Dari Sampah Jadi Rupiah, Warga Karang Balik Kian Antusias Menabung di Bank Sampah

by Suiman Namrullah

TARAKAN – Kesadaran masyarakat Kelurahan Karang Balik untuk mengelola sampah melalui Bank Sampah BAIS terus menunjukkan tren positif. Sejak berdiri pada 2014, jumlah nasabah dan volume sampah yang disetorkan warga mengalami peningkatan dari tahun ke tahun.

Pengelola sekaligus pencatat Bank Sampah BAIS Kelurahan Karang Balik, Ernie Indawati, mengatakan berbagai jenis sampah yang diterima dari masyarakat antara lain botol plastik, kardus, kertas, hingga kaleng aluminium.

“Jenis sampah yang paling banyak disetorkan warga adalah botol plastik dan kardus,” ujar Ernie saat ditemui di Bank Sampah BAIS, Selasa (2/6/26).

Menurutnya, setiap jenis sampah memiliki nilai jual yang berbeda. Sampah plastik dihargai Rp800 per kilogram, kardus Rp500 per kilogram, kertas dan buku Rp500 per kilogram, sedangkan kaleng aluminium mencapai Rp6.000 per kilogram.

Saat petugas DLH Tarakan melakukan pengangkutan ke dalam truk untuk selanjutnya dibawa ke Pengepul.

Ernie menjelaskan, layanan Bank Sampah BAIS tidak hanya diperuntukkan bagi warga Kelurahan Karang Balik. Masyarakat dari wilayah lain juga dapat menyetorkan sampah yang telah dipilah. Bahkan, pengelola kerap menerapkan sistem jemput bola untuk memudahkan warga.

“Kalau dari luar wilayah juga bisa. Kami biasanya melakukan penjemputan sampah apabila diperlukan,” katanya.

Ia menuturkan, peningkatan partisipasi masyarakat terlihat dari bertambahnya jumlah nasabah serta volume sampah yang masuk ke bank sampah setiap tahunnya. Kondisi tersebut menunjukkan semakin tingginya kesadaran masyarakat terhadap pentingnya pengelolaan sampah rumah tangga.

Petugas Bank Sampah Bais kelurahan Karang Balik saat melakukan jemput bola untuk mengambil sampah yang sudah dipilah oleh masyarakat.

Dalam mekanisme pembayaran, nasabah diberikan pilihan untuk menabung hasil penjualan sampah atau menerima pembayaran secara tunai.

“Kebanyakan nasabah memilih menabung hasil penjualan sampahnya. Namun ada juga yang meminta dibayarkan secara langsung dan kami layani sesuai permintaan nasabah,” jelasnya.

Setelah dikumpulkan dan dipilah oleh pengelola, sampah yang memiliki nilai ekonomis selanjutnya dijual kepada pihak pengumpul. Pengangkutan sampah dilakukan melalui kerja sama dengan pihak terkait yang melakukan penjemputan secara berkala.

“Setelah dipilah, sampah akan dijemput untuk dibawa ke pengumpul dan dijual kembali,” ujarnya.

Ernie mengungkapkan, peningkatan volume sampah yang disetorkan warga biasanya terjadi setelah perayaan Hari Raya Idulfitri maupun hari besar keagamaan lainnya. Pada periode tersebut, jumlah sampah rumah tangga yang masuk ke bank sampah cenderung lebih banyak dibanding hari-hari biasa.

Untuk memberikan pelayanan kepada masyarakat, Bank Sampah BAIS membuka operasional setiap hari Selasa dan Kamis, mulai pukul 10.00 hingga 13.00 Wita.

Erni Indawati Petugas Bank Sampah Kelurahan Karang Balik.

Melalui program tersebut, Ernie berharap semakin banyak warga yang memanfaatkan keberadaan bank sampah sebagai sarana menjaga kebersihan lingkungan sekaligus menambah penghasilan keluarga.

“Kami mengajak masyarakat untuk lebih aktif mengumpulkan sampah yang masih memiliki nilai jual ke Bank Sampah BAIS. Selain membantu mengurangi volume sampah di lingkungan, kegiatan ini juga dapat memberikan manfaat ekonomi bagi keluarga,” pungkasnya.

Related Articles

Bagaimana Tanggapan Anda?....

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses