TANGERANG, MK – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bulungan mengikuti rapat koordinasi penetapan batas proyek karbon biru mangrove dan penyusunan dokumen Forest Reference Emission Level (FREL) di Provinsi Kalimantan Utara, Rabu (8/4).
Kegiatan yang diselenggarakan oleh Kementerian Koordinator Bidang Pangan ini berlangsung di Novotel Tangerang BSD City dan dihadiri oleh sejumlah perwakilan pemerintah daerah se-Kalimantan Utara.
Bupati Bulungan diwakili oleh Sekretaris Daerah Bulungan, Risdianto, yang hadir bersama perwakilan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait, seperti Bappeda Litbang dan Dinas Lingkungan Hidup.
Rapat ini merupakan bagian dari program Mangrove for Coastal Resilience (M4CR), yang bertujuan mengembangkan potensi karbon biru di kawasan pesisir Kalimantan Utara.
Dalam pertemuan tersebut, peserta membahas penentuan batas wilayah proyek mangrove serta penyusunan dokumen FREL yang menjadi dasar perhitungan emisi karbon dan peluang investasi karbon di daerah.
Selain itu, dibahas pula arah kebijakan percepatan proyek karbon biru, hasil survei lapangan, serta sinkronisasi data antar instansi.
Sekretaris Daerah Bulungan, Risdianto, menegaskan pentingnya kerja sama antar pihak dalam mendukung keberhasilan program ini.
“Rapat koordinasi ini sangat penting untuk menyamakan pemahaman antar pemerintah pusat dan daerah, terutama dalam pengelolaan mangrove yang berkelanjutan,” ujarnya.
Ia juga menambahkan bahwa Pemkab Bulungan berkomitmen mendukung pengembangan karbon biru sebagai bagian dari upaya pelestarian lingkungan.
“Kami siap mendukung program ini, karena selain menjaga ekosistem mangrove, juga membuka peluang ekonomi melalui investasi karbon,” tambahnya.
Melalui kegiatan ini, diharapkan terjalin sinergi yang kuat antar pemangku kepentingan serta menjadi dasar dalam penyusunan kebijakan dan langkah strategis pengelolaan mangrove di Kalimantan Utara. (Fy/red)

