Kebakaran Batu Bara Ancam Badan Jalan, Pemkot Tarakan Tutup Sementara Akses Ke Amal Lama

by Suiman Namrullah

TARAKAN – Wali Kota Tarakan, dr. H. Khairul, M.Kes., meninjau langsung titik api yang bersumber dari batu bara di Jalan Amal Lama, tepatnya di depan Universitas Borneo Tarakan (UBT), Senin (24/8/26).

Peninjauan tersebut dilakukan bersama jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kota Tarakan, Sekretaris Daerah, organisasi perangkat daerah (OPD) terkait, serta unsur Kodaeral, Pertamina, Scomindo, dan Medco.

Dalam kunjungan tersebut, Khairul melihat kondisi badan jalan yang terdampak kebakaran batu bara. Api yang berada di bawah permukaan jalan menyebabkan terbentuknya rongga dan kerusakan pada struktur badan jalan.

Kondisi tersebut dinilai berpotensi membahayakan keselamatan pengguna jalan. Pemerintah Kota Tarakan kemudian mengambil langkah untuk menutup sementara akses jalan menuju maupun dari kawasan Pantai Amal Lama.

Penutupan dilakukan sebagai langkah antisipasi terhadap kemungkinan terjadinya kerusakan lebih lanjut atau runtuhnya badan jalan. Selain itu, penutupan memberikan ruang bagi petugas untuk melakukan penanganan, pemadaman api, serta perbaikan infrastruktur.

“Dari hasil peninjauan, kondisi jalan cukup mengkhawatirkan. Kebakaran batu bara di bawah badan jalan telah menyebabkan kerusakan dan membentuk rongga. Untuk mengantisipasi terjadinya korban, mulai hari ini akses jalan tersebut ditutup sementara,” ujar Khairul.

Pemerintah Kota Tarakan mengimbau masyarakat dan pengguna jalan untuk mematuhi penutupan sementara tersebut demi keselamatan bersama.

Sebagai jalur alternatif menuju Pantai Amal Lama, masyarakat dapat menggunakan jalan rigid melalui kawasan RT di depan Marinir. Sementara itu, pengguna jalan dari arah Pantai Amal dapat memanfaatkan jalur TMMD.

Adapun warga RT 1 dan RT 2 dapat menggunakan akses alternatif melalui Mamburungan dan Mamburungan Timur melalui RT 5.

Pemerintah bersama unsur terkait akan melakukan penanganan terhadap titik api dan kondisi badan jalan sebelum akses tersebut kembali dibuka untuk masyarakat.

Related Articles

Bagaimana Tanggapan Anda?....

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses