Jakarta, MK – Gelaran Indo Water yang diselenggarakan bersamaan dengan Indo Waste & Recycling, Indo Renergy & Electric, Indo Security, Indo Firex, serta Indonesia International Smart City 2026 Expo & Forum menghadirkan berbagai forum strategis dalam rangkaian pameran yang diselenggarakan
Pameran lintas sektor ini mempertemukan pemerintah, pelaku industri, akademisi, asosiasi, dan mitra strategis dalam satu platform kolaborasi yang menghadirkan berbagai solusi di bidang air dan air limbah, pengelolaan sampah dan daur ulang, energi terbarukan dan kelistrikan, keamanan, proteksi kebakaran, hingga solusi kota cerdas.
Pameran ini juga didukung oleh lebih dari 30 kementerian, lembaga, asosiasi, akademisi, dan mitra strategis yang berkolaborasi menghadirkan forum, seminar, pelatihan, hingga program edukatif.
Di hari kedua, berbagai agenda strategis, mulai dari business matchmaking, demonstrasi teknologi, hingga forum industri yang menitikberatkan pada penguatan kolaborasi lintas sektor untuk mendorong pengelolaan sumber daya yang berkelanjutan.
Bahas pengelolaan sampah
Waste to Energy Forum bertajuk “Enhancing National Ef orts Through Regional Governance & Yield Innovation” secara resmi dibuka oleh Direktur Jenderal Bina Administrasi Kewilayahan, Kementerian Dalam Negeri Republik Indonesia, Bapak Dr. Drs. Safrizal, Z.A., M.Si.
Forum ini menyoroti pentingnya perubahan paradigma pengelolaan sampah dari pendekatan yang berorientasi pada pembuangan di TPA menuju pengelolaan dari hulu melalui reduce, reuse, dan recycle, serta pengembangan berbagai alternatif pemanfaatan sampah menjadi sumber daya dan energi.
Dalam paparannya, Safrizal menekankan bahwa pemerintah daerah memiliki peran penting dalam membangun sistem pengelolaan sampah yang efektif, mulai dari penyusunan regulasi, penguatan kelembagaan dan pendanaan, penyediaan sarana prasarana, hingga fasilitasi kerja sama dengan of taker dan pelaku usaha.
Pengembangan waste to energy juga perlu didukung oleh kesiapan tata kelola daerah dan kolaborasi antarpemangku kepentingan agar dapat menjadi bagian dari solusi jangka panjang pengelolaan sampah.
The ASEAN Recycling Summit 3.0
Sebagai salah satu agenda utama sektor pengelolaan sampah dan daur ulang, The ASEAN Recycling Summit 3.0 yang diselenggarakan oleh Asosiasi Daur Ulang Plastik Indonesia (ADUPI) menghadirkan diskusi mengenai perkembangan industri daur ulang plastik, implementasi ekonomi sirkular, serta penguatan kolaborasi regional dalam membangun ekosistem daur ulang yang lebih berkelanjutan dan berdaya saing.
Kegiatan tersebut dibuka oleh Mr. Kwok Fuk Seng, Ambassador of Singapore to the Republic of Indonesia, dan turut dihadiri oleh Wakil Menteri Lingkungan Hidup Republik Indonesia, Bapak Diaz Hendropriyono, bersama para pemangku kepentingan dari pemerintah, industri, asosiasi, akademisi, serta mitra dari kawasan ASEAN.
Dalam kesempatan tersebut, Diaz menekankan pentingnya kolaborasi antara berbagai pihak dalam mendorong peningkatan recycling rate di Indonesia. Menurutnya, penyelenggaraan forum ini menjadi salah satu ruang untuk memperkuat kerja sama tersebut, terutama dalam mendorong praktik pemilahan sampah.
“Saya ingin menekankan kembali betapa pentingnya event ini karena recycling rate kita sebenarnya masih lumayan sedikit. Jadi kita di KLH siap berkolaborasi dengan ADUPI dan Napindo, apa yang perlu kita kerjasamakan supaya recycling rate kita bisa meningkat,” ujarnya.
Hal ini sejalan dengan target pemerintah untuk memastikan 100 persen sampah nasional dapat terkelola dengan baik pada 2029.
Sementara itu, Ketua Umum Asosiasi Daur Ulang Plastik Indonesia (ADUPI), Christine Halim menekankan bahwa isu sampah plastik dan ekonomi sirkular tidak lagi dapat dipandang semata-mata sebagai persoalan lingkungan, tetapi juga berkaitan erat dengan pengembangan industri, inovasi teknologi, penciptaan lapangan kerja, pengurangan emisi, serta penguatan rantai pasok bahan baku yang berkelanjutan.
Ragam kegiatan pendukung
Pameran ini turut menghadirkan business matching, demonstrasi teknologi, talkshow keamanan, simulasi kebakaran kendaraan, coaching clinic, serta sesi edukasi dan presentasi produk hingga 13 Agustus 2026.
Agenda lanjutan mencakup Indonesia International Water Forum, diskusi keselamatan kebakaran bangunan dan kendaraan listrik, serta penampilan Hydrogen Motorcycle karya Antasena ITS.
Sementara itu, rangkaian pameran akan kembali digelar pada 24–26 Agustus 2027 di NICE, PIK 2, Tangerang, sebagai wadah kolaborasi dan pengembangan solusi lintas sektor.
(PRI)

