Sekolah Rakyat Terintegrasi 2 Tarakan Punya Sistem Belajar dan Pembinaan Asrama, Begini Penjelasannya

by Suiman Namrullah

TARAKAN — Sekolah Rakyat Terintegrasi (SRT) 2 Kota Tarakan, Kalimantan Utara (Kaltara), masih melaksanakan kegiatan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) bagi para peserta didik. Kegiatan ini menjadi tahap awal sebelum siswa mengikuti pembelajaran reguler setelah melalui masa matrikulasi.

Kepala Sekolah Rakyat Terintegrasi 2 Tarakan dalam hal ini Wakil Kepala Sekolah Bidang Hubungan Masyarakat (Waka Humas), Sherly Jelita Putri, mengatakan kegiatan MPLS masih terlaksana hingga 8 Oktober 2026 bagi murid baru . Sementara itu kegiatan pembelajaran dijadwalkan untuk peserta peserta didik yang lama akan belajar reguler.

Hal tersebut disampaikan Sherly saat ditemui di sela-sela pelaksanaan MPLS, Selasa (27/10/26).

Menurutnya, MPLS dilaksanakan untuk membantu siswa mengenal lingkungan sekolah sekaligus mempersiapkan mereka mengikuti proses pendidikan di SRT 2 Tarakan.

“Untuk MPLS, kami sudah menyiapkan materi dan jadwal kegiatan. Masing-masing guru telah mendapatkan pembagian tugas sesuai materi yang akan disampaikan kepada siswa,” jelasnya.

Saat ini, jumlah peserta didik SRT 2 Tarakan tercatat sekitar 250 siswa. Mereka berasal dari berbagai jenjang pendidikan, dengan jumlah pasti pada masing-masing jenjang masih perlu dikonfirmasi lebih lanjut.

Dari sisi tenaga pendidik, sekolah tersebut didukung 25 guru. Enam di antaranya merupakan guru untuk jenjang Sekolah Dasar (SD), sedangkan tenaga pendidik lainnya bertugas pada jenjang pendidikan menengah.

Sherly menjelaskan, secara umum proses pembelajaran di SRT 2 Tarakan tidak berbeda dari sekolah pada umumnya. Kurikulum dan kegiatan belajar mengajar tetap dilaksanakan sesuai jenjang pendidikan masing-masing.

Perbedaan utama terletak pada keberadaan fasilitas asrama yang menjadi bagian dari sistem pendidikan Sekolah Rakyat. Melalui asrama, siswa juga mendapatkan pembinaan karakter di luar kegiatan pembelajaran formal.

“Kalau pembelajaran reguler, sama seperti pembelajaran di sekolah pada umumnya. Bedanya, di sini ada asrama yang juga menjadi tempat pembinaan pendidikan karakter bagi anak-anak,” ujarnya.

Ia menambahkan, setelah menyelesaikan MPLS, para siswa akan mengikuti matrikulasi sebagai tahap persiapan sebelum memasuki pembelajaran reguler secara penuh.

Masa matrikulasi tersebut direncanakan berlangsung sekitar satu bulan. Tahapan ini diharapkan dapat membantu siswa menyesuaikan diri dengan lingkungan pendidikan serta mempersiapkan mereka mengikuti kegiatan belajar secara lebih terstruktur.

Fasilitas Siswa Dipersiapkan Bertahap

Terkait kelengkapan fasilitas siswa, Sherly menyampaikan bahwa sejumlah kebutuhan peserta didik masih dalam proses pengajuan dan pemenuhan. Salah satunya adalah sepatu sekolah yang belum dibagikan kepada seluruh siswa saat kegiatan MPLS berlangsung.

Menurutnya, pemenuhan perlengkapan tersebut dilakukan melalui proses pengajuan sesuai mekanisme yang berlaku.

Sementara itu, terkait penggunaan bangunan sekolah sebelumnya, pihak sekolah menyebut proses serah terima aset masih berjalan. Wakil Kepala Sekolah Bidang Sarana dan Prasarana (Waka Sarpras) sedang menangani proses tersebut dengan pihak terkait.

Dengan berlangsungnya MPLS dan persiapan menuju matrikulasi, SRT 2 Tarakan diharapkan dapat memastikan para peserta didik beradaptasi dengan lingkungan sekolah maupun kehidupan di asrama sebelum mengikuti pembelajaran reguler.

Related Articles

Bagaimana Tanggapan Anda?....

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses