TANA TIDUNG, Metrokaltara.com – Suasana aula Bankaltimtara Tana Tidung, Kamis (29/1/2026), terasa berbeda. Bukan sekadar seremoni pelantikan, tetapi juga menjadi momentum kebangkitan olahraga masyarakat yang sarat nilai budaya dan kebersamaan. Di tempat itulah, Pengurus Komite Olahraga Masyarakat Indonesia (KORMI) Kabupaten Tana Tidung masa bakti 2025–2029 resmi dilantik.
Bupati Tana Tidung, Ibrahim Ali, hadir langsung dalam acara tersebut. Kehadirannya bukan sekadar formalitas, melainkan penegasan bahwa pemerintah daerah menaruh perhatian serius terhadap pengembangan olahraga masyarakat, khususnya olahraga tradisional yang telah lama tumbuh dan hidup di tengah masyarakat.
Dalam sambutannya, Ibrahim Ali menyampaikan ucapan selamat sekaligus harapan besar kepada kepengurusan baru KORMI. Ia menekankan pentingnya menghadirkan energi baru agar olahraga masyarakat tidak hanya hidup di agenda seremonial, tetapi benar-benar menjadi bagian dari keseharian warga.
“Selamat kepada pengurus KORMI masa bakti 2025–2029. Saya berharap kepengurusan baru ini mampu membawa semangat baru, memperluas jangkauan pembinaan, serta meningkatkan kualitas para pegiat olahraga masyarakat di Tana Tidung,” ujarnya.
Menurut Ibrahim Ali, Kabupaten Tana Tidung yang terdiri dari beragam suku dan desa memiliki kekayaan olahraga tradisional yang luar biasa. Dari permainan rakyat hingga olahraga berbasis kearifan lokal, semuanya memiliki potensi besar untuk dikembangkan.
“Kita ini terdiri dari banyak suku dan desa. Otomatis olahraga masyarakatnya juga beragam dan sudah dikenal sejak dulu. Tinggal bagaimana kita menghidupkannya kembali,” katanya.
Ia menilai olahraga di bawah naungan KORMI merupakan olahraga yang “murah meriah”, mudah dimainkan, dan dapat dinikmati oleh semua kalangan—dari anak-anak hingga orang tua. Permainan seperti bekiak, gobak sodor, dan berbagai permainan rakyat lainnya bukan hanya sekadar olahraga, tetapi juga menyimpan kenangan dan nilai kebersamaan.
“Olahraga tradisional ini harus dikembangkan dan dimajukan. Orang tua kita dulu pasti tahu permainan-permainan itu. Ini olahraga yang meriah, penuh tawa, dan menyatukan,” ungkapnya.
Bupati pun menegaskan agar kepengurusan KORMI yang baru benar-benar aktif menjalankan tugas dan fungsinya. Ia berharap tidak ada lagi kevakuman kegiatan, melainkan program-program nyata yang menyentuh masyarakat.
“Kalau dulu kurang aktif, sekarang harus lebih aktif lagi. Jangan sampai vakum. Pemerintah daerah siap bersinergi dan mendukung penuh setiap program KORMI. Kita ingin olahraga masyarakat menjadi gaya hidup sehat bagi seluruh warga Tana Tidung,” tegasnya.
Sementara itu, Sabri, Ketua KORMI Tana Tidung yang baru dilantik dan juga menjabat sebagai Wakil Bupati, menyebut amanah yang diembannya sebagai tanggung jawab besar. Ia menegaskan bahwa KORMI akan segera menyusun agenda kerja untuk menghidupkan kembali olahraga tradisional di tengah masyarakat.
“Jabatan ini adalah amanah. Saya bersama teman-teman pengurus akan segera merapatkan agenda kegiatan yang akan kita jalankan ke depan,” katanya kepada Metrokaltara.com.
Bagi Sabri, KORMI bukan semata-mata mengejar prestasi, tetapi lebih pada menghadirkan kegembiraan, kebugaran, dan nostalgia masa lalu melalui olahraga tradisional.
“KORMI ini bukan hanya soal prestasi. Kita ingin masyarakat senang, bugar, dan mengenang kembali permainan tradisional yang pernah menjadi bagian dari masa kecil mereka,” ujarnya.
Ia pun optimistis, dengan dukungan penuh dari Bupati serta sinergi seluruh pemangku kepentingan, KORMI Tana Tidung akan menjadi organisasi yang solid dan berdaya guna bagi masyarakat.
“Dengan dukungan pemerintah daerah dan semua stakeholder, saya yakin KORMI bisa berjalan dengan baik dan membawa manfaat nyata bagi masyarakat Tana Tidung,” pungkasnya.
Pelantikan ini pun menjadi penanda awal harapan baru menghidupkan kembali olahraga tradisional sebagai ruang kebersamaan, kesehatan, dan pelestarian budaya di Bumi Tana Tidung. (rko)




