Tingkatkan Kesiapsiagaan, BPBD Nunukan Sosialisasikan KIE Kebencanaan Di Sembakung Atulai

by Redaksi Kaltara

Nunukan, MK – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Nunukan menggelar kegiatan Sosialisasi, Informasi, Komunikasi, dan Edukasi (KIE) terkait daerah rawan bencana tahun 2026 di Aula Kantor Kecamatan Sembakung Atulai, Rabu (6/5/2026).

Kegiatan ini dilaksanakan sebagai upaya meningkatkan kapasitas dan kesiapsiagaan masyarakat dalam menghadapi potensi bencana yang kerap terjadi di wilayah tersebut, seperti banjir, tanah longsor, serta kebakaran hutan dan lahan (karhutla).

Peserta kegiatan terdiri dari aparat desa, Karang Taruna, Badan Permusyawaratan Desa (BPD), serta instansi terkait di lingkungan Pemerintah Kecamatan Sembakung Atulai.

Dalam pelaksanaannya, kegiatan diisi dengan sosialisasi tatap muka serta penyuluhan edukatif mengenai kebencanaan. Materi yang disampaikan mencakup jenis-jenis bencana yang berpotensi terjadi di wilayah Lumbis, langkah mitigasi bencana, tindakan sebelum, saat, dan setelah bencana, serta pengenalan sistem peringatan dini.

Kepala Bidang Sistem dan Informasi BPBD Kabupaten Nunukan, Daniel, selaku narasumber utama, menegaskan pentingnya peran masyarakat dalam upaya penanggulangan bencana.

“Melalui kegiatan ini, kami berharap masyarakat tidak hanya memahami potensi risiko bencana di wilayahnya, tetapi juga mampu mengambil langkah cepat dan tepat saat bencana terjadi. Kesiapsiagaan itu dimulai dari pengetahuan,” ujar Daniel.

Ia juga menambahkan bahwa sinergi antara pemerintah dan masyarakat menjadi kunci utama dalam meminimalisir dampak bencana.
“Kolaborasi antara BPBD, pemerintah desa, dan masyarakat harus terus diperkuat. Penanggulangan bencana bukan hanya tugas pemerintah, tetapi tanggung jawab bersama,” tambahnya.

Sementara itu, Komandan BPBD Pos Lumbis, Jamiat, turut mengapresiasi antusiasme peserta dalam mengikuti kegiatan tersebut.

“Kami melihat partisipasi masyarakat cukup baik. Ini menjadi modal penting dalam membangun kesiapsiagaan di tingkat desa. Ke depan, kami akan terus melakukan pendekatan langsung agar pemahaman ini bisa merata hingga ke seluruh lapisan masyarakat,” ungkap Jamiat.

Dari kegiatan ini, terlihat adanya peningkatan pemahaman masyarakat terkait potensi bencana, kemampuan dalam melakukan penyelamatan diri, serta tumbuhnya kesadaran kolektif akan pentingnya kesiapsiagaan.

Selain itu, kegiatan ini juga memperkuat koordinasi antara BPBD, pemerintah desa, dan masyarakat setempat.

Selama pelaksanaan kegiatan, tidak ditemukan hambatan maupun kendala yang berarti. Upaya yang dilakukan BPBD dalam mendukung kegiatan ini antara lain melalui koordinasi dengan pemerintah desa, pemanfaatan media komunikasi seperti WhatsApp, serta pendekatan langsung kepada masyarakat.

BPBD Kabupaten Nunukan berharap kegiatan serupa dapat terus dilakukan secara berkelanjutan guna menciptakan masyarakat yang tangguh dan siap menghadapi bencana. (**)

Related Articles

Bagaimana Tanggapan Anda?....

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses