Cegah Penyebaran Covid-19, Pemkot Tarakan Gelar Simulasi Screening Kesehatan

by Supriyadi Rodrigers

TARAKAN, MK –  Demi Melancarkan kegiatan Isolasi bagi penumpang Transportasi Udara. Pemerintahan Kota Tarakan bersama Forkompinda serta Stakeholder menggelar simulasi Screening Kesehatan Penumpang Bandara Udara Internasional Juwata Tarakan.

Simulasi ini dilakukan dengan cara penumpang yang tiba di Tarakan langsung dijemput menggunakan bus Pemerintahan Kota Tarakan untuk di bawa ke Lokasi Screening Kesehatan.

“Begitu Penumpang turun dari pesawat dan berada di Kedatangan Domestik Bandara Udara akan langsung di Jemput menggunakan bus pemkot, lalu di bawa ke lokasi screening kesehatan untuk di cek Kesehatannya.”Kata Walikota Tarakan, Khairul.

Lokasi yang dijadikan tempat para penumpang Transportasi Udara untuk melakukan Screening Kesehatan telah disiapkan puluhan petugas dari Tim Kesehatan dan Dokter serta Peralatan kesehatan seperti Thermal Gun, Formulir, Alat Tensi dan alat lainnya.

“Para penumpang akan diperiksa, di data dan dilakuan tracking perjalanan bahkan termasuk agama serta kebiasaan melaksanakan ibadah, apakah berjamaah atau ridak, sedangkan untuk Nasrani kita juga harus tau dimana Gerejanya  agar dapat ditindaklanjut dengan mudah apabila terdapat penumpang yang terkonfirmasi positif Covid-19” Tegasnya

Simulasi Penumpang Bandara Udara Juwata Tarakan dijemput Bus Pemkot menuju Lokasi Screening Kesehatan. (Foto : Supriyadi)

Setelah dilakukan Screening Kesehatan akan dilakukan pemisahan berdasarkan asal kedatangan, tujuan akhir, factor resiko seperti lanjut usia, balita, ibu hamil, dan penyakit berat hingga status kesehatan.

“Akan kita karantina ditempat yang sudah di sediakan, kalau memang hasilnya harus dikantina. Kalau ada penumpang yang tujuan akhirnya keluar daerah Tarakan maka harus kita kawal sampai ke Pelabuhan.” Terangnya

Dia juga menjelaskan, Lokasi Screening Kesehatan akan berpindah tempat yang semulanya di Laboratorium Kesehatan Daerah Kota Tarakan menjadi Ruang Kedatangan terminal Bandara lama.

“Awalnya memenag di Laboratorium Kesehatan Daerah (Labkesda), tapi kita pindahkan ke Ruang Kedatangan Bandara lama karna lokasinya dekat dan juga lebih efesien” Jelasnya.

Sementara Itu, Kepala Bandara Udara Internasional Juwata Tarakan, Agus Priyanto mendukung penuh kegiatan yang di lakukan Pemerintahan Kota Tarakan dengan cara memasang garis tape lane pada terminal kedatangan Bandara.

“Kita pasang garis tape lane, jadi orang yang datang tinggal mengikuti garis yang sudah dipasang kemudian naik ke bus dan langsung di bawa ke lokasi screening kesehatan” Ujarnya

Selain itu, Pihak Bandara akan menggunakan ruang kedatangan di Teriminal Bandara lama untuk di jadikan Lokasi Screening Kesehatan bagi para penumpang yang baru tiba Di Kota Tarakan.

“Kita jadikan lokasi Screening Kesehatan,karena lokasinya dekat jadi para penumpang tidak lagi harus dibawa Ke Rumah Sakit Umum Kota Tarakan, dan juga Tugas dari Bandara Udara yaitu sebagai Screening penumpang transportasi udara” Tambahnya.

Sedangkan, untuk jumlah penerbangan di Provinsi Kalimantan Utara Terpatnya di Bandara Udara Internasional Juwata Tarakan saat ini hanya terdapat 2 Penerbangan dengan penumpang antara 100 hingga 200 perhari.

“Jumlah Penerbangan saat ini berkurang hanya ada 2 Penerbangan relative dengan Maskapai Batik Air yang penumpangnya kisaran 100 hingga 200 perhari” tutupnya. (*SR25)

Related Articles

Bagaimana Tanggapan Anda?....

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d blogger menyukai ini: