Hadiri Maulid Nabi, Supa’ad Hadianto Ajak Generasi Muda Teladani Akhlak Rasulullah

by Suiman Namrullah

TARAKAN – Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW 1448 Hijriah menjadi momentum untuk kembali meneladani akhlak Rasulullah sekaligus memperkuat pendidikan agama dan pembentukan karakter generasi muda.

Hal tersebut disampaikan Anggota DPRD Provinsi Kalimantan Utara, Supa’ad Hadianto, saat menghadiri puncak peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW di Masjid Jami’ Al-Miftah, Kelurahan Kampung 1 Skip, Tarakan, Senin (24/8/26).

Supa’ad mengatakan, peringatan Maulid Nabi tidak semestinya hanya dimaknai sebagai kegiatan seremonial. Menurutnya, momentum tersebut perlu menjadi sarana untuk menanamkan nilai-nilai keteladanan Rasulullah dalam kehidupan sehari-hari, terutama kepada generasi muda.

“Pendidikan itu bukan hanya dari segi intelektual, tetapi kesalehan anak-anak itu yang sangat penting,” kata Supa’ad.

Ia menilai pendidikan intelektual perlu berjalan beriringan dengan pendidikan agama dan pembentukan akhlak. Nilai agama, kata dia, menjadi salah satu pondasi penting agar anak-anak tumbuh menjadi generasi yang cerdas sekaligus memiliki karakter dan perilaku yang baik.

Supa’ad juga menekankan pentingnya peran masjid sebagai ruang pembinaan generasi muda. Berbagai kegiatan keagamaan dinilai dapat menjadi wadah bagi anak-anak untuk belajar, mengembangkan kemampuan, serta mengenal dan mengamalkan nilai-nilai Islam sejak usia dini.

Puncak peringatan Maulid Nabi di Masjid Jami’ Al-Miftah tersebut merupakan bagian dari rangkaian pembinaan keagamaan yang sebelumnya diisi dengan kegiatan Semarak Lomba Islami. Supa’ad turut hadir sekaligus membuka kegiatan yang melibatkan anak-anak.

Menurutnya, kegiatan seperti lomba keagamaan tidak hanya memberikan ruang bagi anak-anak untuk berkompetisi, tetapi juga melatih keberanian, meningkatkan kemampuan, serta memperkuat pemahaman terhadap nilai-nilai agama.

Ia mengapresiasi Takmir Masjid Jami’ Al-Miftah, para ustaz dan ustazah, serta masyarakat yang secara konsisten menghadirkan kegiatan pembinaan keagamaan bagi anak-anak.

“Saya justru berharap kepada masyarakat dan pemerintah agar terus bisa melanjutkan kegiatan seperti ini,” ujarnya.

Supa’ad berharap pembinaan keagamaan dapat dilakukan secara berkelanjutan dan tidak berhenti pada momentum peringatan hari besar keagamaan. Menurutnya, proses pembinaan sejak usia dini akan memberikan dampak terhadap perkembangan karakter anak ketika memasuki jenjang pendidikan berikutnya.

“Pada saat dia masuk SD, SMP, SMA, akan nampak kehadiran dan hasil daripada pembinaan para ustaz dan ustazah ini,” tuturnya.

Karena itu, ia mendorong masyarakat dan pemerintah untuk terus memberikan perhatian terhadap pendidikan agama serta pembentukan karakter anak.

Supa’ad berharap nilai-nilai keteladanan Rasulullah tidak hanya dikenang melalui peringatan Maulid Nabi, tetapi dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari sehingga menjadi bagian dari karakter generasi muda.

Related Articles

Bagaimana Tanggapan Anda?....

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses