Perhutanan Sosial Untuk Hutan Lestari

by Redaksi Kaltara

TANJUNG SELOR, MK – Perhutanan Sosial atau PS adalah Sistem pengelolaan hutan lestari yang dilaksanakan dalam kawasan hutan negara atau hutan hak/hutan adat yang dilaksanakan masyarakat setempat untuk meningkatkan kesejahteraannya, keseimbangan lingkungan dan dinamika sosial budaya.

Bulungan merupakan salah satu daerah yang turut didorong untuk bisa memaksimalkan perhutanan sosial tersebut, Senin (26/10) oleh Perkumpulan Lingkar Hutan (PLH) melakukan sosialisasi terkait PS di Desa Skatak buji.

Direktur PLH, Wastaman, menyampaikan, secara umum ada ribuan hektare kawasan perhutanan sosial yang dorong pengelolannya. Sejauh ini khususnya di Bulungan sudah ada 11 desa yang mengelola perhutanan sosial.

“Dan kali ini desa Sekatak buji juga akan mengajukan PS itu. Untuk sama-sama membukanya informasi terkait PS, kita juga libatkan dinas Kehutanan dan juga KPH (Kesatuan Pengelolaan Hutan),” ujarnya.

Setidaknya ada lima skema perhutanan sosial, seperti, Hutan desa, Hutan kemasyarakatan, Hutan tanaman Rakyat, Hutan adat dan Kemitraan kehutanan.

Sementara itu, Kepala Desa Sekatak Buji, Roni Paemmbonan, turut mengapresiasi hal itu.

“Pertemuan ini tindak lanjut kami bersama dengan BUMD sekatak buji, yang sebelumnya mengikuti sosialisasi Terkait hal serupa. Sebenarnya kalau di kecamatan Sekatak, ada Desa Liagu yang sudah mengajukan PS, dan selanjutnya Sekatak Buji,” paparnya.

Ia tak menampik, terkait PS masih awam, namun ia menyakini program ini baik, apalagi nantinya pengelolaan bisa kerjasama dengan BUMD untuk meningkatkan perekonomian masyarakat. Ia menambahkan saat ini Sekatak sudah masuk dalam Peta Indikatif Perhutanan Sosial (Piaps).

“Sekatak ini secara administratif ada di Bulungan, namun untuk pengelolaan hutan masuk wilayah kayanya dibawah KPH kota Tarakan. Kali ini kita juga akan bentuk Lembaga untuk memfasilitasi program perhutanan sosial,” pungkasnya. (rz/mk)

Related Articles

Bagaimana Tanggapan Anda?....

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d blogger menyukai ini: