TANA TIDUNG, Metrokaltara.com – Menanggapi keluhan masyarakat terkait Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) yang hanya beroperasi sebentar, Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kabupaten Tana Tidung memastikan akan memanggil pengelola SPBU untuk meminta penjelasan.
Plt Kasat Pol PP Tana Tidung, Arief Prasetiawan, mengatakan pihaknya sudah berkoordinasi dengan tim pengawasan distribusi BBM yang berada di Bagian Kesejahteraan Rakyat (Kesra).
“Kami anggota Pol PP sudah bertemu dengan tim pengawasan distribusi BBM di Kesra untuk membahas teknis penanganannya. Tapi kami juga akan memanggil langsung pengelola SPBU untuk mengetahui kendala yang membuat jam operasional menjadi singkat,” ujarnya.
Arief menambahkan, sebelumnya pihak Pertamina telah memanggil pengelola SPBU pasca penertiban Pertamini, bahkan mewajibkan seluruh SPBU buka pada Sabtu dan Minggu. Namun, hingga kini belum semua SPBU menerapkan aturan tersebut.
“Untuk Pertamini, sekarang sudah aman. Tidak ada lagi pedagang bensin yang menggunakan Pertamini. Kami sebagai penegak Perda siap hadir menjalankan aturan yang diberikan Pemda,” tegasnya.
Pemilik SPBU Tideng Pale Beri Penjelasan
Menanggapi isu tersebut, Direktur SPBU Tideng Pale, H. Deni, Rabu (13/8/2025) menjelaskan bahwa dari lima SPBU di Tana Tidung, pihaknya termasuk yang paling rutin beroperasi dan memiliki absensi jam buka. Ia menyebut kuota BBM terbesar justru berada di SPBU Sebidai, bukan di SPBU yang dikelolanya.
Adapun lima SPBU di Tana Tidung antara lain: SPBU Sebidai, SPBU Tideng Pale, SPBU Betayau, SPBU Muruk Rian, SPBU Tana Lia SPB Nelayan Sesayap Hilir.
H. Deni menegaskan bahwa SPBU Tideng Pale buka pukul 08.30–12.00, istirahat makan siang dan salat, lalu buka kembali pukul 14.00–17.00, dengan catatan stok BBM tersedia. Jika Pertalite habis, pihaknya menyediakan Pertamax.
Menurutnya, keluhan sebagian masyarakat, terutama pegawai negeri, muncul karena jam operasional SPBU bertepatan dengan jam kerja atau istirahat mereka.
“Kami menyambut baik niat Satpol PP untuk menertibkan SPBU di Tana Tidung. Kami berharap semua pengusaha SPBU bisa dipanggil bersama untuk mencari solusi. Ke depan, kami akan menyesuaikan jam operasional agar bisa melayani lebih baik dan tidak bentrok dengan jam istirahat pegawai,” ujarnya.
H. Deni menutup dengan harapan, koordinasi semua pihak dapat membawa perbaikan pelayanan BBM di Bumi Upun Taka. (**)

