BUSAK PAUD dan RUSA MUDA Jadi Andalan Tana Tidung di IGA 2026, Bupati Ibrahim Ali dan Vamelia Ibrahim Paparkan Inovasi SDM Perbatasan

by Isman Toriko

TANA TIDUNG, Metrokaltara.com – Kabupaten Tana Tidung kembali menunjukkan upaya mendorong transformasi pelayanan publik melalui inovasi daerah. Kali ini, dua inovasi unggulan di bidang pembangunan sumber daya manusia (SDM), yakni BUSAK PAUD berbasis digital dan RUSA MUDA berbasis non-digital, dipresentasikan dalam ajang Innovative Government Award (IGA) 2026 yang diselenggarakan Kementerian Dalam Negeri Republik Indonesia.

Dalam penilaian kategori Klaster Daerah Perbatasan tersebut, Bupati Tana Tidung, Ibrahim Ali, S.P., didampingi Bunda PAUD Kabupaten Tana Tidung, Vamelia Ibrahim, S.E., M.Pd., memaparkan berbagai terobosan yang dikembangkan pemerintah daerah untuk meningkatkan kualitas layanan pendidikan anak usia dini.

Kehadiran dua inovasi tersebut bukan sekadar upaya memenuhi penilaian kompetisi inovasi daerah. Lebih dari itu, keduanya menjadi bagian dari strategi pemerintah daerah dalam membangun fondasi sumber daya manusia sejak usia dini, sekaligus menjawab tantangan pelayanan pendidikan di wilayah perbatasan.

Di tengah keterbatasan geografis dan tantangan pemerataan layanan pendidikan, Pemerintah Kabupaten Tana Tidung berupaya membuktikan bahwa daerah perbatasan juga mampu melahirkan gagasan inovatif yang relevan, terukur, dan memberikan dampak langsung kepada masyarakat.

BUSAK PAUD, Digitalisasi Layanan Pendidikan Anak Usia Dini

Salah satu inovasi yang menjadi perhatian dalam pemaparan tersebut adalah BUSAK PAUD (Tumbuh Sehat, Aktif, dan Kreatif).

Aplikasi ini dirancang sebagai platform layanan terpadu untuk mendukung implementasi Pendidikan Anak Usia Dini Holistik-Integratif (PAUD HI) melalui sistem digital.

Pengembangannya melibatkan lebih dari 15 instansi dan organisasi yang memiliki keterkaitan dengan pelayanan, perlindungan, kesehatan, serta pendidikan anak usia dini.

Dalam presentasi tersebut, Vamelia Ibrahim secara khusus menjelaskan berbagai keunggulan BUSAK PAUD, termasuk bagaimana aplikasi ini mengintegrasikan sejumlah kebutuhan layanan anak dalam satu platform yang dapat dimanfaatkan oleh pemerintah, tenaga pendidik, maupun orang tua.

BUSAK PAUD memiliki empat pilar layanan utama atau e-services.

Pertama, layanan pemantauan pertumbuhan fisik anak yang memungkinkan perkembangan kondisi anak dipantau secara lebih terstruktur.

Kedua, pelacakan perkembangan akademik, khususnya kemampuan literasi dan numerasi anak. Fitur ini menjadi bagian penting dalam melihat perkembangan kemampuan dasar anak sejak usia dini.

Ketiga, fitur e-Kinerja Guru yang dirancang untuk membantu meningkatkan efisiensi administrasi dan mendukung pemenuhan kebutuhan akreditasi satuan pendidikan PAUD.

Keempat, Portal Orang Tua yang memberikan kemudahan akses informasi melalui Nomor Induk Kependudukan (NIK), sehingga orang tua dapat terhubung dengan informasi perkembangan anak secara lebih praktis.

Integrasi empat layanan tersebut menjadi upaya mengubah pola pelayanan PAUD yang sebelumnya cenderung berjalan secara terpisah menjadi sistem yang lebih terkoordinasi.

Artinya, pemantauan tumbuh kembang anak tidak hanya menjadi tanggung jawab satuan pendidikan, tetapi juga membutuhkan keterlibatan keluarga, tenaga kesehatan, pemerintah, dan berbagai pemangku kepentingan lainnya.

Berdampak pada Peningkatan Akreditasi PAUD

Pengembangan BUSAK PAUD juga diarahkan untuk menghasilkan dampak yang dapat diukur, bukan hanya menghadirkan aplikasi sebagai simbol modernisasi pelayanan publik.

Salah satu capaian yang disampaikan dalam pemaparan IGA 2026 adalah peningkatan akreditasi satuan PAUD di Kabupaten Tana Tidung hingga mencapai 71,73 persen.

Capaian tersebut menjadi salah satu indikator perkembangan kualitas layanan pendidikan anak usia dini yang didorong melalui pemanfaatan teknologi dan penguatan tata kelola pendidikan.

Pengembangan aplikasi BUSAK PAUD pun terus dilakukan secara berkelanjutan agar semakin adaptif terhadap kebutuhan masyarakat dan para pengguna.

Dengan demikian, inovasi digital tersebut tidak berhenti pada peluncuran aplikasi, tetapi harus terus disempurnakan agar benar-benar berfungsi sebagai instrumen pelayanan pendidikan yang efektif.

