Panggung Hampir Siap, Tana Tidung Bersiap Menyambut 1.100 Penari Festival Pesisir dan Pedalaman

by Isman Toriko

TANA TIDUNG, Metrokaltara.com – Semilir angin sore di Tana Tidung membawa aroma persiapan besar. Di lapangan utama yang akan menjadi pusat perhelatan Festival Tari Kreasi Daerah Pesisir dan Pedalaman Se- Kaltara, suara dentingan palu, uji mikrofon, dan riuh koordinasi panitia saling bertaut, membentuk irama yang justru semakin memompa antusiasme.

Tinggal dua hari jelang pembukaan—tanggal 21 November 2025—persiapan terus dimatangkan tanpa henti. Panggung megah mulai berdiri tegas, hiasan estetis berwarna etnik Tidung dan Dayak perlahan terpasang, dan deretan tenda UMKM berjumlah puluhan tampak rapi menghiasi sisi area.

Di antara kesibukan itu, Bupati Tana Tidung Ibrahim Ali datang meninjau langsung, Rabu (19/11/2025). Dengan kemeja sederhana dan langkah sigap, ia mengamati satu per satu detail teknis kualitas sound system, kekuatan panggung, hingga komposisi stand pedagang. Tatapannya penuh kehati-hatian, namun juga menyiratkan optimisme besar.

“Persiapan sudah sekitar 70 persen. Tinggal finishing saja,” ujarnya usai memeriksa keliling arena.

Panitia mencatat angka yang cukup fantastis untuk sebuah festival tingkat provinsi. Tahun ini, sebanyak 88 grup tari akan tampil memeriahkan kompetisi. Dengan  kategori live yang bisa mencapai 8-16 orang jumlah total peserta diperkirakan tembus hampir 1.100 penari.

“Peserta datang dari seluruh penjuru Kaltara: Nunukan, Tarakan, Bulungan, Malinau, dan Tana Tidung sendiri. Ini luar biasa. Artinya minat dan apresiasi terhadap festival ini semakin besar,” ucap Bupati.

Deretan kendaraan peserta sudah mulai terlihat memasuki Tana Tidung. Beberapa grup tampak melakukan latihan ringan di area sekitar, memadukan hentakan kaki dan gerakan tangan yang menggambarkan identitas budaya masing-masing. Pakaian berwarna cerah, motif batik Tidung dan Manik-manik khas Dayak, mulai menghiasi ruang publik.

Festival ini lahir dari identitas budaya Tana Tidung yang unik—lahir dari dua poros utama:  Tidung (pesisir) dan Dayak (Pedalaman). Dua budaya besar yang bertemu, tumbuh, dan kemudian memberi warna khas bagi kehidupan masyarakat.

Ibrahim Ali menegaskan bahwa esensi festival bukan sebatas hiburan, tetapi momentum untuk meneguhkan jati diri daerah.

“Kita ingin melestarikan adat istiadat budaya Tana Tidung. Karena kita punya dua etnis asli pesisir yang lekat dengan suku Tidung, dan pedalaman yang identik dengan suku Dayak. Tema festival kita dibuat untuk menyatukan dua kekuatan itu,” jelasnya.

Festival Tari Pesisir dan Pedalaman merupakan salah satu program kebudayaan unggulan dan kini telah menjadi agenda tahunan kabupaten.

Untuk menyemarakkan pembukaan dan penutupan, Pemkab Tana Tidung menghadirkan artis nasional. Malam pembukaan tanggal 21 November akan dimeriahkan oleh Budi Doremi, penyanyi dengan deretan lagu-lagu lembut yang digemari semua kalangan. Kemudian, pada malam penutupan tanggal 27 November, giliran Charli yang mengambil alih panggung dengan performa khasnya.

Atmosfer kemeriahan ini dipastikan akan menjadi magnet bagi masyarakat dari berbagai daerah sekitar.

Tidak hanya seni yang digelorakan, tetapi juga ekonomi kerakyatan. Tahun ini, pemerintah menyediakan 99 tenda UMKM yang dibagikan secara gratis kepada para pelaku usaha lokal. Mulai dari pedagang kuliner, kerajinan tangan, pakaian tradisional, hingga produk kreatif khas Kaltara.

“Tadi saya cek semuanya. Stand UMKM sudah berdiri rapi. Semua kita gratiskan agar UMKM bisa mendapatkan ruang yang layak. Selain itu, pasar malam juga kita siapkan. Kita ingin perputaran ekonomi benar-benar hidup,” ujar Bupati.

Di sekitar lokasi, aroma makanan khas mulai tercium—ada jajanan tradisional, kopi khas daerah, hingga kuliner pesisir yang mulai ditata oleh para pedagang.

Ibrahim Ali berharap festival ini menjadi simbol bahwa budaya dan ekonomi dapat berjalan beriringan. Seni tari dapat mengangkat identitas daerah, sementara pergerakan masyarakat dan UMKM diharapkan mampu mendongkrak ekonomi lokal.

“Kita ingin acara ini meriah, bermanfaat, dan tentu membawa dampak ekonomi bagi masyarakat Tana Tidung. Ini ruang bagi UMKM kita untuk naik kelas,” tutupnya.

Semua mata kini tertuju pada tanggal 21—hari ketika Tana Tidung akan menjadi pusat perhatian Kaltara, dan ribuan pengunjung diperkirakan memadati arena. Panggung hampir siap. Penari sudah bersiap. Tana Tidung pun bersiap menari. (rko)

Related Articles

Bagaimana Tanggapan Anda?....

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses