TANA TIDUNG, Metrokaltara.com – Ketika sebagian besar masyarakat masih terlelap dalam dinginnya dini hari, suasana berbeda justru terlihat di Pendopo Lumbung Taka dan Ruang Terbuka Hijau (RTH) Joesoef Abdullah. Ratusan pasang mata terpaku ke layar raksasa, menyaksikan laga semifinal Piala Dunia 2026 antara Prancis melawan Spanyol.
Di tengah keramaian itu, Bupati Tana Tidung Ibrahim Ali tampak hadir bersama Wakil Bupati Sabri , para kepala organisasi perangkat daerah (OPD), serta masyarakat. Tidak ada sekat antara pemimpin dan rakyat. Mereka duduk berdampingan, tertawa, bertepuk tangan, bahkan saling menggoda ketika tim favorit masing-masing menciptakan peluang.
Bagi Ibrahim Ali, begadang hingga dini hari bukan sekadar mengikuti pertandingan sepak bola terbesar di dunia. Lebih dari itu, momen tersebut menjadi cara sederhana untuk hadir di tengah masyarakat dan mempererat hubungan yang selama ini terus dibangun.
Meski dukungan masyarakat terbelah antara Prancis dan Spanyol, suasana tetap berlangsung hangat. Sorak sorai terdengar setiap kali peluang tercipta, namun semuanya tetap dalam suasana penuh kekeluargaan.
Laga yang berlangsung sengit akhirnya dimenangkan Spanyol dengan skor 2-0. Kemenangan itu disambut riuh para pendukung La Furia Roja yang memastikan tim kesayangannya melangkah ke partai final Piala Dunia 2026.
Usai pertandingan, Ibrahim Ali menyampaikan apresiasi kepada seluruh masyarakat yang telah mengikuti kegiatan nonton bareng dengan tertib dan damai.
“Selamat kepada para pendukung Spanyol yang berhasil melaju ke final. Terima kasih kepada seluruh warga yang sudah meramaikan Pendopo Lumbung Taka dan RTH Joesoef Abdullah. Walaupun berbeda dukungan, semuanya tetap kompak, tertib, dan penuh kebersamaan,” ujarnya.
Menurutnya, olahraga, khususnya sepak bola, memiliki kekuatan untuk menyatukan berbagai kalangan tanpa memandang latar belakang. Karena itu, pemerintah daerah ingin menjadikan kegiatan nonton bareng sebagai ruang silaturahmi yang mempererat hubungan antara pemerintah dan masyarakat.
Suasana yang tercipta sepanjang pertandingan menjadi gambaran bahwa kebersamaan bisa dibangun dari hal-hal sederhana. Tidak ada jarak antara pemimpin daerah, aparatur pemerintah, maupun warga. Semua larut dalam euforia yang sama, menikmati pertandingan kelas dunia sambil memperkuat rasa persaudaraan.
Ibrahim Ali berharap kegiatan seperti ini terus menjadi tradisi positif di Kabupaten Tana Tidung. Selain menjadi hiburan bagi masyarakat, nonton bareng juga menjadi wadah untuk menjaga kekompakan dan mempererat persatuan.
Ia pun mengingatkan masyarakat bahwa masih ada satu laga semifinal lainnya yang tak kalah menarik, yakni Inggris menghadapi Argentina.
“Persiapkan diri untuk pertandingan berikutnya. Yang terpenting, tetap jaga kesehatan karena pertandingan berlangsung hingga dini hari,” pesannya.
Di balik semalam suntuk tanpa tidur, ada pesan yang lebih besar dari sekadar hasil pertandingan. Seorang kepala daerah memilih menghabiskan malam bersama warganya, berbagi tawa, sorak kemenangan, dan semangat persaudaraan. Sebab bagi Ibrahim Ali, membangun daerah bukan hanya melalui kebijakan, tetapi juga dengan menghadirkan kebersamaan yang membuat masyarakat merasa dekat dengan pemimpinnya. (rko)


