Ekonomi Indonesia Kuat, ADB: Depresiasi Rupiah Terlalu Berlebihan

by Muhammad Reza

Presiden ADB Takehiko Nakao didampingi tokoh perbankan Indonesia, Sigit Pramono, menjawab wartawan di BNDCC, Nusa Dua, Bali, Jumat (12/10) siang. (Foto: JAY/Humas)

Bali, MK – Presiden Ā Bank Pembangunan Asia atau Asian Development Bank (ADB), Takehiko Nakau, menilai bahwa secara umum kondisi ekonomi makro sangat kuat, dengan tingkat pertumbuhan lebih dari 5% atau di atas pertumbuhan internasional sebesar 3%.

ā€œJadi, mereka mengatur kondisi makro ekonomi yang stabil,ā€ kata Takehiko Nakao usai bertemu Presiden Joko Widodo (Jokowi) Ā di sela-sela acara Annual Meetings IMF-World Bank Group, di Bali Nusa Dua Convention Center (BNDCC), Nusa Dua, Bali, Jumat (12/10) siang.

Sementara merosotnya nilai tukar rupiah, Presiden ADB itu menilai, bahwa nilai tukar mata uang Indonesia itu telah mengalami depresiasi yang berlebihan, dan tidak menunjukkan nilai fundamentalnya.

ā€œItu karena sentimen spekulatif, karena efek kebijakan cadangan federal (Bank Sentral AS), dan beberapa masalah karena alasan lain, maksud saya dalam ekonomi makro yang muncul,ā€ jelas Takehiko.

Tawarkan Pinjaman

Mengenai pertemuannya dengan Presiden Jokowi, Presiden ADB mengakui telah menawarkan bantuan pinjaman sebesar 1 miliar dollar AS untuk penanganan paska gempa bumi dan tsunami di Palu dan Donggala, Sulawesi Tengah, akhir September lalu.

ā€œJadi, 5 ratus juta dukungan anggaran, dan 5 ratus juta dukungan proyek untuk air, sanitasi, listrik, jembatan, sekolah dan sebagainya,ā€ kata Takehiko.

Mengenai kemungkinan pinjaman di atas 2 miliar dollar AS, Takehiko menilai itu hal yang biasa, dan akan diproses di dalam dewan direktur ADB.

ā€œKami perlu persetujuan dewan untuk ini, tetapi kami ingin memproses pinjaman ini dengan cepat,ā€ ucap Takehiko. (Tim Liputan IMF-World Bank Group/ES)

Related Articles

Bagaimana Tanggapan Anda?....

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d blogger menyukai ini: