Kebun Raya Bundayati Dapat Apresiasi BRIN, Bupati Syarwani Terima Penghargaan Nasional

by Muhammad Refy Ramadhan

JAKARTA, MK – Komitmen Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bulungan dalam mengembangkan Kebun Raya Bunda Ayati (Bundayati) di Tanjung Selor mendapat apresiasi dari Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN). Atas inisiatif dan langkah responsif dalam mempersiapkan pembangunan kawasan konservasi keanekaragaman hayati tersebut, Bupati Bulungan, Syarwani, S.Pd., M.Si., menerima penghargaan tingkat nasional.

Penghargaan tersebut diserahkan dalam kegiatan Temu Pengelola Kebun Raya Indonesia yang diinisiasi Deputi Bidang Pemanfaatan Riset dan Inovasi BRIN, di Auditorium Soemitro Djojohadikusumo, Gedung B.J. Habibie BRIN, Jakarta, Selasa (3/11/2026).

Apresiasi ini menjadi bentuk pengakuan atas upaya Pemkab Bulungan dalam mengoptimalkan potensi dan sumber daya daerah untuk mendukung pengembangan kebun raya sebagai kawasan konservasi di Bumi Tenguyun.

Usai menerima penghargaan, Bupati Syarwani menyampaikan rasa syukur dan terima kasih atas perhatian serta apresiasi yang diberikan BRIN. Menurutnya, penghargaan tersebut bukan sekadar bentuk pengakuan, tetapi juga menjadi motivasi bagi pemerintah daerah untuk terus memperkuat komitmen terhadap pelestarian lingkungan.

“Pembangunan Kebun Raya Bundayati Tanjung Selor bukan hanya tentang menyediakan ruang terbuka hijau (RTH), tetapi ini adalah investasi jangka panjang dalam konservasi keanekaragaman hayati, pendidikan, penelitian, serta keberlanjutan lingkungan bagi generasi mendatang,” tegas Syarwani.

Ia menjelaskan, Kabupaten Bulungan memiliki kekayaan alam dan keanekaragaman hayati yang melimpah. Karena itu, keberadaan Kebun Raya Bundayati diarahkan tidak hanya sebagai taman kota, tetapi juga menjadi pusat konservasi, penelitian, dan edukasi bagi masyarakat.

Untuk mewujudkan tujuan tersebut, Pemkab Bulungan terus memperkuat kolaborasi dengan BRIN serta berbagai pemangku kepentingan agar pengelolaan dan pengembangan kawasan dapat berjalan secara terencana, optimal, dan berkelanjutan.

Selain memiliki fungsi ekologis, Kebun Raya Bundayati juga diproyeksikan menjadi ruang publik yang ramah bagi masyarakat. Kawasan ini diharapkan dapat menjadi tempat interaksi sosial sekaligus dimanfaatkan warga Tanjung Selor dan sekitarnya untuk berbagai kegiatan, mulai dari olahraga hingga aktivitas kemasyarakatan.

“Saya mengajak seluruh masyarakat untuk terus mencintai, memelihara, dan merawat kawasan Bundayati ini agar bisa kita manfaatkan bersama untuk olahraga dan mempererat tali silaturahmi,” ujarnya.

Syarwani juga menyampaikan bahwa pemerintah daerah secara bertahap terus melengkapi fasilitas pendukung guna meningkatkan kenyamanan masyarakat yang berkunjung ke kawasan tersebut.

Namun, ia mengingatkan bahwa keberadaan fasilitas publik harus diiringi dengan kesadaran masyarakat untuk menjaga kebersihan, ketertiban, dan kelestarian lingkungan.

“Kebersihan, ketertiban, dan kelestarian kawasan harus kita jaga bersama. Keberlanjutan Kebun Raya Bundayati tidak hanya bergantung pada Pemkab Bulungan, tapi juga butuh partisipasi aktif dari seluruh warga,” imbaunya.

Tidak hanya menerima penghargaan, dalam kegiatan nasional tersebut Bupati Syarwani juga dipercaya menjadi salah satu narasumber utama. Ia tampil dalam sesi bertema “Strengthening the Role of Botanical Gardens in Biodiversity Conservation” atau Penguatan Peran Kebun Raya dalam Konservasi Keanekaragaman Hayati.

Di hadapan para pengelola kebun raya dan peneliti dari berbagai daerah di Indonesia, Syarwani memaparkan praktik baik, strategi, serta komitmen Pemkab Bulungan dalam mengintegrasikan fungsi konservasi alam dengan kebutuhan ruang publik perkotaan.

Penghargaan dari BRIN tersebut diharapkan semakin memperkuat langkah Kabupaten Bulungan dalam mengembangkan Kebun Raya Bundayati sebagai kawasan konservasi, edukasi, penelitian, sekaligus ruang publik yang memberikan manfaat berkelanjutan bagi masyarakat dan generasi mendatang. (Fy/red)

Related Articles

Bagaimana Tanggapan Anda?....

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses