Nunukan, MK – Pemerintah Kabupaten Nunukan terus mengintensifkan koordinasi dengan Pemerintah Provinsi Kalimantan Utara dan pemerintah pusat untuk mempercepat penanganan kerusakan ruas jalan menuju Krayan Selatan yang terputus akibat bencana tanah longsor.
Upaya tersebut menjadi bagian dari komitmen pemerintah daerah dalam memastikan pelayanan kepada masyarakat tetap berjalan sekaligus memulihkan akses transportasi yang menjadi urat nadi aktivitas warga di wilayah perbatasan.
Komitmen tersebut disampaikan Wakil Bupati Nunukan Hermanus, S.Sos. saat mendampingi kunjungan kerja Tenaga Ahli Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Kolonel (Purn.) Agus Marsanto, di Nunukan, Jumat (24/7/2026).
Dalam kesempatan itu, Hermanus menyampaikan apresiasi kepada BNPB atas respons cepat pemerintah pusat dalam mendukung penanganan darurat bencana melalui penyaluran bantuan logistik bagi masyarakat terdampak di Kecamatan Krayan Selatan.
“Atas nama Pemerintah Kabupaten Nunukan, kami menyampaikan terima kasih dan apresiasi kepada BNPB yang telah memberikan perhatian serta respons cepat terhadap kondisi masyarakat di Krayan Selatan. Bantuan ini sangat berarti bagi warga yang saat ini menghadapi keterbatasan akses akibat bencana,” ujarnya,.
Menurut Hermanus, penanganan dampak bencana tidak hanya berfokus pada pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat selama masa tanggap darurat, tetapi juga harus dibarengi dengan upaya percepatan pemulihan infrastruktur, khususnya ruas jalan penghubung Long Bawan–Long Layu yang menjadi akses utama menuju Krayan Selatan.
Ia menjelaskan bahwa Pemerintah Kabupaten Nunukan terus menjalankan kewenangannya dalam penanganan dampak sosial dan pemenuhan kebutuhan masyarakat. Sementara itu, penanganan fisik jalan memerlukan dukungan Pemerintah Provinsi Kalimantan Utara dan pemerintah pusat karena status ruas jalan tersebut berada dalam kewenangan pemerintah provinsi.
“Persoalan ini tidak cukup diselesaikan hanya dalam masa tanggap darurat. Diperlukan langkah jangka panjang agar masyarakat tidak terus menghadapi kondisi yang sama setiap kali terjadi cuaca ekstrem,” katanya.
Hermanus menegaskan, Pemerintah Kabupaten Nunukan akan terus memperkuat koordinasi dengan Pemerintah Provinsi Kalimantan Utara serta kementerian terkait agar penanganan infrastruktur dapat segera direalisasikan. Menurutnya, terbukanya kembali akses jalan akan memperlancar distribusi logistik, pelayanan publik, aktivitas ekonomi, hingga mobilitas masyarakat di wilayah perbatasan.
Ia juga mengajak seluruh perangkat daerah untuk terus memperkuat sinergi lintas sektor dalam mendukung penanganan darurat bencana, sehingga distribusi bantuan kepada masyarakat dapat berjalan optimal seiring dengan upaya percepatan pemulihan infrastruktur.
Selain itu, Hermanus menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat apabila dalam proses penanganan bencana masih terdapat berbagai keterbatasan. Namun demikian, ia memastikan Pemerintah Kabupaten Nunukan akan terus hadir dan berupaya memberikan pelayanan terbaik bagi masyarakat terdampak.
“Pemerintah daerah berkomitmen mengawal penyaluran bantuan, memperkuat koordinasi dengan seluruh pihak, serta memastikan masyarakat terdampak memperoleh pelayanan dan kebutuhan dasar yang diperlukan. Kami juga berharap dukungan penuh dari pemerintah provinsi dan pemerintah pusat agar penanganan infrastruktur jalan dapat segera terealisasi,” pungkasnya.
Melalui kolaborasi yang erat antara pemerintah daerah, pemerintah provinsi, pemerintah pusat, BNPB, serta seluruh pemangku kepentingan, diharapkan proses penanganan darurat dan pemulihan infrastruktur di Krayan Selatan dapat berjalan lebih cepat sehingga aktivitas masyarakat kembali normal. (**)

