ASN Terlibat Penimbunan Masker di Makassar Dinonaktifkan

by Redaksi Kaltara

Makassar – Seorang Aparatur Sipil Negara (ASN) berinisial LC, 44, yang terlibat penimbunan masker bakal diberikan sanksi oleh Pemerintah Kota Makassar. Bahkan saat ini ASN tersebut sudah dinonaktifkan sementara.

“Sementara ditangani inspektorat. Untuk sementara yang bersangkutan dinonaktifkan,” kata Penjabat Wali Kota Makassar, Iqbal Suhaeb, saat dihubungi, di Makassar, Sulawesi Selatan, Jumat, 6 Maret 2020.

Iqbal menjelaskan bahwa hak-hak kepegawaian yang diterima oleh LC juga dihentikan hingga ada kepastian atau hasil pemeriksaan dari inspektorat Kota Makassar.

Iqbal Suhaeb belum bisa memastikan hinnga kapan LC akan diberhentikan. Namun yang pasti sanksi yang diterima oleh salah satu ASN rumah sakit di Kota Makassar itu bergantung pada hasil keputusan akhir.

“Kalau sampai kapan. Yah sampai ada hasil keputusan,” jelas Iqbal.

Sebelumnya penyidik Satreskrim Polsek Panakkukang menggerebek rumah tempat penimbunan masker. Tiga orang ditangkap saat pengungkapan itu. Ketiga orang itu yakni LC, 44, DS, 22, dan BP, 26.

Satu dari tiga orang yang ditangkap itu merupakan Aparatur Sipil Negara (ASN) di salah satu rumah sakit yang ada di Kota Makassar, Sulawesi Selatan.

Mereka ditangkap lantaran menimbun sebanyak 280 kotak masker di Kecamatan Moncongloe, Kabupaten Maros, Sulawesi Selatan pada 5 Maret 2020. Mereka rencananya akan menjual itu di Kota Makassar hingga ke luar negeri. (medcom)

Related Articles

Bagaimana Tanggapan Anda?....

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d blogger menyukai ini: