TARAKAN — Anggota DPRD Provinsi Kalimantan Utara sekaligus Dewan Penasihat Ikatan Keluarga Jawa (Pakuwaja), Supa’ad Hadianto, menekankan pentingnya menjaga kekompakan dan keharmonisan antarwarga dalam kehidupan paguyuban.
Hal itu disampaikan Supa’ad saat menghadiri kegiatan arisan dan silaturahmi bulanan Ikatan Keluarga Jawa Blora (Jawara) Kota Tarakan, Selasa (25/8/26).
Menurut Supa’ad, kegiatan rutin seperti arisan dan silaturahmi memiliki peran penting dalam mempererat hubungan kekeluargaan warga Blora di tengah kesibukan masing-masing.
Ia menilai, besarnya jumlah anggota bukan satu-satunya ukuran keberhasilan sebuah paguyuban. Menurutnya, kualitas hubungan dan kebersamaan antaranggota justru menjadi hal yang lebih penting.
“Bukan kuantitas yang utama, tapi kualitas. Lebih baik sedikit tetapi guyub dan rukun daripada banyak tetapi tidak harmonis,” kata Supa’ad.
Supa’ad juga mengapresiasi peran para ketua soko yang dinilai turut menjaga komunikasi dan kebersamaan warga di wilayah masing-masing. Menurutnya, koordinasi yang baik antara pengurus menjadi salah satu faktor penting dalam menjaga keberlangsungan kegiatan Jawara.
Ia melihat semangat kebersamaan warga di wilayah Tarakan Utara masih cukup kuat. Berbagai aktivitas sosial masyarakat, kata dia, menunjukkan bahwa budaya berkumpul dan saling membantu masih dapat dipertahankan di tengah dinamika kehidupan perkotaan.
Karena itu, Supa’ad mendorong para ketua soko untuk terus berkoordinasi dengan paguyuban induk, Pakuwaja, sehingga kegiatan silaturahmi dan kebersamaan dapat dilaksanakan secara berkelanjutan.
“Kalau ingin kuat, kita harus bersatu. Kalau ingin bersatu, kita harus rajin bersilaturahmi,” ujarnya, mengutip pesan yang dinisbatkan kepada Jenderal Sudirman.
Dalam kesempatan tersebut, Supa’ad juga menceritakan pengalamannya ketika mencalonkan diri sebagai Wakil Wali Kota Tarakan pada 2013. Ia mengatakan, pada saat itu dirinya merasakan besarnya peran komunitas paguyuban dalam membangun hubungan sosial di tengah masyarakat Tarakan.
Menurutnya, pengalaman tersebut menunjukkan bahwa paguyuban memiliki kekuatan sosial yang besar apabila mampu menjaga persatuan dan kebersamaan.
Ia pun mengingatkan agar perbedaan pilihan politik tidak menjadi alasan munculnya sekat di antara warga.
“Jangan sampai karena perbedaan pilihan kemudian kita membuat sekat. Kita ini tetap saudara, tetap satu keluarga,” tegasnya.
Supa’ad menambahkan, kehadirannya dalam kegiatan paguyuban merupakan bagian dari upaya menjaga hubungan silaturahmi dengan warga. Ia juga menyatakan siap membuka komunikasi terkait kebutuhan masyarakat maupun lembaga yang dapat disampaikan sesuai kewenangan dan kapasitasnya sebagai anggota DPRD Kaltara.
“Kalau ada informasi beasiswa atau kebutuhan lembaga yang bisa saya bantu komunikasikan, silakan disampaikan. Kita bantu semaksimal mungkin sesuai kemampuan,” pungkasnya.

