Baru Diperbaiki, Jalan Poros Seputuk Kembali Terendam Banjir, Akses Tercepat ke Malinau Lumpuh

by Isman Toriko

TANA TIDUNG, Metrokaltara.com – Hujan deras yang mengguyur wilayah Kabupaten Tana Tidung sejak Minggu malam kembali memperlihatkan persoalan lama di Jalan Poros Desa Seputuk. Senin (27/7/2026), ruas jalan yang menjadi jalur alternatif tercepat menuju Kabupaten Malinau itu kembali terendam banjir hingga membuat kendaraan roda dua maupun roda empat tidak dapat melintas.

Genangan air yang mencapai paha orang dewasa memutus akses transportasi warga. Di sejumlah titik, terutama di simpang masuk Desa Seputuk, arus air terlihat cukup deras dengan ketinggian mencapai paha orang dewasa. Kondisi tersebut memaksa para pengendara menghentikan perjalanan dan memilih memutar balik demi menghindari risiko kendaraan mogok maupun terseret arus.

Ironisnya, banjir kembali terjadi meski beberapa waktu lalu pemerintah telah melakukan perbaikan drainase di sepanjang ruas jalan tersebut. Harapan masyarakat agar pembangunan drainase mampu mengatasi genangan air justru belum terwujud.

Sejak pagi, antrean kendaraan mulai terlihat di lokasi banjir. Sebagian pengendara memilih menunggu air surut, sementara lainnya memutar arah menuju jalur lama yang membutuhkan waktu tempuh lebih lama.

Salah seorang pengendara mobil, Prasetyo, mengaku terpaksa membatalkan niatnya melewati Jalan Seputuk setelah melihat ketinggian air yang sudah menutupi badan jalan.

Akses Jalan Menuju Desa Seputuk Banjir dan Tak Dapat Dilalui

“Terpaksa putar balik saya, padahal sudah sampai Seputuk. Kalau banjirnya tidak dalam mungkin masih bisa dilewati, tapi ini airnya sudah tinggi, bisa masuk ke mesin mobil,” ujarnya.

Menurut Prasetyo, banjir di ruas jalan tersebut bukan lagi persoalan baru. Setiap kali hujan deras turun semalaman, kawasan itu hampir selalu berubah menjadi kubangan besar yang sulit dilintasi kendaraan.

“Dulu jalan ini memang parah, banyak kubangan dan sering banjir. Sekarang jalannya memang sudah diperbaiki dan tidak berlubang lagi, tapi tetap saja banjir. Padahal drainasenya baru selesai diperbaiki,” katanya.

Ia menilai pembangunan drainase seharusnya mampu mengurangi bahkan menghilangkan genangan air di badan jalan. Namun kenyataannya, air masih meluap hingga menutup akses utama masyarakat.

Menurutnya, titik yang paling parah berada di persimpangan menuju Desa Seputuk, di mana debit air lebih tinggi dan arusnya cukup deras sehingga sangat membahayakan pengguna jalan.

Padahal, Jalan Poros Seputuk menjadi pilihan utama masyarakat karena memangkas waktu perjalanan menuju Kabupaten Malinau.

“Kalau lewat jalan ini hanya sekitar satu setengah jam sudah sampai Malinau. Kalau lewat jalan lama bisa dua jam lebih,” jelasnya.

Keluhan serupa juga disampaikan pengendara sepeda motor, Pandu. Ia bersama rekannya nekat mencoba menerobos banjir karena mengira genangan tidak terlalu dalam. Namun di tengah jalan, motornya mendadak mati setelah air masuk ke knalpot.

“Saya kira tidak dalam. Pas di tengah ternyata air sudah sampai knalpot, motor langsung mati. Terpaksa kami dorong sambil cari bantuan,” ungkapnya.

Pandu mengatakan masyarakat sebenarnya berharap perbaikan jalan yang telah dilakukan pemerintah dapat menyelesaikan persoalan akses menuju Desa Seputuk. Namun hingga kini, masalah banjir masih terus menghantui pengguna jalan.

Warga Berharap Perlu Penanganan Serius Terhadap Banjir Yang Kerap Terjadi

“Dari dulu kalau tidak becek dan berlubang ya banjir. Sekarang jalannya sudah bagus, tapi malah banjir lagi. Jadi tetap saja susah dilewati,” katanya.

Menurutnya, pemerintah perlu melakukan evaluasi secara menyeluruh terhadap sistem drainase di kawasan tersebut. Sebab, kondisi kontur jalan yang tidak rata membuat aliran air tidak mengalir dengan baik sehingga mudah meluap ke badan jalan ketika hujan deras turun.

Ia berharap penanganan berikutnya tidak hanya berfokus pada pembangunan fisik jalan, tetapi juga memperhatikan saluran pembuangan air agar persoalan yang sama tidak terus berulang setiap musim hujan.

“Kami berharap pemerintah bisa memperbaiki jalan ini dengan benar. Ini akses penting masyarakat menuju Desa Seputuk dan Kabupaten Malinau. Kalau jalannya aman dan bebas banjir tentu aktivitas masyarakat juga lebih lancar,” harapnya.

Kembalinya banjir di Jalan Poros Seputuk menjadi pekerjaan rumah yang harus segera mendapat perhatian serius. Sebab, jalan tersebut bukan sekadar penghubung antardesa, melainkan urat nadi mobilitas warga, distribusi barang, hingga jalur tercepat menuju Kabupaten Malinau.

Tanpa solusi yang menyeluruh, setiap hujan deras berpotensi kembali melumpuhkan aktivitas masyarakat dan menghambat roda perekonomian di kawasan perbatasan tersebut. (rko)

Related Articles

Bagaimana Tanggapan Anda?....

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses