Tak Ada Lagi Alasan Anak Putus Sekolah karena Biaya, Pemkab Tana Tidung Pastikan Operasional PAUD Terpenuhi

by Isman Toriko

TANA TIDUNG, Metrokaltara.com – “Tidak ada alasan anak tidak sekolah karena biaya. “Kalimat tegas itu disampaikan Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Tana Tidung, Arman Jauhari, S.H., saat membuka Pelatihan Pengelolaan Dana BOP PAUD dan Pendidikan Kesetaraan di Pendopo Djaparudin, Selasa (21/7/2026).

Pernyataan tersebut menjadi penegasan komitmen Pemerintah Kabupaten Tana Tidung dalam menjamin setiap anak memperoleh akses pendidikan anak usia dini tanpa terkendala persoalan biaya.

Berdasarkan hasil riset Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah, kebutuhan biaya operasional non personalia pada jenjang PAUD mencapai minimal Rp1,7 juta dan idealnya Rp2 juta per murid setiap tahun. Sementara itu, bantuan dari pemerintah pusat melalui Dana Bantuan Operasional Penyelenggaraan (BOP) PAUD hanya sebesar Rp720 ribu per murid per tahun.

Melihat adanya kesenjangan pembiayaan tersebut, Pemerintah Kabupaten Tana Tidung mengambil langkah nyata dengan menutup kekurangan anggaran melalui hibah BOP Daerah.

Upaya ini tidak terlepas dari dorongan dan advokasi yang dilakukan Bunda PAUD Kabupaten Tana Tidung Vamelia Ibrahim, sehingga pemerintah daerah melalui Dinas Pendidikan dan Kebudayaan mampu mengalokasikan hibah sebesar Rp1,1 juta hingga Rp1,3 juta per murid per tahun.

Total anggaran yang digelontorkan mencapai lebih dari Rp1,2 miliar, yang diperuntukkan bagi 42 PAUD swasta di Kabupaten Tana Tidung.

Dengan sinergi pendanaan antara pemerintah pusat dan pemerintah daerah tersebut, kebutuhan operasional PAUD kini dapat dipenuhi secara menyeluruh, mulai dari standar minimal hingga biaya operasional ideal. Kebijakan ini diharapkan mampu menghilangkan hambatan ekonomi yang selama ini menjadi alasan sebagian masyarakat menunda atau tidak menyekolahkan anaknya ke PAUD.

Namun, besarnya dukungan anggaran juga harus diiringi dengan tata kelola yang baik dan akuntabel.

Karena itu, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan mengumpulkan seluruh kepala sekolah serta bendahara PAUD dan pendidikan kesetaraan untuk mengikuti pelatihan pengelolaan dana bersama Inspektorat Kabupaten Tana Tidung.

Melalui pelatihan tersebut, para pengelola diharapkan mampu menggunakan anggaran secara tepat sasaran, sesuai petunjuk teknis, tertib administrasi, serta terhindar dari temuan pemeriksaan.

Langkah ini sekaligus menjadi bagian dari komitmen Pemerintah Kabupaten Tana Tidung dalam menyukseskan Program Wajib Belajar 1 Tahun Prasekolah, sehingga setiap anak memperoleh layanan pendidikan yang berkualitas sejak usia dini tanpa dibebani persoalan biaya. (rko)

Related Articles

Bagaimana Tanggapan Anda?....

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses