TANA TIDUNG, Metrokaltara.com – Ruas jalan di Desa Sebidai, Kecamatan Sesayap, Kabupaten Tana Tidung, kini berubah menjadi jalur berbahaya bagi para pengguna jalan. Lubang besar yang menganga di sejumlah titik membuat pengendara harus berjibaku menghindari kerusakan demi menyelamatkan diri dari risiko kecelakaan.
Pantauan di lapangan pada Senin (11/5/2026), kondisi jalan rusak terlihat cukup parah mulai dari depan Bengkel 88 hingga mendekati jembatan Desa Sebidai. Permukaan aspal yang hancur, retak, hingga berlubang dalam membuat kendaraan melaju tersendat. Pengendara roda dua terlihat memperlambat laju kendaraan sambil mencari celah jalan yang masih aman dilintasi.
Situasi semakin berisiko ketika kendaraan dari arah berlawanan sama-sama menghindari lubang dan mengambil sebagian badan jalan lain. Kondisi itu memicu arus lalu lintas menjadi semrawut dan rawan tabrakan, terutama pada jam sibuk.
Sejumlah pengendara mengaku trauma melintasi ruas jalan tersebut karena kerusakannya semakin parah dari waktu ke waktu. Genangan air yang menutupi lubang juga membuat pengendara sulit memperkirakan kedalaman jalan yang rusak.
Suhar, seorang pengendara sepeda motor, mengaku nyaris terjatuh setelah motornya menghantam lubang yang tertutup air hujan. Benturan keras membuat ban motornya pecah di lokasi.
“Kalau tidak hati-hati bisa celaka. Saya kira genangan biasa ternyata lubangnya dalam. Ban langsung pecah dan motor hampir oleng,” ujarnya.
Ia menilai kondisi jalan tersebut sudah sangat membahayakan karena merupakan akses utama masyarakat dalam kota. Menurutnya, kerusakan jalan seharusnya segera mendapat perhatian serius sebelum menimbulkan korban jiwa.
Keluhan serupa disampaikan Tanto, pengemudi mobil yang setiap hari melintasi jalur Sebidai. Ia mengatakan pengendara sering kali terpaksa mengambil jalur berlawanan demi menghindari lubang di tengah jalan.
“Karena semua cari jalan yang bagus, kendaraan jadi sering ambil jalur kanan. Saya sendiri hampir bertabrakan dengan kendaraan lain,” katanya.

Pengguna Jalan Harap Pemerintah Turun Tangan Perbaiki Jalan Utama Sebidai,Karena Sangat Membahayakan
Warga sekitar bernama Baskara menyebut kerusakan jalan sudah berlangsung cukup lama namun belum mendapat penanganan maksimal. Saat hujan turun, kondisi jalan justru semakin membahayakan karena lubang tertutup air dan tidak terlihat oleh pengendara.
“Setiap hari ada saja pengendara yang kesulitan lewat. Ban pecah sering terjadi. Banyak juga yang hampir jatuh karena kaget ada lubang besar,” ungkapnya.
Tidak hanya di Sebidai, kerusakan jalan juga dikeluhkan warga di kawasan Jalan Perintis, tepatnya di pertigaan tanjakan dekat kantor PU dan Damri. Jalan yang sebelumnya sempat diperbaiki menggunakan semen kini kembali rusak dan dipenuhi kerikil lepas.
Nia, salah satu warga, mengatakan kondisi tersebut sangat berbahaya bagi pengendara motor, terutama saat malam hari atau ketika jalan licin usai hujan.
“Kalau turun dari tanjakan lalu kena kerikil bisa langsung selip. Semennya sudah rusak lagi dan kerikil berserakan di jalan,” katanya.
Warga meminta pemerintah daerah dan instansi terkait segera melakukan perbaikan permanen, bukan sekadar tambal sulam yang hanya bertahan sementara. Mereka khawatir jika kerusakan terus dibiarkan, kecelakaan serius sewaktu-waktu bisa terjadi.
Kini jalan berlubang di sejumlah titik dalam kota Tana Tidung bukan lagi sekadar persoalan kenyamanan berkendara, tetapi telah menjadi ancaman nyata bagi keselamatan masyarakat yang setiap hari melintas. (rko)

