FGD Pendidikan Bulungan, Bupati Dorong Guru Perkuat Inovasi dan Kearifan Lokal dalam Pembelajaran

by Muhammad Refy Ramadhan

TANJUNG SELOR, MK – Pemerintah Kabupaten Bulungan terus mendorong peningkatan kualitas pendidikan melalui penguatan kreativitas dan inovasi tenaga pendidik. Salah satu upaya tersebut diwujudkan melalui kegiatan Focus Group Discussion (FGD) yang melibatkan para guru dari 10 kecamatan se-Kabupaten Bulungan.

Kegiatan yang diselenggarakan Dinas Pendidikan Kabupaten Bulungan tersebut menjadi wadah bagi para guru jenjang SD, SMP, hingga MTs untuk bertukar pengalaman, memamerkan media pembelajaran inovatif, serta merumuskan strategi bersama dalam meningkatkan mutu pendidikan.

Dalam arahannya, Bupati Bulungan mengapresiasi konsistensi Dinas Pendidikan dalam menyelenggarakan kegiatan FGD setiap tahun. Menurutnya, keberlanjutan forum seperti ini sangat penting agar berbagai inovasi dan strategi pembelajaran dapat terus dikembangkan serta dievaluasi.

“Saya sangat mengapresiasi kegiatan ini. Sebagus apa pun strategi yang kita temukan untuk meningkatkan kualitas pendidikan, kalau tidak konsisten dilaksanakan, kita akan sulit mengukur capaian keberhasilannya,” ungkapnya.

Ia berharap FGD tersebut dapat terus menjadi agenda rutin pemerintah daerah, sehingga kreativitas para guru di setiap kecamatan dapat terpetakan dan dikembangkan secara berkelanjutan.

Bupati juga menyampaikan bahwa arah pembangunan Kabupaten Bulungan tahun 2027 akan menitikberatkan pada penguatan sumber daya manusia (SDM) unggul, dengan pendidikan dan kesehatan sebagai dua sektor utama.

Menurutnya, peningkatan mutu pendidikan formal harus menjadi perhatian bersama, terutama dalam memastikan proses belajar-mengajar di sekolah berjalan semakin berkualitas. Pemerintah daerah juga tetap memberikan perhatian terhadap kesejahteraan guru, termasuk keberlanjutan tambahan penghasilan bagi tenaga pendidik pada 2027.

“Ini menjadi perhatian pemerintah daerah. Mudah-mudahan dengan dukungan yang diberikan, ada semangat dan motivasi dari teman-teman guru untuk bersama-sama meningkatkan kualitas pendidikan anak-anak kita,” ujarnya.

Dalam kesempatan tersebut, Bupati turut meninjau sejumlah stan media pembelajaran hasil kreativitas guru dari berbagai kecamatan. Ia mengapresiasi penggunaan bahan-bahan sederhana yang tersedia di lingkungan sekolah serta mulai dimasukkannya unsur kearifan lokal dalam proses pembelajaran.

Salah satu inovasi yang menarik perhatian adalah media pembelajaran berupa miniatur pembangkit listrik tenaga air (PLTA) yang dibuat menggunakan sendok plastik, dinamo, kabel, dan lampu sederhana.

Menurutnya, inovasi tersebut menunjukkan bahwa pembelajaran tidak harus selalu disampaikan melalui teori dalam buku, tetapi dapat diperkuat dengan praktik langsung agar siswa lebih mudah memahami materi.

“Yang saya syukuri, media yang ditampilkan sebagian besar menggunakan bahan yang ada di sekeliling sekolah dan sudah ada sentuhan kearifan lokalnya. Jadi bukan hanya membaca teori, tetapi anak-anak bisa melihat langsung praktiknya,” jelasnya.

Ia juga mencontohkan pentingnya memasukkan potensi daerah ke dalam materi pembelajaran, seperti pengenalan desa, kondisi geografis, kehidupan sosial masyarakat, hingga kekayaan alam dan budaya yang ada di Kabupaten Bulungan.

Dengan demikian, siswa tidak hanya memperoleh pengetahuan akademik, tetapi juga mengenal lingkungan dan identitas daerahnya sendiri.

Sebagai langkah pengembangan inovasi pendidikan, Bupati memberikan arahan kepada Dinas Pendidikan agar mengumpulkan dan mendokumentasikan seluruh hasil kreativitas guru yang telah dihasilkan sejak 2024.

Ia mengusulkan agar berbagai media pembelajaran tersebut dihimpun dalam sebuah buku media pembelajaran Kabupaten Bulungan yang dapat menjadi referensi bagi seluruh sekolah.

“Saya tugaskan malam ini kepada Kepala Dinas Pendidikan supaya kreativitas teman-teman guru sejak tahun 2024 tidak hilang. Saya ingin kita bisa melahirkan buku media pembelajaran Kabupaten Bulungan yang berbasiskan kegiatan selama empat tahun yang sudah kita laksanakan,” tegasnya.

