TARAKAN – Wali Kota Tarakan, Dr. Khairul, M.Kes., menegaskan komitmen Pemerintah Kota (Pemkot) Tarakan untuk mempertahankan gelar juara umum pada ajang Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Kalimantan Utara (Kaltara) II yang akan berlangsung di Kabupaten Malinau.
Meski menghadapi keterbatasan anggaran, Pemkot Tarakan tetap berupaya mengirimkan atlet terbaik untuk bersaing dalam pesta olahraga tingkat provinsi tersebut.
Hal itu disampaikan Khairul saat memberikan sambutan dalam acara pelepasan kontingen Kota Tarakan menuju Porprov II Kaltara, Minggu (8/11/26) malam, di Gedung Tarakan Art and Convention Center (TACC).
Khairul menjelaskan, dari 37 cabang olahraga (cabor) yang akan mengikuti Porprov II Kaltara, Pemkot Tarakan melalui anggaran yang disiapkan hanya mampu membiayai 31 cabor.
Keputusan tersebut diambil setelah Pemkot Tarakan bersama Dinas Pariwisata, Pemuda dan Olahraga serta Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) melakukan pembahasan dan evaluasi terhadap kemampuan anggaran yang tersedia.
Menurutnya, penentuan cabor yang mendapatkan pembiayaan dilakukan berdasarkan pertimbangan prestasi dan potensi perolehan medali.
“Jadi, 31 cabor ini sebenarnya yang mendapatkan medali pada Porprov sebelumnya. Selain itu, ada beberapa cabor yang tidak mengikuti Porprov sebelumnya, tetapi dalam dua tahun terakhir pernah mengikuti kejuaraan nasional bahkan internasional dan berhasil mendapatkan medali. Itu juga kita masukkan,” ujar Khairul.
Ia mengungkapkan, pada awalnya anggaran yang disiapkan untuk keberangkatan kontingen hanya sekitar Rp750 juta. Namun, setelah dilakukan penghitungan ulang terhadap kebutuhan masing-masing cabor, jumlah tersebut dinilai belum mencukupi.
Pemkot Tarakan kemudian berupaya mencari tambahan anggaran sehingga total pembiayaan dapat ditingkatkan menjadi sekitar Rp950 juta, atau setara dengan anggaran pada pelaksanaan Porprov sebelumnya.
Khairul mengakui keputusan membatasi pembiayaan cabor bukan hal yang mudah. Sebab, pemerintah daerah pada dasarnya ingin seluruh cabor mendapatkan dukungan yang sama.
Namun, keterbatasan fiskal membuat pemerintah harus menentukan skala prioritas agar target mempertahankan gelar juara umum tetap dapat diperjuangkan.
“Kita sebenarnya ingin membiayai semua cabor. Tetapi, lagi-lagi kita memprioritaskan cabor-cabor yang bisa memberikan andil medali kepada kita. Jangan sampai kita membiayai semua, tetapi target utama kita untuk mempertahankan juara umum justru tidak tercapai,” tegasnya.
Meski demikian, Khairul mengapresiasi semangat sejumlah cabor yang tetap berpartisipasi secara mandiri. Berdasarkan informasi yang diterimanya, terdapat enam cabor tambahan yang akan mengikuti Porprov II Kaltara dengan biaya sendiri.
Ia juga menyampaikan bahwa jumlah atlet yang diberangkatkan mengalami penyesuaian dari rencana awal. Pemerintah sebelumnya memperkirakan hanya dapat memberangkatkan sekitar 400 atlet lebih berdasarkan hasil seleksi dan pertimbangan potensi prestasi.
Terkait bonus bagi atlet yang berhasil meraih medali, Khairul menyebutkan hal tersebut masih akan dibahas lebih lanjut setelah pemerintah memperoleh informasi secara terperinci.
“Kita tetap optimistis. Dalam situasi dan kondisi negara saat ini, tentu kita semua harus optimistis. Mudah-mudahan tahun depan bisa lebih baik,” katanya.
Ia juga menyinggung kondisi anggaran daerah pada 2027 yang hingga kini belum dapat dipastikan. Meski terdapat harapan peningkatan transfer ke daerah, informasi awal mengenai alokasi anggaran justru menunjukkan potensi penurunan dibandingkan tahun berjalan.
Di akhir sambutannya, Khairul meminta seluruh atlet, pelatih, ofisial, dan pengurus cabor tetap menjaga semangat serta mempersiapkan diri secara maksimal menghadapi kompetisi.
Ia berharap kontingen Kota Tarakan mampu menunjukkan kemampuan terbaik dan kembali membawa pulang gelar juara umum seperti pada Porprov pertama Kaltara.
“Adik-adik semua siap? Saya yakin dan percaya kita bisa. Tetap semangat dan kita berharap juara umum tetap bisa kita pertahankan,” pungkasnya.