Inovasi Daerah Perbatasan Mulai Diperkenalkan di Tingkat Nasional

Menariknya, pengembangan BUSAK PAUD tidak hanya mendapatkan perhatian di lingkungan Kabupaten Tana Tidung.

Inovasi yang lahir dari daerah dengan karakteristik wilayah 3T (tertinggal, terdepan, dan terluar) tersebut telah diperkenalkan dan dibagikan dalam berbagai forum resmi, baik tingkat provinsi maupun nasional.

Vamelia Ibrahim menyampaikan bahwa gagasan pengembangan BUSAK PAUD telah dipaparkan di sejumlah wilayah, termasuk Provinsi Maluku dan Nusa Tenggara Timur.

Selain itu, inovasi tersebut juga menjadi materi berbagi pengalaman dalam kegiatan yang diselenggarakan Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah Republik Indonesia.

Pengalaman tersebut menunjukkan bahwa inovasi pelayanan pendidikan yang dikembangkan daerah dapat menjadi bahan pembelajaran bagi wilayah lain yang menghadapi tantangan serupa dalam pemerataan akses dan peningkatan kualitas pendidikan anak usia dini.

Bagi Tana Tidung, kesempatan mempresentasikan inovasi dalam forum nasional sekaligus menjadi ruang untuk memperkenalkan potensi daerah serta pendekatan pembangunan SDM yang dikembangkan dari wilayah perbatasan.

BUSAK PAUD dan RUSA MUDA, Dua Pendekatan Mengawal Generasi Sejak Dini

Selain BUSAK PAUD, Pemerintah Kabupaten Tana Tidung turut mengangkat RUSA MUDA sebagai inovasi non-digital dalam penilaian IGA 2026.

Kedua inovasi tersebut diposisikan sebagai satu rangkaian pendekatan yang saling melengkapi dalam mengawal tumbuh kembang anak, mulai dari penguatan layanan dasar hingga fase pendidikan anak usia dini.

BUSAK PAUD memanfaatkan teknologi digital untuk mengintegrasikan data dan pelayanan, sedangkan RUSA MUDA menjadi pendekatan non-digital dalam mendukung tujuan pembangunan SDM.

Kombinasi keduanya memperlihatkan bahwa inovasi pelayanan publik tidak harus selalu bergantung pada teknologi. Pendekatan langsung di tengah masyarakat tetap memiliki peran penting, terutama dalam menjangkau kelompok masyarakat yang menghadapi keterbatasan akses terhadap layanan digital.

Melalui pemaparan di hadapan tim penilai IGA 2026, Pemerintah Kabupaten Tana Tidung ingin menunjukkan bahwa pembangunan kualitas manusia harus dimulai dari fondasi paling dasar, yakni memastikan setiap anak memperoleh kesempatan tumbuh, berkembang, dan mendapatkan pendidikan yang berkualitas.

Menyiapkan Generasi Unggul Menuju Indonesia Emas 2045

Partisipasi Kabupaten Tana Tidung dalam IGA 2026 menjadi momentum untuk memperlihatkan bagaimana daerah perbatasan mengembangkan inovasi berdasarkan kebutuhan dan karakteristik wilayahnya sendiri.

Tantangan geografis tidak seharusnya menjadi alasan terhambatnya peningkatan kualitas pelayanan pendidikan. Sebaliknya, kondisi tersebut menuntut pemerintah daerah untuk menghadirkan pendekatan yang lebih kreatif, terintegrasi, dan berkelanjutan.

Bagi Vamelia Ibrahim, penguatan pendidikan anak usia dini merupakan bagian penting dari investasi jangka panjang pembangunan manusia. Sebab, kualitas generasi masa depan sangat ditentukan oleh bagaimana pemerintah, keluarga, dan masyarakat memberikan perhatian terhadap tumbuh kembang anak sejak awal kehidupan.

Sementara itu, kehadiran Bupati Ibrahim Ali dalam pemaparan tersebut menegaskan bahwa inovasi pelayanan publik menjadi bagian dari arah pembangunan Kabupaten Tana Tidung.

Melalui BUSAK PAUD dan RUSA MUDA, pemerintah daerah berupaya memastikan pembangunan SDM tidak hanya menjadi agenda jangka pendek, tetapi menjadi investasi berkelanjutan untuk mempersiapkan generasi yang sehat, cerdas, kreatif, dan berdaya saing.

Dari wilayah perbatasan Kalimantan Utara, Tana Tidung membawa pesan bahwa inovasi tidak selalu lahir dari daerah dengan fasilitas serba lengkap. Dengan membaca kebutuhan masyarakat dan membangun kolaborasi, daerah perbatasan juga memiliki ruang untuk menghadirkan perubahan.

Sebab, menyiapkan generasi unggul menuju Indonesia Emas 2045 bukan pekerjaan yang dimulai ketika anak memasuki usia produktif, melainkan harus dibangun sejak mereka berada pada fase paling awal kehidupan. Dan pendidikan anak usia dini menjadi salah satu fondasi penting dari perjalanan panjang tersebut. (rko)

Related Articles

Bagaimana Tanggapan Anda?....

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses