Tarakan, MK – Sekolah Rakyat Terintegrasi (SRT) 2 Tarakan kini resmi menggunakan gedung baru permanen di Kawasan Siap Bangun (Kasiba), Jalan Sabindo, Kelurahan Juata Laut, Kecamatan Tarakan Utara. Seluruh siswa telah pindah dan tinggal di asrama sejak 7 Oktober 2026 lalu.
Gedung yang dibangun oleh Kementerian Pekerjaan Umum (PU) melalui Direktorat Jenderal Prasarana Strategis telah merampungkan 8 bangunan baik gedung sekolah, asrama, ruang makan dan dapur untuk jenjang SMP.
Humas SRT 2 Tarakan, Sherly Jelita Putri mengatakan, kepindahan dari gedung sementara di UPTD LLK Gunung Tembak, Kelurahan Kampung Enam ke gedung baru dilakukan serentak pada tanggal tersebut. Saat ini seluruh siswa sudah menetap di asrama.
“Anak-anak sudah tinggal di sini semuanya, sudah dimulai tanggal 7 Oktober,” ujar Sherly kepada RRI, Selasa (26/10/2026).
Ia menjelaskan, total siswa SRT 2 Tarakan saat ini kurang lebih 250 siswa. Terdiri dari jenjang SD, SMP, dan SMA. Saat ini untuk siswa baru masih dalam tahap Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS). Sedangkan siswa lama sudah melaksankan kegiatsn belajar mengajar.
Menurutnya, MPLS di Sekolah Rakyat berlangsung selama 19 hari, kemudian dilanjutkan dengan matrikulasi selama satu bulan sebagai persiapan sebelum masuk pembelajaran reguler.
“Jadi MPLS 19 hari, dilanjutkan matrikulasi sebulan. Ini persiapan menuju reguler,” jelas Sherly.
Untuk proses pembelajaran reguler, Sherly menegaskan tidak ada perbedaan dengan sekolah umum. Bedanya, di Sekolah Rakyat ada asrama dengan pembinaan karakter khusus oleh wali asrama. Selain itu ada program matrikulasi sebagai adaptasi awal bagi siswa baru.
Saat ini, tenaga pendidik yang ada berjumlah 25 guru. Terdiri dari 6 guru SD dan sisanya guru SMP dan SMA. Ada pun asal siswa, tidak hanya dari Tarakan, tetapi juga ada yang berasal dari luar daerah, meskipun jumlahnya tidak terlalu banyak.
Disinggung fasilitas sekolah, Sherly menilai sudah sangat baik. Gedung sudah dilengkapi mebeler yang Bagus. Di asrama pun sudah disiapkan ranjang, kasur, lemari baju dan lain-lain.
Selain itu, siswa mendapatkan semua kebutuhan secara gratis. Mulai dari seragam, asrama, hingga makan. Hanya saja pembagian sepatu masih dalam proses pengajuan.
Untuk gedung, saat ini yang digunakan masih terpusat di gedung SMP, termasuk Asrama putra dan putri. Namun apabila rampung 100 persen, Masing-masing jenjang akan dipisah.
Di sebelahnya sudah ada gedung SMA, dan nantinya kompleks tersebut akan dibagi tiga untuk SD, SMP dan SMA. Selain itu sudah tersedia gedung ibadah yang sementara dipakai untuk shalat anak-anak, serta dapur yang saat ini masih dipakai untuk penyimpanan barang.
Untuk asrama guru, rumah susun (rusun) guru masih dalam proses pembangunan, sehingga para guru masih tinggal di luar.
Sherly menambahkan, gedung sementara di LLK Gunung Tembak sudah tidak dipakai lagi dan saat ini sedang dalam proses serah terima kembali ke pengelola LLK oleh Waka Sarpras.
“Gedung sementara sudah tidak dipakai. Sekarang lagi proses serah terima ke LLK,” katanya.
Soal kendala setelah pindah ke gedung baru, ia mengakui sempat ada masalah air, namun kini sudah teratasi dan semua berjalan aman, termasuk kebutuhan listrik yang dibantu pihak terkait.
“Kemarin sempat air, tapi sekarang sudah aman. Listrik juga aman, kita dibantu,” pungkas Sherly. (Rajab)

