TANA TIDUNG, Metrokaltara.com – Suasana Aula Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Tana Tidung pada Selasa malam (2/6/2026) tampak khidmat sekaligus penuh harapan. Di ruangan itu, Pemerintah Kabupaten Tana Tidung menggelar pelantikan dan pengambilan sumpah jabatan pimpinan tinggi pratama sebagai bagian dari penguatan tata kelola pemerintahan dan peningkatan pelayanan publik.
Pelantikan tersebut dipimpin langsung oleh Bupati Tana Tidung, Ibrahim Ali, didampingi Ketua TP PKK Kabupaten Tana Tidung, Vamelia Ibrahim yang juga merupakan Anggota DPRD Kalimantan Utara. Turut hadir Wakil Bupati Tana Tidung Sabri bersama Wakil Ketua TP PKK Martha Sabri, Sekretaris Daerah H. Hersonsyah beserta Ketua Dharma Wanita Persatuan Kabupaten Tana Tidung, Dandim 0914/TNT bersama Ketua Persit Chandra Kirana, Wakapolres Tana Tidung, para asisten, kepala OPD, Ketua KPU, hingga Ketua Bawaslu.
Malam itu, prosesi pelantikan berlangsung tertib dan sarat makna. Para pejabat yang dilantik mengikuti pembacaan sumpah jabatan dengan sikap tegap dan penuh kesungguhan. Di hadapan tamu undangan dan unsur pimpinan daerah, mereka mengucapkan janji untuk menjalankan amanah dengan loyalitas serta tanggung jawab terhadap tugas pemerintahan.
Bagi Pemerintah Kabupaten Tana Tidung, pelantikan pejabat tinggi pratama bukan sekadar agenda administratif atau pergantian posisi dalam struktur birokrasi. Lebih dari itu, momentum tersebut menjadi penegasan arah pemerintahan daerah dalam memperkuat organisasi dan memastikan program pembangunan berjalan efektif.
Usai melantik dan mengambil sumpah jabatan, Bupati Tana Tidung Ibrahim Ali menegaskan bahwa jabatan yang diemban merupakan amanah besar yang menuntut kesungguhan dalam bekerja.
“Pelantikan ini bukan hanya seremonial jabatan, tetapi merupakan amanah besar yang harus dijalankan dengan penuh tanggung jawab. Jabatan yang saudara-saudara terima menuntut komitmen untuk bekerja lebih cepat, lebih tepat, dan lebih terukur dalam mendukung program prioritas daerah serta peningkatan kualitas pelayanan kepada masyarakat,” tegas Ibrahim Ali dalam sambutannya.
Ia mengingatkan bahwa pejabat Eselon II memiliki peran strategis dalam menentukan arah serta capaian kinerja organisasi perangkat daerah. Menurutnya, setiap kebijakan dan keputusan yang diambil tidak hanya berdampak pada internal birokrasi, tetapi juga dirasakan langsung oleh masyarakat melalui kualitas pelayanan dan manfaat program pembangunan.
Karena itu, Ibrahim Ali menekankan sejumlah fokus penting yang harus menjadi perhatian para pejabat yang baru dilantik.
Pertama, ia menyoroti pentingnya kerja berbasis kinerja dengan memastikan target serta indikator organisasi dipahami, dipantau, dan dievaluasi secara konsisten.
Kedua, ia meminta adanya perbaikan tata kelola pemerintahan melalui penguatan kepatuhan terhadap aturan, transparansi, serta akuntabilitas dalam pelaksanaan tugas dan pengelolaan anggaran.
Selain itu, Bupati juga menekankan pentingnya kolaborasi dan koordinasi antarperangkat daerah agar program pembangunan tidak berjalan sendiri-sendiri dan mampu menghasilkan dampak yang lebih efektif.
“Pelaksanaan program harus dibangun melalui sinergi yang kuat. Tidak bisa bekerja sendiri-sendiri. Semua harus terhubung demi hasil yang optimal,” ujarnya.
Dalam aspek pelayanan publik, Ibrahim Ali menegaskan bahwa keberhasilan birokrasi sejatinya diukur dari sejauh mana masyarakat merasakan manfaat kehadiran pemerintah. Karena itu, inovasi pelayanan menurutnya menjadi kebutuhan yang tidak dapat ditunda.
Ia juga memberikan perhatian khusus terhadap disiplin, integritas, dan etika birokrasi. Menurutnya, pejabat tinggi pratama harus menjaga netralitas, menghindari penyalahgunaan wewenang, serta mempertahankan budaya kerja yang profesional.
“Jaga integritas dan netralitas, hindari penyalahgunaan wewenang, serta pertahankan budaya kerja yang profesional,” pesannya.
Di balik prosesi malam itu, tersimpan harapan besar bagi perjalanan birokrasi Tana Tidung. Pelantikan tidak hanya menghadirkan wajah-wajah baru dalam jabatan strategis, tetapi juga membawa ekspektasi masyarakat terhadap pemerintahan yang semakin responsif, transparan, dan mampu menghadirkan pelayanan yang lebih baik.
Bagi para pejabat yang baru menerima amanah, sumpah jabatan yang terucap bukan sekadar rangkaian kata dalam sebuah seremoni. Ia menjadi pengingat bahwa kepercayaan yang diberikan harus dijawab dengan kerja nyata, kepemimpinan yang visioner, serta keberpihakan pada kepentingan masyarakat Tana Tidung. (rko)

