TARAKAN – Kodim 0907/Tarakan menyalurkan 7.000 liter air bersih kepada masyarakat yang mengalami kesulitan memperoleh air bersih. Bantuan tersebut menyasar warga di RT 16 Kelurahan Kampung Satu Skip, Kecamatan Tarakan Tengah, RT 01 Kelurahan Kampung Enam, Kecamatan Tarakan Timur, serta Masjid Nurul Hidayah di Kampung Satu pada 29 Juli 2026.
Dandim 0907/Tarakan Letkol Inf. Danan Wisnubrata mengatakan, kegiatan tersebut merupakan bagian dari Bakti TNI AD untuk membantu warga yang menghadapi keterbatasan air bersih.
“Kegiatan ini kita laksanakan untuk membantu masyarakat yang kesulitan mendapatkan air bersih. Air kita distribusikan langsung ke beberapa titik yang sudah ditentukan, terutama untuk warga yang memang membutuhkan,” ujarnya.
Penyaluran pertama dilakukan di RT 16 Kelurahan Kampung Satu Skip. Sebanyak 30 kepala keluarga menerima masing-masing 100 liter air bersih.
Bantuan kemudian diberikan kepada Masjid Nurul Hidayah RT 16 Kampung Satu sebanyak 1.000 liter. Distribusi selanjutnya menyasar RT 01 Kelurahan Kampung Enam dengan jumlah penerima sebanyak 30 kepala keluarga dan masing-masing mendapatkan 100 liter.
Total air bersih yang disalurkan mencapai 7.000 liter. Kegiatan tersebut melibatkan Danramil 0907-01/Tarakan Timur Mayor Inf. Pakih bersama 10 personel Kodim 0907/Tarakan serta unsur masyarakat di wilayah penerima.
Danan menuturkan, penyaluran air bersih menjadi salah satu bentuk bantuan yang dapat diberikan TNI ketika masyarakat menghadapi persoalan kebutuhan dasar.
“Air bersih ini kebutuhan sehari-hari. Ketika ada warga yang kesulitan mendapatkannya, tentu kita harus ikut membantu. Kita datang ke lokasi dan memastikan bantuan air bisa diterima oleh masyarakat yang sudah didata,” katanya.
Rangkaian kegiatan dimulai sekitar pukul 09.00 WITA dari Makodim 0907/Tarakan menuju RT 16 Kampung Satu Skip. Sekitar pukul 10.30 WITA, distribusi dilanjutkan ke Masjid Nurul Hidayah, kemudian sekitar pukul 11.30 WITA menuju RT 01 Kampung Enam.
Dandim juga mengingatkan masyarakat agar menggunakan air secara bijak, khususnya ketika ketersediaan air bersih terbatas.
“Kalau kondisi seperti ini terjadi, penggunaan air perlu diatur dengan baik. Kita juga mengajak masyarakat untuk menjaga lingkungan dan sumber air yang ada, sehingga kebutuhan air bisa tetap tersedia untuk warga,” tuturnya. (*)

