TANA TIDUNG, Metrokaltara.com – Upaya meningkatkan mutu pendidikan di Kabupaten Tana Tidung terus bergerak dari wacana menuju aksi konkret. Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) setempat melalui Bidang Pembinaan Pendidikan Dasar menegaskan komitmennya dengan menggelar rangkaian kegiatan berkelanjutan, mulai dari rapat koordinasi hingga pelatihan implementatif bagi kepala sekolah dan guru.
Rangkaian itu diawali dengan Rapat Koordinasi K3S dan KKG yang dilaksanakan secara daring sebagai tahap pematangan konsep dan penyamaan persepsi. Kegiatan kemudian berlanjut pada Pelatihan Piloting Implementasi Pembelajaran Mendalam Siklus 2 yang digelar di Aula Regrouping SDN 001 Tana Tidung, Tideng Pale, Jumat (17/4/2026).
Dalam sambutan pada rapat koordinasi sebelumnya, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Arman Jauhari menegaskan bahwa kegiatan ini tidak boleh berhenti pada seremonial belaka. Ia menekankan pentingnya arah yang jelas, sasaran yang tepat, serta hasil yang terukur dan berdampak langsung pada praktik pembelajaran di kelas.
Penegasan tersebut kembali digaungkan dalam pembukaan pelatihan. Kegiatan ini disebut sebagai kelanjutan langsung dari rapat koordinasi yang digelar pada 15 April 2026, sekaligus menjadi tahap konkret untuk memperkuat aksi nyata di satuan pendidikan.
“Ada tiga hal penting yang harus dicapai. Pertama, pelatihan ini harus melahirkan tindak lanjut nyata. Kedua, mendorong perubahan praktik pembelajaran yang bisa diukur. Ketiga, sekolah dan gugus yang terlibat harus menjadi contoh implementasi Pembelajaran Mendalam di Tana Tidung,” tegasnya.
Pelatihan secara resmi dibuka oleh Kepala Dinas yang diwakili Kepala Bidang Pembinaan Pendidikan Dasar, Jumadilriansyah, S.Sos. Dalam sambutannya, ia menekankan bahwa keberhasilan program sangat bergantung pada kolaborasi seluruh unsur pendidikan.
“Kepala sekolah harus menjadi pemimpin pembelajaran, guru sebagai motor perubahan di kelas, dan pengawas serta fasilitator memastikan program berjalan disiplin, fokus, dan berkelanjutan,” ujarnya.
Usai pembukaan, suasana kebersamaan terasa hangat saat seluruh peserta mengikuti sesi foto bersama. Namun, inti pembelajaran justru tampak pada sesi berikutnya saat para peserta diajak mengunjungi Gallery Wall Pembelajaran Mendalam Siklus 1.
Di ruang itu, dinding-dinding berbicara. Lembar demi lembar dokumentasi praktik baik, catatan proses, hingga hasil implementasi dipajang rapi. Kepala sekolah yang terlibat menjadi pemandu, menjelaskan perjalanan perubahan di sekolah mereka—dari tantangan awal hingga capaian yang mulai terlihat.
Bagi peserta, gallery wall bukan sekadar pajangan, melainkan cermin pembelajaran nyata. Dari sana, mereka menyerap pengalaman, memahami konteks, dan membangun keyakinan bahwa perubahan pembelajaran bukan sesuatu yang abstrak, tetapi bisa diwujudkan secara bertahap dan terukur.
Rangkaian kegiatan ini menjadi bukti bahwa Disdikbud Tana Tidung tidak hanya merancang program, tetapi juga memastikan implementasinya berjalan sistematis—dimulai dari koordinasi, penguatan kapasitas, hingga praktik langsung di lapangan.
Dengan sinergi antara dinas pendidikan, pengawas, kepala sekolah, guru, dan fasilitator daerah, program Pembelajaran Mendalam diharapkan tidak hanya menjadi proyek sesaat, tetapi gerakan bersama yang berkelanjutan.
Di Tideng Pale, langkah kecil itu kini mulai terlihat. Dari ruang rapat ke ruang kelas, dari diskusi ke aksi—perubahan sedang dibangun, perlahan namun pasti, demi kualitas pendidikan yang lebih baik di Tana Tidung. (rko)