Menurutnya, dokumentasi tersebut dapat disusun berdasarkan edisi tahun 2024, 2025, dan 2026. Nantinya, hasil inovasi guru dari satu kecamatan dapat dimanfaatkan dan dikembangkan oleh sekolah di kecamatan lainnya.

Ia menilai pertukaran media pembelajaran akan memperkaya metode pengajaran sekaligus memperluas pengenalan kearifan lokal antardaerah.

“Jadi kita kaya akan media pembelajaran. Produk yang dibuat teman-teman guru bisa saling ditukar, dari satu kecamatan ke kecamatan lainnya. Dengan begitu, anak-anak kita juga bisa mengenal kearifan lokal yang ada di seluruh wilayah Bulungan,” katanya.

Selain mendorong inovasi pembelajaran, Bupati juga menyoroti tantangan pelaksanaan asesmen dan Tes Kemampuan Akademik (TKA) berbasis digital.

Ia mengungkapkan masih terdapat kendala yang dihadapi siswa dalam mengakses dan mengerjakan soal berbasis komputer, bahkan di sekolah yang berada di wilayah perkotaan.

Karena itu, ia meminta para guru melalui forum Musyawarah Guru Mata Pelajaran (MGMP) untuk bersama-sama membedah dan mempelajari karakteristik soal TKA sebagai bagian dari persiapan menghadapi pelaksanaan asesmen berikutnya.

“Saya berharap melalui MGMP, soal-soal yang ada dalam TKA bisa kita bedah. Bukan untuk menyalin persis, tetapi paling tidak arah dan karakteristik soalnya bisa kita pahami sehingga anak-anak kita lebih siap,” ungkapnya.

Di sisi lain, ia mengingatkan bahwa kemajuan digitalisasi pendidikan harus tetap diimbangi dengan penguatan kemampuan dasar siswa, khususnya literasi, menulis, dan kreativitas.

Ia meminta para guru menghidupkan kembali kegiatan mengarang, pekerjaan rumah berbentuk tulisan tangan, serta latihan menulis indah yang dinilai penting dalam mengembangkan imajinasi dan kemampuan siswa.

“Kemajuan digitalisasi harus kita ikuti, tetapi tolong juga kita jaga kemampuan anak-anak dalam menulis. Saya minta kegiatan mengarang dan latihan tulisan tangan dihidupkan kembali agar kemampuan dan imajinasi anak-anak kita tetap berkembang,” pesannya.

Bupati juga mendorong agar pembelajaran tidak hanya berlangsung di dalam ruang kelas. Para guru diharapkan dapat memanfaatkan potensi alam, budaya, dan kehidupan masyarakat setempat sebagai sumber belajar bagi peserta didik.

Ia mencontohkan keberadaan komunitas masyarakat adat Punan Batu Benau di Desa Sajau yang memiliki kekhasan sebagai komunitas pemburu dan peramu. Keberadaan komunitas tersebut dapat menjadi bahan pembelajaran mengenai kehidupan masyarakat adat, lingkungan, dan pelestarian keanekaragaman hayati.

Selain itu, berbagai potensi daerah seperti Batu Tumpuk, Gunung Putih, Air Terjun Nutuk di Peso, Pantai Limung, Sungai Kayan, hingga kekayaan budaya di sejumlah kecamatan juga dapat diperkenalkan kepada siswa.

“Anak-anak jangan hanya tahu Monas atau tempat-tempat di luar daerah. Mereka juga harus mengenal bahwa di Bulungan ada Sungai Kayan, Pantai Limung, Batu Tumpuk, Gunung Putih, dan berbagai potensi lainnya. Ini harus mulai kita kenalkan melalui pembelajaran,” tuturnya.

Ia berharap kegiatan belajar di luar kelas dapat menjadi pengalaman langsung bagi siswa untuk memahami lingkungan, budaya, dan kekayaan daerahnya.

Menutup arahannya, Bupati berharap forum FGD dapat semakin sering dilaksanakan, baik secara langsung maupun virtual, sehingga komunikasi dan pertukaran informasi antarguru dari seluruh kecamatan tetap berjalan.

Menurutnya, peningkatan kualitas pendidikan bukan hanya menjadi tanggung jawab pemerintah daerah, melainkan membutuhkan komitmen dan keterlibatan seluruh tenaga pendidik, kepala sekolah, serta masyarakat.

“Mutu pendidikan bukan hanya bergantung pada kebijakan pemerintah, tetapi bagaimana kebijakan itu dilaksanakan dengan baik. Ini menjadi tanggung jawab kita bersama, dan kreativitas teman-teman guru merupakan kekuatan besar untuk memajukan pendidikan di Kabupaten Bulungan,” pungkasnya. (Fy/red)

Related Articles

Bagaimana Tanggapan Anda?....

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses