Bukan Sekadar Sekolah Gratis, Meuthia Temukan Semangat Meraih Cita-Cita di SRT 2 Tarakan

by Suiman Namrullah

TARAKAN — Sekolah Rakyat Terintegrasi (SRT) 2 Tarakan, yang beralamatkan di jalan Sabindo, Kelurahan Juata Laut, Kota Tarakan, Provinsi Kalimantan Utara (Kaltara) ini, tidak hanya memberikan akses pendidikan bagi siswa, tetapi juga menghadirkan berbagai fasilitas penunjang untuk mendukung kegiatan belajar dan pembinaan karakter. Hal ini dirasakan langsung oleh Meuthia Dahlan, salah seorang siswi SRT 2 Tarakan.

Saat dikonfirmasi pada Selasa (27/10/26), Meuthia mengungkapkan rasa senangnya bisa bersekolah di SRT 2 Tarakan. Menurutnya, suasana belajar yang nyaman, guru yang baik, serta dukungan teman-teman menjadi pengalaman positif selama menempuh pendidikan di sekolah tersebut.

“Guru-guru di sini baik, mengajarnya sudah bagus banget. Mereka juga bisa dijadikan teman curhat, tetapi kami tetap bisa menghormati mereka,” ungkap Meuthia.

Selain merasakan lingkungan belajar yang menyenangkan, Meuthia mengaku terbantu dengan fasilitas pendidikan yang diberikan. Setiap siswa mendapatkan satu unit laptop untuk menunjang proses pembelajaran. Tak hanya itu, kebutuhan seragam sekolah juga difasilitasi secara gratis, mulai dari ujung rambut hingga ujung kaki.

Menurutnya, fasilitas tersebut sangat bermanfaat dalam mendukung kegiatan belajar sekaligus membantu meringankan beban ekonomi keluarga.

“Untuk belajar, kami difasilitasi satu laptop satu orang. Itu berguna banget buat saya. Seragam juga diberikan gratis, jadi kami difasilitasi semuanya,” tuturnya.

Kehidupan di SRT 2 Tarakan tidak hanya berfokus pada kegiatan akademik di dalam kelas. Para siswa juga mengikuti rangkaian aktivitas harian yang dirancang untuk membangun kedisiplinan dan kebiasaan positif.

Meuthia menjelaskan, aktivitas hariannya dimulai sekitar pukul 04.00 WITA. Kegiatan diawali dengan salat Subuh, kemudian dilanjutkan dengan senam pagi dan persiapan untuk mengikuti pembelajaran di sekolah.

Setelah berolahraga, para siswa merapikan diri, mandi, dan sarapan sebelum memulai kegiatan belajar.

Untuk pembelajaran di kelas, Meuthia menyebut kegiatan biasanya dimulai sekitar pukul 07.30 WITA. Rangkaian aktivitas tersebut menjadi bagian dari keseharian siswa selama mengikuti pendidikan di SRT 2 Tarakan.

Ia juga mengaku senang dengan suasana pertemanan di sekolah. Menurutnya, teman-teman yang ceria dan saling membantu membuat dirinya lebih nyaman dalam menjalani aktivitas sehari-hari.

“Senang banget, saya suka sekolah di sini. Teman-temannya juga ceria dan bisa membantu saya dalam hal sesulit apa pun,” katanya.

Bagi Meuthia, kesempatan bersekolah di SRT 2 Tarakan menjadi pengalaman yang berharga untuk meraih cita-cita. Ia berharap sekolah tersebut terus berkembang, sementara para siswa semakin berprestasi dan mampu memberikan kebanggaan bagi keluarga.

“Harapannya, semoga sekolah ini makin maju dan kami siswa-siswi juga semakin berprestasi serta bisa membanggakan kedua orang tua,” ujarnya.

Di balik semangatnya menjalani pendidikan, Meuthia juga menyimpan cita-cita besar. Ia ingin melanjutkan pendidikan hingga perguruan tinggi dan kelak berkarier sebagai seorang hakim.

Keinginan tersebut menjadi salah satu motivasinya untuk terus belajar dan memanfaatkan kesempatan pendidikan yang diperolehnya saat ini.

“Cita-cita saya ingin menjadi hakim. Setelah lulus SMA, saya juga ingin melanjutkan kuliah,” tutupnya.

Kisah Meuthia menjadi gambaran bagaimana akses pendidikan, dukungan fasilitas, lingkungan belajar yang positif, serta semangat siswa dapat menjadi bagian penting dalam membuka jalan menuju masa depan yang lebih baik.

Bagi Meuthia, SRT 2 Tarakan bukan sekadar tempat menuntut ilmu, melainkan juga ruang untuk tumbuh, membangun karakter, meraih prestasi, dan mempersiapkan diri demi mewujudkan cita-cita di masa mendatang.

Related Articles

Bagaimana Tanggapan Anda?....

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses