MAKASSAR, Metrokaltara.com – Riuh warna-warni kain tradisional, kilau produk kerajinan tangan, hingga semangat pelaku UMKM dari seluruh penjuru Indonesia menyatu dalam puncak peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-46 Dewan Kerajinan Nasional (Dekranas) dan Hari Kesatuan Gerak (HKG) PKK ke-54 yang digelar di Trans Studio Mall (TSM) Makassar, Sulawesi Selatan, pada 8–12 Juli 2026.
Selama empat hari, Makassar menjelma menjadi etalase besar kekayaan budaya Nusantara. Berbagai produk kriya, fesyen etnik, kerajinan tangan, hingga inovasi UMKM dipamerkan sebagai bukti bahwa karya anak bangsa memiliki daya saing yang mampu menembus pasar nasional bahkan internasional.
Momentum nasional tersebut turut dihadiri Ketua TP PKK Kabupaten Tana Tidung sekaligus Ketua Dekranasda Kabupaten Tana Tidung, Vamelia Ibrahim, S.E., M.Pd., didampingi Wakil Ketua TP PKK Kabupaten Tana Tidung. Kehadiran mereka menjadi representasi komitmen daerah dalam mendukung pengembangan industri kreatif berbasis budaya lokal.
Di tengah ratusan peserta dari berbagai provinsi dan kabupaten/kota, Vamelia hadir bukan sekadar memenuhi agenda seremonial. Kehadirannya membawa harapan agar produk-produk unggulan Tana Tidung semakin dikenal luas serta memiliki peluang lebih besar untuk berkembang di pasar nasional maupun global.
Puncak peringatan HUT Dekranas tahun ini juga dihadiri Ketua Umum Dekranas RI, Selvi Gibran Rakabuming Raka, bersama jajaran pengurus pusat Dekranas dan seluruh pengurus Dekranasda se-Indonesia.
Berbagai kegiatan digelar, mulai dari pameran produk UMKM, bazar kerajinan lokal, promosi ekonomi kreatif, hingga pertunjukan budaya yang memperlihatkan keberagaman Indonesia. Setiap stan menjadi ruang bagi para perajin untuk memperkenalkan identitas daerah melalui karya yang lahir dari kreativitas, kearifan lokal, dan nilai budaya yang diwariskan turun-temurun.
Bagi Kabupaten Tana Tidung, partisipasi dalam ajang nasional ini menjadi kesempatan strategis untuk memperluas jejaring, membuka peluang kerja sama, sekaligus menyerap berbagai inovasi dalam pembinaan UMKM dan industri kerajinan.
Vamelia Ibrahim menilai, kemajuan sebuah daerah tidak hanya diukur dari pembangunan fisik, tetapi juga dari kemampuan masyarakatnya mengembangkan potensi ekonomi kreatif yang berakar pada budaya lokal.
Melalui Dekranasda, Pemerintah Kabupaten Tana Tidung terus mendorong lahirnya perajin-perajin kreatif yang mampu menghasilkan produk berkualitas, memiliki nilai tambah, dan mampu bersaing di tengah pasar yang semakin kompetitif.
Semangat yang dibawa dari Makassar diharapkan menjadi energi baru bagi para pelaku UMKM dan perajin di Bumi Upun Taka untuk terus berinovasi. Sebab, di balik setiap anyaman, tenunan, ukiran, maupun karya kriya lainnya, tersimpan cerita tentang identitas daerah yang layak dikenal dunia.
Peringatan HUT Dekranas ke-46 dan HKG PKK ke-54 pun bukan sekadar perayaan tahunan. Lebih dari itu, kegiatan ini menjadi panggung besar yang mempertemukan kreativitas, budaya, dan semangat pemberdayaan masyarakat dalam satu tujuan bersama, yakni menjadikan produk lokal Indonesia semakin mendunia. (rko)


