Cegah Radikalisme, Personel Polda Kaltara Diambil Sumpahnya

by Muhammad Aras

APEL PAGI : Tampak Personel Polda Kaltara diambil sumpahnya untuk tidak terpapar radikalisme, terorisme, dan anti pancasila, Senin (21/10/2019)

TANJUNG SELOR, MK  – Bertempat di halaman Mapolda Kaltara, Senin (21/10/2019) seluruh personel baik dari pejabat utama (PJU) maupun personel bersumpah untuk tidak terpapar paham radikalisme, terorisme, dan anti pancasila.

Kapolda Kaltara Brigjen Pol Indrajit mengungkapkan pengucapan sumpah terhadap seluruh personel dilakukan untuk mengantisipasi dan mencegah adanya personel Polda Kaltara terpapar paham radikalisme, terorisme, dan anti pancasila

“Kita harus bersumpah agar tetap setia terhadap negara dan bangsa yang kita cintai ini. Serta kepada institusi polri,” ujarnya.

Ia meminta apa yang diinstruksikan oleh Kapolri, Kapolda, Kapolres dan Kapolsek harus diikuti oleh seluruh personel. Jangan sampai kata dia, menjadi penghianat didalam tubuh Bhayangkara yang bisa membayakan instiusi Polri.

“Harus setia terhadap polri dan tidak menjadi penghianat di tubuh polri,” pintanya.

Jenderal bintang satu ini juga tidak menginginkan ada personelnya miliki yang anti pancasila, radikalisme dan intoleransi. Sebab sebagai abdi negara sudah seharusnya memberikan tenaga dan pikiran di tubuh Polri.

“Menerima gaji dari polri, dan bekerja di polri tapi jadi penghianat. Makanya sering saya mengingatkan kepada seluruh anggota tepati sumpah polri,” terangnya.

Kapolda Kaltara Brigjen Pol Indrajit

Ia menuturkan jika setiap individu polri ini sudah diluar Tribrata, sumpah dan janji polri. Maka dia menyarankan agar lebih baik membuat surat pengunduran diri. Dan tidak perlu menjadi bagian dari polri lagi.

“Kalau memang sudah tidak dalam sumpahnya, maka disarankan keluar dan saya tandatangani. Jika ada yang merasa sudah terpapar radikalisme, dan meminta untuk keluar maka saya tandatangani,” sambungnya.

Mantan Wakapolda Jawa Tengah ini menambahkan jika menyianyiakan kesempatan ini, masih banyak orang yang menginginkan menjadi polisi. “Banyak yang ingin jadi polisi, dari pada yang ada ini merusak kesatuan dan persatuan NKRI ini,” tutupnya. (as)

Related Articles

Bagaimana Tanggapan Anda?....

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d blogger menyukai ini: