TARAKAN – Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Tarakan, Muhammad Yunus, mendorong perusahaan yang beroperasi di Kota Tarakan untuk memberikan kesempatan lebih luas kepada tenaga kerja lokal.
Dorongan tersebut disampaikan Yunus saat menghadiri pembukaan Pameran Bursa Kerja (Job Fair) 2026 di Aula UPTD Latihan Kerja (LLK) Dinas Perindustrian dan Tenaga Kerja, Kelurahan Kampung Enam, Kamis (30/7/26).
Kegiatan tersebut dibuka secara resmi oleh Wali Kota Tarakan dr. H. Khairul, M.Kes. Turut hadir jajaran Dinas Perindustrian, Koperasi dan Tenaga Kerja Kota Tarakan, BPJS Ketenagakerjaan, BPD HIPMI Kaltara, pimpinan perusahaan, serta para pencari kerja.
Muhammad Yunus mengapresiasi pelaksanaan Job Fair 2026 yang dinilainya menjadi salah satu upaya konkret mempertemukan pencari kerja dengan perusahaan yang membutuhkan tenaga kerja.
“Kami dari legislatif sangat mendukung pelaksanaan Job Fair ini. Ini merupakan jembatan yang sangat efektif untuk membantu masyarakat mendapatkan pekerjaan sekaligus membantu perusahaan memperoleh tenaga kerja yang sesuai dengan kualifikasi,” ujar Yunus.
Ia juga merespons positif data Badan Pusat Statistik (BPS) yang menunjukkan Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) di Kota Tarakan mengalami penurunan dari 5,11 persen menjadi 5,05 persen.
Menurutnya, penurunan tersebut merupakan perkembangan positif. Namun, upaya menekan angka pengangguran perlu terus dilakukan, termasuk dengan memperluas kesempatan kerja bagi masyarakat lokal.
“Penurunan angka pengangguran ini patut kita syukuri. Kendati demikian, kami terus mendorong agar perusahaan-perusahaan yang beroperasi di Tarakan memberikan kesempatan seluas-luasnya bagi tenaga kerja lokal,” katanya.
Selain pembukaan lapangan kerja, Yunus menilai peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM) juga menjadi faktor penting dalam memperkuat daya saing tenaga kerja lokal.
Karena itu, ia mendorong agar pelatihan kerja dan sertifikasi kompetensi terus diperluas sehingga pencari kerja di Tarakan memiliki keterampilan yang sesuai dengan kebutuhan dunia usaha dan industri.
“Selain penyediaan lapangan kerja, peningkatan kompetensi melalui pelatihan dan sertifikasi juga harus terus diperkuat agar sumber daya manusia kita semakin berdaya saing,” tegasnya.
Yunus berharap pelaksanaan Job Fair tidak hanya menjadi agenda tahunan, tetapi dapat menjadi bagian dari upaya berkelanjutan dalam mempertemukan kebutuhan dunia usaha dengan potensi tenaga kerja lokal di Kota Tarakan.

