Resmikan Galeri Semisa, Bupati Bulungan Ajak Masyarakat Cintai Produk UMKM Lokal

by Muhammad Refy Ramadhan

TANJUNG SELOR, MK – Pemerintah Kabupaten Bulungan terus mendorong pengembangan dan pemasaran produk usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) melalui penyediaan ruang promosi bagi pelaku usaha lokal. Salah satu upaya tersebut diwujudkan melalui peresmian Galeri Semisa yang berada di kawasan Kuliner Tepi Sungai (Kulteka), Tanjung Selor, pada Sabtu (7/11/2026).

Bupati Bulungan, Syarwani, S.Pd., M.Si., mengatakan keberadaan Galeri Semisa diharapkan menjadi wadah bagi para pelaku UMKM dan perajin untuk memperkenalkan sekaligus memasarkan produk unggulan yang dihasilkan masyarakat Kabupaten Bulungan.

Menurutnya, pemerintah daerah melalui Dinas Koperasi, UMKM, Perindustrian dan Perdagangan perlu terus menggalang serta mengajak para pelaku usaha agar memanfaatkan fasilitas galeri tersebut secara optimal.

“Ini adalah tempat promosi produk-produk yang dihasilkan oleh UMKM dan para perajin yang ada di Kabupaten Bulungan. Kami berharap keberadaan Galeri Semisa ini bisa dimanfaatkan oleh seluruh pelaku UMKM,” ujar Syarwani.

Ia menjelaskan, Galeri Semisa tidak hanya difungsikan sebagai tempat penjualan oleh-oleh khas daerah, tetapi juga dapat menjadi sarana untuk memfasilitasi kebutuhan produk dalam skala besar. Dengan demikian, para pelaku UMKM memiliki peluang lebih luas untuk memasarkan hasil produksi mereka.

Selain sebagai pusat promosi, galeri tersebut juga diharapkan dapat dikembangkan menjadi ruang kegiatan bersama, termasuk pelatihan peningkatan kapasitas dan keterampilan para pelaku UMKM.

Syarwani juga mendorong keterlibatan media dalam berbagai kegiatan di Galeri Semisa untuk memperluas publikasi dan memperkenalkan produk-produk lokal kepada masyarakat.

“Keberadaan galeri ini juga bisa menjadi tempat untuk melaksanakan berbagai kegiatan bersama teman-teman media, sekaligus mempromosikan produk UMKM Bulungan dan meningkatkan kapasitas para perajin,” tambahnya.

Bupati pun mengajak masyarakat Bulungan, instansi pemerintah, serta para tamu dari luar daerah yang berkunjung ke Tanjung Selor untuk memanfaatkan Galeri Semisa sebagai tempat mencari buah tangan khas Bulungan dan Kalimantan Utara.

Di galeri tersebut tersedia beragam produk, mulai dari olahan makanan, kerajinan tangan hingga berbagai produk unggulan yang dihasilkan pelaku usaha lokal.

“Kami mengajak masyarakat Kabupaten Bulungan untuk bersama-sama membantu para pelaku UMKM dengan mencintai dan membeli produk-produk yang dihasilkan oleh warga kita sendiri,” tegasnya.

Dalam kesempatan tersebut, Syarwani juga memberikan perhatian terhadap potensi pengembangan komoditas kakao atau cokelat yang dihasilkan petani di Kabupaten Bulungan. Ia mengapresiasi kreativitas para pelaku UMKM, khususnya kaum ibu, yang mampu mengolah bahan baku cokelat lokal menjadi berbagai produk makanan dan minuman.

Menurutnya, pengolahan hasil perkebunan kakao menjadi produk turunan memiliki peluang ekonomi yang cukup besar apabila dikembangkan secara berkelanjutan. Syarwani turut mengajak pemilik kafe, restoran, dan rumah makan di Tanjung Selor untuk ikut memasarkan produk cokelat lokal dengan menghadirkannya sebagai salah satu menu andalan.

“Kita bisa membantu memasarkan produk-produk cokelat yang dihasilkan oleh para petani di Kabupaten Bulungan dengan menghadirkan menu-menu berbahan cokelat lokal di kafe maupun restoran,” ungkapnya.

Ia juga menyebut produk kakao dari Desa Antutan dan Desa Pejalin memiliki potensi untuk terus dikembangkan. Bahkan, produk cokelat dari petani lokal telah menembus pasar Sarinah. Kedepan, pemerintah daerah akan melihat kebutuhan pengembangan sektor tersebut, terutama terkait fasilitas pengeringan biji kakao serta pengolahan biji kakao kering menjadi bubuk maupun produk cokelat batangan.

“Kita akan melihat apa yang menjadi kebutuhan. Pengeringan menjadi sangat penting, kemudian bagaimana mengolah biji cokelat kering itu menjadi bubuk atau produk turunannya dalam bentuk batangan. Ini akan kita komunikasikan lebih lanjut dengan kelompok tani maupun badan usaha milik desa,” jelasnya.

Terkait keberadaan Galeri Semisa yang berdampingan dengan aktivitas kuliner di kawasan Kulteka, Syarwani berharap fasilitas baru tersebut justru dapat menjadi daya tarik tambahan untuk menghidupkan kembali kawasan tersebut. Ia menyebut pemerintah daerah telah berkomunikasi dan melakukan konsolidasi bersama para pedagang yang sebelumnya beraktivitas di kawasan Kulteka.

Menurutnya, keberadaan galeri dan aktivitas kuliner dapat saling mendukung sehingga masyarakat memiliki lebih banyak alasan untuk berkunjung.

“Dengan berdampingannya produk UMKM dan tempat kuliner yang disiapkan pemerintah daerah, seharusnya ini bisa menjadi daya tarik tersendiri. Kita ingin menghidupkan dan meramaikan kembali kawasan Kulteka,” pungkasnya.

Melalui kehadiran Galeri Semisa, Pemkab Bulungan berharap pemasaran produk lokal semakin berkembang, daya saing pelaku UMKM meningkat, serta potensi ekonomi kreatif daerah dapat memberikan manfaat nyata bagi masyarakat. (Fy/red)

Related Articles

Leave a Comment

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses