Nunukan, MK — Upaya mendorong pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) agar semakin profesional dan mampu bersaing di era digital terus dilakukan Pemerintah Kabupaten Nunukan. Melalui Dinas Koperasi, UKM, Perindustrian, dan Perdagangan (DKUKMPP) Bidang UKM, digelar Pelatihan Manajemen Bisnis dan Aplikasi Keuangan SIAPIK bagi Usaha Mikro Naik Level dan Usaha Mikro Produktif di Pulau Nunukan, Senin (25/5/2026).
Kegiatan yang berlangsung di Ruang Rapat VIP Lantai IV Kantor Bupati Nunukan itu dibuka oleh Staf Ahli Bupati, Alimuddin, mewakili Bupati Nunukan. Pelatihan menghadirkan narasumber dari Bank Indonesia dan BLUD Tanjung Selor.
Kepala Bidang UKM DKUKMPP Nunukan, Mardiana, mengatakan kegiatan tersebut bertujuan meningkatkan keterampilan dan kemampuan pelaku usaha dalam mengelola bisnis secara lebih tertib, profesional, dan modern, khususnya dalam pencatatan serta pengelolaan keuangan berbasis digital.
“Alhamdulillah hari ini terlaksana kegiatan dengan tema pelatihan manajemen bisnis dan aplikasi keuangan. Aplikasi yang kami perkenalkan adalah SIAPIK, singkatan dari Sistem Informasi Aplikasi Pencatatan Informasi Keuangan, yang merupakan produk Bank Indonesia,” ujarnya.
Menurutnya, awalnya pelatihan hanya menargetkan 30 peserta sesuai anggaran yang tersedia di bidang UKM. Namun berkat dukungan kolaborasi pembiayaan dari BI Kaltara, PT Permodalan Nasional Madani (PNM), dan PKK Kabupaten Nunukan, jumlah peserta meningkat signifikan.
“Target kehadiran peserta hari ini menjadi 70 orang dan saya melihat tingkat kehadiran mencapai sekitar 80 persen,” katanya.
Mardiana berharap seluruh peserta dapat mengikuti materi dengan baik karena manajemen usaha menjadi fondasi utama keberhasilan UMKM. Ia menekankan bahwa kemampuan mengelola usaha dengan baik akan membantu pelaku UMKM bertahan menghadapi berbagai tantangan di lapangan.
“Ketika manajemennya bagus, otomatis berbagai persoalan usaha bisa diatasi dengan baik. Teman-teman UMKM juga bisa survive dengan kondisi yang ada,” jelasnya.
Ia juga menyoroti pentingnya pengelolaan keuangan sebagai salah satu indikator keberhasilan usaha. Mulai dari pencatatan transaksi, pemisahan keuangan pribadi dan usaha, hingga kemampuan memanfaatkan teknologi digital menjadi hal yang wajib dikuasai pelaku usaha saat ini.
“Era digital membuat UMKM mau tidak mau harus go digital. Karena itu kami mencoba mengenalkan aplikasi SIAPIK yang sederhana dan mudah digunakan agar pelaku UMKM dapat mencatat informasi keuangan usahanya secara rapi dan terstruktur,” tambahnya.
Melalui pelatihan ini, Pemerintah Kabupaten Nunukan berharap pelaku usaha mikro di daerah perbatasan mampu naik kelas, lebih adaptif terhadap perkembangan teknologi, serta memiliki daya saing yang lebih kuat dalam mengembangkan usahanya. (**)

