Herman Tiga Periode, PKB Kaltara Mantapkan Arah: Dari Konsolidasi Kader hingga Target Kepala Daerah 2029

by Isman Toriko

TANJUNG SELOR, Metrokaltara.com – Di tengah dinamika politik yang terus bergerak, satu nama tetap berdiri kokoh di peta kekuatan Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Kalimantan Utara. Herman kembali dipercaya menahkodai Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) PKB Kaltara untuk periode ketiga berturut-turut, sebuah penegasan atas rekam jejak, loyalitas, dan konsistensi kepemimpinannya di Bumi Benuanta.

Keputusan Dewan Pimpinan Pusat (DPP) PKB ini bukan sekadar pengulangan mandat, melainkan sinyal kuat akan pentingnya kesinambungan. Di tangan Herman, PKB Kaltara dinilai mampu menjaga stabilitas organisasi sekaligus mencatatkan pertumbuhan elektoral yang nyata dari pemilu ke pemilu.

Langkah awal periode ketiga ini akan ditandai dengan pelantikan serentak nasional di Jakarta pada awal Februari mendatang. Namun bagi Herman, momentum tersebut bukan hanya seremoni formal. Ia memaknainya sebagai titik start konsolidasi ideologis melalui agenda Akpolbang (Akademi Politik Kebangsaan), wadah penguatan nilai dan visi perjuangan bagi para pimpinan partai.

“Setelah pengukuhan, kita langsung tancap gas. Ada dua opsi pelaksanaan Musyawarah Kerja Wilayah (Muskerwil), sebelum puasa atau setelah Lebaran. Di situlah kita akan meramu strategi besar PKB Kaltara ke depan,” ujar Herman, Senin (26/1/25).

Menariknya, di periode ketiga ini Herman memilih stabilitas ketimbang perubahan. Ia tidak melakukan perombakan struktur inti. Muhammad Samir tetap dipercaya sebagai Sekretaris, Laode Ali sebagai Bendahara, sementara Dewan Syuro masih dipimpin Haji Abdul Murad didampingi Ustadz Patas.

Keputusan ini, menurut Herman, lahir dari evaluasi bersama DPP PKB. Kinerja tim dianggap telah teruji, dengan chemistry organisasi yang solid dan ritme kerja yang terbangun kuat.

“Kami hanya perlu meningkatkan komitmen dan akselerasi. Skuad ini sudah siap bertarung kembali,” tegasnya.

Optimisme Herman bukan tanpa dasar. Pada Pemilu terakhir, PKB Kaltara mencatat lompatan signifikan. Tak ada lagi daerah kosong kursi. Kabupaten Malinau dan Nunukan yang sebelumnya nihil, kini telah memiliki wakil PKB. Di Bulungan, kursi meningkat menjadi dua, sementara di Kabupaten Tana Tidung (KTT), PKB bahkan sudah menembus unsur pimpinan DPRD.

“Target berikutnya jelas: merebut kembali kursi pimpinan di Tarakan dan memperkuat posisi di DPRD Provinsi,” ungkap Herman yang juga menjabat anggota aktif DPRD Provinsi Kaltara.

Ia juga tidak menutup mata terhadap kekalahan tipis di beberapa daerah pemilihan. Selisih 6 suara di Dapil Tarakan Tengah dan 360 suara di salah satu dapil DPRD Provinsi menjadi catatan penting.

“Itu pelajaran berharga. Ke depan kita akan lebih tajam dalam pemetaan kader potensial di wilayah strategis,” katanya.

Menyadari perubahan lanskap pemilih, Herman mulai membuka ruang lebih luas bagi Gen Z dan Gen Alpha. Bidang khusus dibentuk dalam struktur DPW PKB Kaltara untuk mengakomodasi kreativitas, minat, dan gaya komunikasi politik generasi muda.

“Politik PKB adalah politik kehadiran, seperti pesan Ketua Umum. Kader harus hadir di setiap denyut nadi masyarakat. Pendidikan kader loyalis akan terus kita gelar, dengan target ratusan kader baru setiap tahun,” tambahnya.

Ambisi besar PKB Kaltara di bawah kepemimpinan Herman kini semakin terang. Bukan lagi sekadar pengusung atau pelengkap koalisi, PKB ingin melahirkan kader murni yang mampu tampil sebagai Kepala Daerah atau Wakil Kepala Daerah pada 2029.

Di periode ketiganya ini, Herman tak hanya menjaga bara, tetapi bertekad mengubahnya menjadi api besar. PKB Kaltara bergerak dengan arah jelas—terkonsolidasi, inklusif, dan siap menjemput panggung utama politik daerah. (rko)

Related Articles

Bagaimana Tanggapan Anda?....

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses