IWD dan Tantangan Perempuan Kaltara

by Redaksi Kaltara
  • Talkshow, Bangkitkan Semangat Kesetaraan

TANJUNG SELOR – International Women’s Day (IWD) atau hari perempuan internasional, diperingati 8 Maret setiap tahunnya. Pada hari bersejarah ini, seluruh dunia khususnya perempuan, memperingatinya sebagai upaya mencapai keberhasilan perempuan di berbagai bidang. Mulai dari ekonomi, teknologi, bisnis, politik, sosial, dan lainnya.

Kali ini sejumlah lembaga perempuan di Tanjung Selor yang tergabung dalam kaukus perempuan Kaltara, mengagas kegiatan talkshow dan deklarasi bersama dalam rangka IWD. Bertajuk peran dan tantangan perempuan Kaltara, perjuangan kesetaraan, pelestarian budaya, dan pertahanan lingkungan. Hadir sebagai pembicara, Ketua DPRD Provinsi Kaltara, Norhayati Andris, dan aktivis lingkungan Komunitas Lingkar Hutan (KHL) Yosran Efendi.

“Kita punya peluang, kita punya kemampuan, perempuan Kaltara itu bisa, buktinya sudah ada beberap perempuan yang berhasil menjadi pemimpin. Saya saat ini mendapat amanah Ketaua DPRD tentunya melalui proses yang tentunya diperjuangkan. Melalui momentum ini kita bangkitkan semangat kaum permepuan di Kaltara,” ujar Norhayati Andris, dalam kesmepatan itu.

Sementara itu, Yosran menekankan terkait bagaiman perempuan bisa menjadi pelopor dalam penyelamatan lingkungan, perempuan juga menjadi bagian dalam pengambilan keputusan dalam pemanfaatan ruang. Sehingga kesejahteraan yang dimaksud bersam bisa terwujud.

“Saya pernah mendapat pesan ibu, bahwasanya seorang ibu itu hanya bisa melahirkan anak, tidak bisa melahirkan tanah. Makah jagalah tanah mu, perempuan dan lingkungan adalah surga yang harus kita jaga. Pun di Kaltara sebagai provinsi yang memiliki sumber SDA melimpah,” tambahnya.

Sementara itu, salah satu aktivis perempuan yang juga tergabung dalam kaukus perempuan kali ini, Jannah menegaskan dalam IWD kali ini juga disampaikan deklarasi terkait perlindungan terhadap perempuan. Tentu saja dengan pergolakan yang ada, ditambah adanya RUU ketahanan keluarga yang menempatkan perempuan hanya berperan pada ranah domistik.

“Ada beberapa yang mau sampaikan dalam IWD ini, diantaranya, mengecam keras adanya tindak diskriminasi dan kekerasan terhadap perempuan. Menolak adanya RUU Ketahanan Keluarga. Memegang teguh budaya dan adat istiadat tanpa mendiskriminasi perempuan dan Menjadi pelopor gerakan sadar Lingkungan,” pungkasnya. (NJ/RED)

Related Articles

Bagaimana Tanggapan Anda?....

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d blogger menyukai ini: