendidikan dan Kebudayaan pada 28 September 2026 diharapkan tidak berhenti ketika rangkaian jambore berakhir, tetapi terus hidup dalam ruang-ruang kelas PAUD di seluruh Kabupaten Tana Tidung. (rko)

Related Articles

Bagaimana Tanggapan Anda?....

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses