Ini Alasan Kapolres Bulungan Melakukan Penertiban Tambang Di Sekatak

by Muhammad Aras

Kapolres Bulungan AKBP Yudhistira Midyawan

TANJUNG SELOR, MK – Pasca penertiban tambang emas di Desa Sekatak Buji Kecamatan Sekatak, Kabupaten. Bulungan pada Sabtu (1/2/2020) lalu, Kapolres Bulungan AKBP Yudhistira Midyawan terus meminta kepada masyarakat baik dari luar maupun masyarakat setempat agar menghentikan aktivitas tambang diwilayah tersebut.

Permintaan tersebut bukan tanpa sebab, kata Kapolres, selama dirinya ditugaskan sebagai Kapolres Bulungan sudah ada dua orang yang meninggal dunia akbiat tertimbun tanah didalam lubang tempat mencari material.

“Jadi tujuan kita sebenarnya semata-mata adalah menyelamatkan nyawa juga,karena selama saya disini dua bulan, sudah dua orang yang mati, tujuannya kemanusian juga melarang mereka melaksanakan tambang yang sangat-sangat berbahaya,” ujarnya kepada Metro Kaltara, Selasa (4/2).

Ia menuturkan jika aktivitas tambang dibiarkan akan berdampak pada kerusakan lingkungan dan pencemaran air sungai yang sejatinnya digunakan masyarakat sekitar untuk kebutuhan sehari-harinya. Apalagi dampak dari zat mercuri dapat mengakibatkan cacat pada tubuh manusia.

Diakuinya bahwa sejauh ini belum ada laporan masyarakat yang masuk ke Polsek maupun Polres terkait penyakit yang ditimbulkan akbiat dari aktivitas tambang tersebut. Kebanyakan laporan yang masuk yakni korban yang meninggal akibat tertimbun didalam lubang.

Sejumlah peralatan tambang emas dibakar aparat kepolisian saat penertiban, Sabtu (1/2/2020)

“Kami cek laporan di Polsek maupun di Polres dari beberapa tahun lalu belum ada laporan korban yang menderita akibat mercuri atau zat kimia dan berdasarkan apa yang saya ketahui bahwa dampak dari zat kimia mercuri tidak langsung, itu berdampak lama, berdampak pada keturunan, bukan kita tapi nanti keturunan kita ada yang cacat itu kan kalau yang langsung belum terasa, tapi kalau lama-lama baru keliatan,” terangnya.

Kapolres menegaskan jika mengetahui ada warga yang kembali melakukan aktivitas tambang, maka pihaknya kembali akan melakukan penertiban dan tidak segan-segan memproses secara pidana.

“Kita akan terus operasi kita liat teus perkembangannya kalau masih yang terpantau banyak yang gali ya kita operasi lagi,” tegasnya. (as)

Related Articles

Bagaimana Tanggapan Anda?....

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.