Ekonomi Kaltara Tumbuh 4,96 Persen, Industri Pengolahan Jadi Penopang Utama

by Suiman Namrullah

TARAKAN – Perekonomian Kalimantan Utara (Kaltara) tetap menunjukkan pertumbuhan positif pada triwulan II 2026. Ekonomi Kaltara tercatat tumbuh 4,96 persen secara tahunan (yoy), terutama didorong oleh kinerja industri pengolahan.

Hal tersebut disampaikan Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia (KPwBI) Provinsi Kalimantan Utara, Agus Taufik, dalam Pertemuan Media 2026, Rabu (2/9/26).

Agus menyampaikan, pertumbuhan ekonomi Kaltara pada triwulan II 2026 terutama ditopang oleh Lapangan Usaha (LU) Industri Pengolahan yang tumbuh mencapai 28,06 persen (yoy).

“Ekonomi Kaltara tetap tumbuh tinggi pada triwulan II 2026, yaitu 4,96 persen (yoy), terutama didorong oleh Lapangan Usaha Industri Pengolahan yang tumbuh 28,06 persen (yoy),” demikian poin yang disampaikan dalam pemaparan BI Kaltara.

Pertumbuhan industri pengolahan tersebut sejalan dengan peningkatan hasil produksi kayu serta mulai masuknya komoditas baru berupa aluminium dari tenant di kawasan Kalimantan Industrial Park Indonesia (KIPI).

Agus juga menyampaikan bahwa prospek pertumbuhan ekonomi Kaltara ke depan masih positif. Peningkatan produksi aluminium diperkirakan menjadi salah satu faktor yang dapat mendorong pertumbuhan ekonomi daerah lebih tinggi.

“Ke depan, ekonomi Kaltara akan tumbuh lebih tinggi sejalan dengan meningkatnya produksi aluminium,” Ungkap Agus.

Selain pertumbuhan ekonomi, BI Kaltara turut mencermati perkembangan inflasi. Pada Agustus 2026, inflasi Kaltara tercatat 2,17 persen (yoy) dan secara bulanan sebesar 0,23 persen (mtm).

Kenaikan inflasi bulanan terutama dipengaruhi normalisasi tarif angkutan laut setelah berakhirnya program diskon tiket transportasi. Sementara itu, penurunan tarif angkutan udara turut menjadi faktor yang menahan tekanan inflasi.

Bank Indonesia juga terus mendorong penguatan pembiayaan perbankan kepada sektor-sektor prioritas yang mendukung pertumbuhan dan penciptaan lapangan kerja, termasuk UMKM dan ekonomi hijau, dengan tetap memperhatikan prinsip kehati-hatian.

Di sisi sistem pembayaran, BI Kaltara juga mendorong perluasan digitalisasi pembayaran, termasuk melalui program Pelabuhan SIAP QRIS yang telah diperluas ke sejumlah pelabuhan di Kaltara.

Dengan perkembangan tersebut, BI Kaltara melihat peluang pertumbuhan ekonomi daerah masih terbuka, terutama melalui penguatan hilirisasi, peningkatan produksi industri, investasi, serta perluasan aktivitas ekonomi dan digitalisasi di berbagai sektor.

Related Articles

Bagaimana Tanggapan Anda?....

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses