TARAKAN – Ketua Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kota Tarakan, Rukisah Saleh, mengingatkan seluruh atlet, pelatih, dan ofisial kontingen Tarakan untuk menjaga sportivitas, kekompakan, serta nama baik daerah selama mengikuti Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Kalimantan Utara (Kaltara) II di Kabupaten Malinau.
Menurutnya, seluruh atlet yang diberangkatkan bukan hanya membawa misi meraih prestasi olahraga, tetapi juga menjadi representasi Kota Tarakan di tingkat provinsi.
Pesan tersebut disampaikan Rukisah dalam acara pelepasan kontingen Kota Tarakan menuju Porprov II Kaltara, Minggu (8/11/26), di Gedung Tarakan Art and Convention Center (TACC).
Dalam sambutannya, Rukisah terlebih dahulu mengapresiasi komitmen Pemerintah Kota Tarakan di bawah kepemimpinan Wali Kota Dr. Khairul, M.Kes., yang tetap mengalokasikan anggaran untuk mendukung keberangkatan kontingen meskipun kondisi keuangan daerah menghadapi keterbatasan.
Ia menyebutkan, anggaran yang disiapkan untuk kontingen berada di kisaran Rp900 juta. Dana tersebut dialokasikan untuk kebutuhan operasional selama berada di Kabupaten Malinau serta pembiayaan perlengkapan dan kostum atlet.
“Walaupun saya paham kondisi keuangan Tarakan sangat minim, tetapi karena tekad dan komitmen Pak Wali Kota, itu tetap dianggarkan. Saya tidak tahu bagaimana caranya, tetapi yang pasti teman-teman sekalian bisa berangkat,” ungkapnya.
Rukisah juga menyinggung perubahan jadwal pelaksanaan Porprov II Kaltara yang sebelumnya direncanakan berlangsung pada September, kemudian disepakati bergeser menjadi 10 hingga 22 November 2026.
Dalam kesempatan tersebut, ia menyampaikan tiga hal penting yang harus menjadi perhatian seluruh atlet.
Pertama, menjunjung tinggi sportivitas dan prinsip fair play dalam setiap pertandingan. Menurutnya, kemenangan harus diraih melalui kemampuan dan perjuangan yang jujur, bukan dengan cara-cara yang mencederai nilai olahraga.
Ia juga mengingatkan bahwa prestasi olahraga dapat membuka peluang bagi atlet, termasuk kesempatan melanjutkan pendidikan melalui jalur prestasi di perguruan tinggi.
Kedua, menjaga nama baik Kota Tarakan. Rukisah menegaskan bahwa setiap atlet merupakan duta daerah sehingga perilaku selama berada di Kabupaten Malinau turut mencerminkan identitas dan citra Kota Tarakan.
Karena itu, ia meminta seluruh atlet menjaga sikap, membangun kekompakan, memperhatikan kesehatan, serta saling memberikan dukungan meskipun berasal dari cabang olahraga yang berbeda.
“Anda menjadi duta Kota Tarakan. Apa pun yang dilakukan di sana, masyarakat tidak melihat secara personal, tetapi melihat bahwa ini atlet dari Tarakan. Jadi, saya berharap nama baik daerah harus dijaga,” tegasnya.
Ketiga, memperhatikan keselamatan selama perjalanan menuju Kabupaten Malinau. Mengingat keberangkatan kontingen menggunakan transportasi laut atau speedboat, ia meminta seluruh atlet dan ofisial mengutamakan aspek keselamatan.
Atlet yang memiliki riwayat kurang baik saat melakukan perjalanan laut juga diminta mempersiapkan diri dengan baik sebelum keberangkatan.
Selain itu, Rukisah memberikan apresiasi kepada lebih dari 100 atlet yang memilih tetap berpartisipasi dalam Porprov II Kaltara melalui pembiayaan mandiri.
Menurutnya, keikutsertaan atlet secara mandiri menunjukkan besarnya semangat dan kecintaan mereka terhadap olahraga serta Kota Tarakan.
Ia berharap atlet-atlet yang berangkat dengan biaya sendiri tetap mendapatkan perhatian, khususnya apabila berhasil menyumbangkan medali bagi kontingen Tarakan.
“Kalau mereka bertanding dengan biaya mandiri dan kemudian mendapatkan medali, sekiranya bisa menjadi skala prioritas untuk bagaimana kita memberikan reward kepada adik-adik kita ini,” ujarnya.
Di akhir sambutannya, Rukisah berharap seluruh kontingen dapat menjaga semangat kebersamaan dan berjuang maksimal untuk mengharumkan nama Kota Tarakan pada ajang olahraga terbesar tingkat Provinsi Kalimantan Utara tersebut.

