Eks Pasar Pelangi Malinau Disiapkan Bangkit Kembali, Dari Luka Kebakaran Menuju Kawasan Niaga dan Ruang Publik Modern

by Isman Toriko

MALINAU, Metrokaltara.com – Hamparan lahan yang dulunya menjadi pusat denyut perdagangan masyarakat Malinau kini tengah disiapkan untuk memasuki babak baru. Setelah dilanda kebakaran yang menghanguskan aktivitas ekonomi para pedagang pada tahun lalu, kawasan Eks Pasar Pelangi direncanakan akan ditata kembali menjadi pusat perdagangan yang lebih modern, tertata, sekaligus nyaman bagi masyarakat.

Komitmen tersebut mulai dimatangkan Pemerintah Kabupaten Malinau melalui rapat ekspose perencanaan pekerjaan pembangunan dan pematangan kawasan Eks Pasar Pelangi yang dipimpin Asisten II Bidang Perekonomian dan Pembangunan, Drs. Agustinus, M.AP, di Ruang Intulun, Kamis (4/6/2026).

Bagi banyak warga, Pasar Pelangi bukan sekadar tempat bertransaksi. Kawasan itu selama bertahun-tahun menjadi ruang pertemuan, tempat roda ekonomi berputar, sekaligus sumber penghidupan bagi ratusan pedagang. Karena itu, upaya penataan kembali kawasan tersebut dinilai menjadi langkah penting untuk menghidupkan kembali aktivitas ekonomi masyarakat yang sempat terhenti akibat musibah kebakaran.

Usai memimpin rapat, Agustinus menjelaskan bahwa konsep yang sedang disiapkan mengarah pada pembangunan kawasan bergaya food court atau pasar urban yang memadukan fungsi perdagangan dengan ruang publik yang lebih representatif.

Menurutnya, konsep tersebut tidak akan menghilangkan identitas pasar rakyat yang selama ini melekat di Pasar Pelangi. Sebaliknya, penataan dilakukan agar aktivitas perdagangan dapat berlangsung lebih tertib, nyaman, dan menarik bagi pengunjung.

“Konsep yang dikembangkan adalah perpaduan antara pasar tradisional dengan sentuhan modern. Jadi bukan hanya menjadi tempat jual beli, tetapi juga kawasan yang nyaman untuk dikunjungi masyarakat,” ujarnya.

Dalam rapat tersebut, sejumlah aspek teknis turut menjadi perhatian. Salah satunya terkait keberadaan aset desa yang berada di bagian belakang kawasan pasar. Keberadaan aset tersebut dinilai perlu mendapat perhatian khusus agar pembangunan yang dilakukan nantinya tidak menghambat akses masyarakat maupun aktivitas pedagang yang selama ini beroperasi di kawasan pasar basah.

Untuk itu, Agustinus meminta Dinas Perindustrian dan Perdagangan segera melakukan koordinasi dengan pemerintah desa guna menyusun konsep penataan yang terintegrasi. Sinergi tersebut dianggap penting agar kawasan pasar baru yang akan dibangun dapat terhubung dengan baik dengan area pasar basah yang saat ini masih menjadi pusat aktivitas para pedagang.

Lebih jauh, Agustinus menilai kawasan Eks Pasar Pelangi memiliki potensi yang dapat dikembangkan tidak hanya sebagai pusat ekonomi, tetapi juga sebagai ruang publik yang memberi nilai tambah bagi wajah Kota Malinau.

Salah satu potensi yang disorot adalah keberadaan sungai di bagian belakang kawasan pasar. Pemandangan alami tersebut dinilai dapat menjadi daya tarik tersendiri apabila diintegrasikan ke dalam desain kawasan yang sedang dirancang.

Ia bahkan mengusulkan agar bangunan yang nantinya dibangun mampu memaksimalkan panorama sungai sehingga menciptakan suasana yang lebih terbuka, nyaman, dan menarik bagi masyarakat maupun pengunjung.

“Kalau ditata dengan baik, kawasan ini bukan hanya menjadi tempat berdagang, tetapi juga bisa menjadi ruang publik yang hidup dan memiliki daya tarik tersendiri,” katanya.

Dalam proses penyusunan perencanaan, berbagai masukan dari organisasi perangkat daerah terus dihimpun untuk menyempurnakan konsep yang telah dipaparkan. Konsultan perencana juga diminta melakukan peninjauan kembali terhadap rancangan yang ada dengan mengakomodasi berbagai saran teknis yang muncul selama rapat berlangsung.

Pemerintah Kabupaten Malinau berharap seluruh tahapan perencanaan dapat diselesaikan secepat mungkin pada tahun 2026. Dengan demikian, proses pembangunan fisik dan penataan kawasan dapat segera memasuki tahap berikutnya.

Penataan Eks Pasar Pelangi menjadi harapan baru bagi para pedagang dan masyarakat. Dari puing-puing kebakaran yang sempat menyisakan duka, kawasan tersebut kini diproyeksikan tumbuh menjadi pusat ekonomi baru yang lebih tertata, modern, dan mampu menghadirkan ruang interaksi yang nyaman bagi warga Malinau. (rko)

Related Articles

Bagaimana Tanggapan Anda?....

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses