MALINAU, Metrokaltara.com – Suasana hangat dan penuh keceriaan menyelimuti Sekolah Luar Biasa Negeri (SLBN) Malinau, Jumat (17/4/2026). Di antara tawa polos anak-anak dan sapaan ramah para guru, hadir sosok yang membawa semangat kepedulian, Ketua TP PKK Kabupaten Malinau, Ny. Maylenty Wempi.
Kunjungan itu bukan sekadar agenda seremonial dalam rangka memperingati Hari Kesatuan Gerak (HKG) PKK ke-54 dan HUT Dekranasda ke-46. Lebih dari itu, menjadi ruang berbagi kebahagiaan, perhatian, dan harapan bagi anak-anak berkebutuhan khusus yang menempuh pendidikan di sekolah tersebut.
Dengan mata berbinar, Ny. Maylenty menyampaikan apresiasi mendalam kepada para guru yang setiap hari mengabdikan diri dengan penuh kesabaran dan kasih sayang.
“Dedikasi para guru di sini luar biasa. Dengan kesabaran, keikhlasan, dan cinta, mereka mampu membimbing anak-anak ini tumbuh dan berkembang. Tidak heran jika kepercayaan orang tua terus meningkat,” ujarnya.
Ia mengaku kagum melihat perubahan positif di lingkungan SLBN Malinau. Baginya, sekolah itu kini bukan hanya tempat belajar, tetapi juga ruang yang menghadirkan kehangatan, keceriaan, dan semangat hidup bagi para siswa.
“Kami melihat suasana yang sangat berbeda—hangat, ceria, dan penuh energi positif. Ini adalah hasil kerja keras semua pihak, terutama para guru,” tambahnya.
Sebagai wujud nyata kepedulian, TP PKK Malinau turut berbagi kebahagiaan dengan para siswa melalui pembagian bingkisan, makanan, serta susu. Bantuan tersebut diharapkan dapat mendukung pemenuhan gizi sekaligus tumbuh kembang anak-anak.
Di sisi lain, kunjungan ini juga mendapat sambutan hangat dari Pengawas SLBN Malinau, Umi Kholifah. Ia menilai kehadiran TP PKK menjadi bentuk perhatian yang sangat berarti bagi dunia pendidikan luar biasa.
“Perhatian seperti ini sangat luar biasa. Selama saya menjadi pengawas, ini baru pertama kali saya melihat kepedulian yang begitu nyata,” ungkapnya.
Menurut Umi, dukungan dari pemerintah daerah melalui TP PKK tidak hanya memberikan kebahagiaan sesaat, tetapi juga berdampak besar terhadap peningkatan rasa percaya diri dan semangat belajar anak-anak.
Ia pun berkomitmen untuk menindaklanjuti momentum tersebut dengan mendorong seluruh sekolah luar biasa di Kalimantan Utara agar memperkuat sinergi dengan pemerintah kabupaten dan kota.
“Walaupun pengelolaan SLB berada di bawah provinsi, namun peserta didiknya berasal dari seluruh daerah. Sinergi ini penting agar pelayanan pendidikan semakin optimal,” jelasnya.
Lebih jauh, Umi juga menyoroti pentingnya peningkatan kompetensi guru sebagai kunci utama dalam memberikan layanan pendidikan yang tepat bagi anak berkebutuhan khusus. Berbagai upaya terus dilakukan, mulai dari pelatihan hingga dukungan pemerintah pusat melalui revitalisasi sarana dan prasarana.
“Guru harus terus meningkatkan kapasitasnya. Kita ingin memastikan setiap anak mendapatkan pelayanan terbaik sesuai kebutuhannya,” tegasnya.
Kunjungan ini menjadi bukti bahwa perhatian dan kasih sayang mampu menghadirkan perubahan nyata. Di SLBN Malinau, harapan itu tumbuh—pelan namun pasti—dari tangan-tangan tulus para pendidik dan kepedulian berbagai pihak yang terus menyala. (rko)


