Bupati Ibrahim Ali Ziarah Makam Orang Tua, Meneguhkan Bakti di Tengah Amanah Kepemimpinan

by Isman Toriko

TANA TIDUNG, Metrokaltara.com – Di sela padatnya agenda pemerintahan dan tanggung jawab sebagai kepala daerah, Bupati Tana Tidung, Ibrahim Ali, menyempatkan diri untuk melakukan ziarah ke makam ayahanda dan ibunda tercinta.

Langkah itu bukan sekadar rutinitas spiritual, melainkan wujud bakti dan pengabdian seorang anak yang tak pernah terputus oleh waktu maupun jabatan.

Di bawah suasana hening dan khidmat, Bupati Ibrahim Ali memanjatkan doa-doa terbaik untuk kedua orang tuanya. Setiap untaian doa seolah menjadi pengingat bahwa sejauh apa pun seseorang melangkah dan setinggi apa pun amanah yang diemban, hati akan selalu kembali kepada orang tua—sumber doa, restu, dan kekuatan dalam kehidupan.

Bakti Bupati Ibrahim Ali, Kepada Kedua Orang Tuanya Yang Telah Meninggal Dunia

Usai ziarah, kegiatan dilanjutkan dengan tahlilan bersama yang dihadiri keluarga besar, kerabat, tokoh agama, serta warga sekitar. Kebersamaan itu menghadirkan suasana religius yang sarat makna, mempertemukan nilai-nilai keimanan, kekeluargaan, dan kebersamaan dalam satu majelis doa.

Bagi Bupati Ibrahim Ali, tahlilan tersebut tidak hanya menjadi bentuk ibadah, tetapi juga sarana menjaga dan merawat nilai-nilai kekeluargaan di tengah dinamika aktivitas serta tanggung jawab kepemimpinan yang terus berjalan.

Dalam kesederhanaan majelis doa itu, tersirat pesan bahwa pemimpin sejati adalah mereka yang tetap menjejakkan kaki pada nilai-nilai luhur, tidak tercerabut dari akar keluarga dan spiritualitas.

Selain Ziarah Kemakan Kedua Orang Tuanya. Ibrahim Ali Juga Mengadakan Tahlilan

“Semoga Allah SWT mengampuni segala khilaf almarhum ayahanda dan almarhumah ibunda, serta menempatkan beliau di tempat terbaik di sisi-Nya,” demikian doa yang dipanjatkan dengan penuh ketulusan.

Doa pun mengalir dari para hadirin, menyatu dalam harap dan ikhtiar, Allahummaghfirlahum warhamhum wa ‘afihim wa’fu ‘anhum.
Amin ya Rabbal ‘Alamin.

Momentum ini menjadi potret sisi humanis seorang kepala daerah—bahwa di balik jabatan dan kewenangan, ada seorang anak yang terus menundukkan kepala dalam doa, menjadikan bakti kepada orang tua sebagai cahaya yang menerangi langkah pengabdian bagi masyarakat Tana Tidung. (rko)

Related Articles

Bagaimana Tanggapan Anda?....

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses