TANJUNG SELOR, MK — Bupati Bulungan menyoroti sikap sejumlah aparatur sipil negara (ASN) yang meninggalkan lapangan sebelum upacara peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-66 Kabupaten Bulungan dan HUT ke-236 Kota Tanjung Selor selesai dilaksanakan. Ia meminta kepala organisasi perangkat daerah (OPD) melakukan pendataan terhadap ASN yang meninggalkan upacara sebelum ada pembubaran resmi.
Bupati menilai tindakan tersebut tidak mencerminkan kedisiplinan dan keteladanan sebagai aparatur pemerintah, terlebih upacara tersebut merupakan momentum penting bagi seluruh masyarakat Kabupaten Bulungan.
“Saya perhatikan dari atas panggung, sebelum acara itu dibubarkan, sebenarnya banyak teman-teman ASN yang notabene sebagai peserta upacara sudah keluar. Tentu secara etika, itu tidak baik,” tegasnya.
Menurutnya, ASN yang mengabdi di lingkungan Pemerintah Kabupaten Bulungan seharusnya menjadi contoh bagi masyarakat dalam menghormati kegiatan resmi daerah. Peringatan hari jadi bukan sekadar agenda seremonial, melainkan momentum bersama yang sepatutnya diikuti dengan penuh tanggung jawab.
“Ini bukan hari jadi orang lain, ini hari jadinya kita. Kita ini warga Bulungan, kita mengabdi di lingkungan Pemerintah Kabupaten Bulungan. Kita berharap ASN yang paling utama menunjukkan contoh dan memberikan keteladanan supaya bisa diikuti secara lebih luas oleh masyarakat yang lain,” ujarnya.
Sebagai tindak lanjut, Bupati meminta seluruh kepala OPD mendata dan menginventarisasi ASN di lingkungan masing-masing yang meninggalkan lapangan sebelum upacara resmi dibubarkan oleh pemimpin upacara.
Ia menegaskan, kedisiplinan harus menjadi bagian dari tanggung jawab ASN, termasuk dalam mengikuti kegiatan resmi pemerintahan hingga selesai.
Bupati mengakui bahwa mengikuti upacara dengan berdiri selama kurang lebih dua jam dapat menimbulkan kelelahan. Namun, menurutnya, kondisi tersebut perlu dibedakan dengan peserta yang memang mengalami gangguan kesehatan atau membutuhkan penanganan khusus.
“Saya paham teman-teman pasti capek berdiri, saya juga capek berdiri. Kalau ada yang pingsan atau memang mau istirahat, mungkin silakan, kita hormati. Tetapi sebelum acara dibubarkan oleh pemimpin upacara, banyak teman-teman yang sudah keluar dari lapangan. Ini yang saya tegur,” katanya.
Ia mengingatkan bahwa upacara hari jadi daerah hanya berlangsung sekali dalam setahun sehingga sudah sepatutnya diikuti dengan sikap menghargai dan rasa tanggung jawab.
Selain meminta pendataan, Bupati juga menyinggung kemungkinan penerapan sanksi berupa pemotongan tunjangan bagi ASN yang tidak memenuhi ketentuan kehadiran dalam kegiatan tersebut.
Ia mengaitkan kedisiplinan pegawai dengan tanggung jawab atas dukungan dan perbaikan penghasilan yang telah diberikan pemerintah kepada ASN.
“Kita sudah memberikan dukungan yang berkaitan dengan perbaikan penghasilan teman-teman. Tetapi hanya untuk berdiri sekitar dua jam lebih, kita masih setengah hati. Apalagi ini hari jadi Kabupaten Bulungan, ya kita harus menghormatinya,” ujarnya.
Bupati kemudian menyampaikan kemungkinan kebijakan terkait kehadiran, termasuk opsi pemotongan tunjangan bagi pegawai yang tidak mengikuti kegiatan sebagaimana mestinya.
“Tentu teguran. Nanti saya minta kepada teman-teman untuk mendata. Bahkan, saya sampaikan mungkin juga kita buat kebijakan, apakah yang hadir atau yang tidak hadir, ya tentu dipotong saja,” tegasnya.
Pernyataan tersebut menunjukkan bahwa pemotongan tunjangan menjadi opsi yang disampaikan Bupati sebagai bentuk penegakan kedisiplinan. Namun, penerapan sanksi tersebut tetap perlu ditindaklanjuti melalui kebijakan resmi dan disesuaikan dengan ketentuan kepegawaian serta aturan pemberian tunjangan yang berlaku.
Bupati berharap peristiwa tersebut menjadi bahan evaluasi bagi seluruh perangkat daerah agar lebih meningkatkan kedisiplinan dan tanggung jawab dalam mengikuti agenda resmi pemerintah.
Menurutnya, penghormatan terhadap daerah harus dimulai dari aparatur yang bertugas melayani masyarakat. Karena itu, ASN diharapkan tidak hanya hadir dalam kegiatan seremonial, tetapi juga menunjukkan sikap yang mencerminkan nilai-nilai disiplin dan keteladanan.
“Siapa lagi yang akan mengajak orang luar menghormati daerah ini kalau kita sendiri tidak menghormatinya? Kalau kita sendiri tidak menunjukkan sikap itu, tentu akan sulit,” ujarnya.
Pemerintah Kabupaten Bulungan diharapkan dapat menindaklanjuti hasil pendataan tersebut secara proporsional, sehingga penegakan disiplin berjalan sesuai aturan dan menjadi pembelajaran bagi seluruh ASN untuk lebih menghargai kegiatan resmi daerah. (Fy/red)

