Kebakaran Hutan Dan Lahan, Petugas Damkar Kesulitan Memadamkan Api

by Supriyadi Rodrigers

Proses Pemadaman Kebakaran Hutan Dan Lahan di RT. 19, Jalan Pepabri, Kelurahan Kampung 1 Skip, Kota Tarakan.

 

TARAKAN, MK – Hutan dan lahan di Kalimantan Utara (Kaltara) khusunya Kota Tarakan masih terus diintai si jago Merah.

Kali ini Kebakaran Hutan dan Lahan terjadi di RT 19, Jalan Pepabri, Kelurahan Kampung 1 Skip, Kota Tarakan. Jumat (28/02/2020).

Kepala Bidang Pemadam Kebakaran, Eko P. Santoso mengatakan pihaknya mendapatkan laporan sekitar pukul 18.20 WITA dan langsung bergegas ke lokasi kejadi yang tidak jauh dari Markas Komando Pemadam Kebakaran Kota Tarakan.

“Setelah mendapatkan laporan Kami menurunkan sekitar 25 personil pemadam kebakaran, dengan 1 unit mobil fire dan 3 unit mobil supplay” Ujarnya

Dalam pemadaman kebakaran hutan dan lahan di bantu oleh pihak pemadam kebakaran Kehutanan, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), Asosiasi Ojek Online, dan Masyarakat Peduli Api.

Dia juga menjelaskan, pada saat proses pemadaman Api, pihaknya kesulitan dalam menjangkau lokasi kejadian, dikarenakan titik api yang berada di atas perbukitan.

“Kejadian kebakaran hutan kali ini, tingkat kesulitannya yaitu akses menuju lokasi kebakaran,Ā Ā  yang mengakibatkan mobil tidak sampai ke titik Api, dan juga radius selang pemadam hanya mencapai sekitar 200-300 meter” Kata Kepala Bidang Pemadam Kebakaran, Eko P. Santoso Kepada MetroKaltara.com

Hingga saat ini pemadam kebakaran mengidentifikasi adanya 4 titik api yang berada pada 1 kawasan yang berada di daerah perbukitan dengan kemiringan mencapai 45Ā°.

“Ada 4 titik apa pada 1 kawasan yang berada di perbukitan dengan kemiringan 45Ā°. Hal ini menjadi salah satu kesulitan dalam pemadaman api” ujarnya

Kepala Bidang Pemadam Kebakaran, Eko P. Santoso, Menambahkan pihaknya sangat ekstra hati-hati dalam memadamkan api, sebab median di sekitar lokasi kejadian sangat mudah di lahap si jago merah.

“Kami sangat hati-hati dalam memadamkan api karena median di sekitar lokasi sangat mudah terbakar, karena itu perlu adanya koordinasi antara petugas Nosel dengan petugas pemantau” tambahnya.

Dengan adanya koordinas antara petugas Nosel dan Petugas Pemantau, pemadam kebakaran dengan mudah menentukan titik pemadaman api yang harus di prioritaskan. Sehingga petugas tidak terjebak dalam proses pemadaman api.

Peristiwa Kebakaran Lahan dan Hutan ini, diduga akibat adanya oknum yang tidak bertanggungjawab dengan sengaja membakar lahan dan hutan untuk kepentingan pribadi.

“Dalam proses pemadaman kami menemukan beberapa pohon yang sengaja di tebang dengan menggunakan alat pemotong seperti sengso” tutupnya

saat ini, petugas pemadam kebakaran masih berusaha memadamkan Lokasi Kebakaran Hingga berita ini di terbitkan. (*SR25)

Related Articles

Bagaimana Tanggapan Anda?....

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d blogger menyukai ini: