Ditengah Pandemik Covid 19, Warga Perbatasan Siaga Banjir Kiriman dari Malaysia

by Redaksi Kaltara

LUMBIS, NUNUKAN – Tingginya curah hujan di negeri jiran Malaysia dalam dua pekan terakhir, khususnya di wilayah Sabah, membuat warga di wilayah perbatasan siaga banjir kiriman. Meluapnya sungai Logongon, Pegalungan dari sungai Talangkai Sapulut yang mengalir ke sungai Labang, Kecamatan Lumbis Pasiangan, Kabupaten Nunukan yang berbatasan langsung dengan wilayah Sabah, Malaysia.

Plt Camat Lumbis Pasiangan, Lumbis, S.Sos saat di hubungi Metro Kaltara melalui nomor selulernya membenarkan adanya ancaman banjir besar kiriman dari Sabah Malaysia dan sudah melaporkan hal tersebut kepada Bupati Kabupaten Nunukan.

“Sebagai Camat di pintu gerbang masuknya banjir kiriman, saya terus melaporkan perkembangannya setiap jam kepada Bupati Nunukan dan menyampaikan informasi kepada masyarakat dan rekan-rekan Camat di daerah aliran sungai (DAS) Sungai Sembakung yaitu Camat Lumbis Ogong, Camat Lumbis, Camat Sembakung Atulai dan Camat Semabakung,” ungkapnya.

Tampak Banjir merendam pemukiman warga di wilayah Sabah Malaysia

Lumbis menjelaskan, Kecamatan Lumbis Pansiangan merupakan pintu gerbang perbatasan  Indonesia dengan Sabah Malaysia, dan saat ini sudah tersedia jaringan komunikasi 4G sehingga mudah mendapatkan informasi dari kerabatnya di Sabah Malaysia dan melaporkannya kepada Bupati Nunukan.

“Informasi dini lebih akurat disampaikan dan warga dihilirpun bisa siaga. tidak seperti dulu banjir tiba-tiba datang, Saat ini telah tersedia karangan 4G di Desa Sumentobol Kecamatan Lumbis Pansiangan sehingga perkembangan kondisi air kami bisa pantau disana dan melaporkannya kepada atasan,” jelasnya.

Lebih lanjut Lumbis merincikan, penyelesaian komperhensif dalam mengatasi banjir kiriman dengan mempercepat pembangunan jalan Mansalong-Labang-Tau Lumbis agar warga yang selama ini bermukim di bantaran sungai pindah ke pinggir jalan sebagai solusi terbaik.

Camat Lumbis Pasiangan, Lumbis, S.Sos

Sebagai putra daerah, Pria kelahiran Lumbis ini mengaku telah mengimbau kepada warga di Kecamatan Lumbis Pasiangan khususnya dan warga yang termasuk DAS sungai Sembakung wilayah Kabudaya Kabupaten Nunukan, agar terus waspada mengingat beberapa daerah di Kecamatan Sembakung merupakan dataran rendah.

“Semoga saja Sungai Sedalid (Sedalir) tidak ikut besar jika kedua-duanya besar itu bisa membuat wilayah hilir lebih besar lagi, maka kepada masyarakat mohon waspada saja dan kita berdoa agar tidak terus naik, karena beberapa sungai besar mengalir ke sungai Sembakung dilaporkan masih stabil saat ini, seperti Sungai Sumentobol, Sungai Samalat, Sungai Sumalumung, Sungai Saludan, Sungai Senalad, Sungai Sungoi, Sungai Ubol dan Sungai Sedongan. Hingga saat ini belum ada info apakah Sungai Tahol di Sabah juga ikut Bajir,” pungkasnya. (Red/MK*)

Related Articles

Bagaimana Tanggapan Anda?....

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d blogger menyukai ini: