SMAN 1 Nunukan Gandeng Diskominfo Berikan Pembekalan Literasi Digital Bagi Siswa Baru Saat MPLS

by Redaksi Kaltara

Nunukan, MK – Menjelang dimulainya hari pertama masuk sekolah dan proses pembelajaran pada 13 Juli mendatang, Sekolah Menengah Atas (SMA) Negeri 1 Nunukan menggelar rangkaian kegiatan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) yang berlangsung di ruang aula lantai 2, Rabu (8/7/2026).

Kegiatan ini dirancang sebagai langkah awal bagi para siswa baru untuk beradaptasi dengan fasilitas, kurikulum, serta budaya sekolah.

Salah satu agenda krusial dalam MPLS tahun ini adalah pembekalan materi terkait literasi digital. Untuk memberikan pemahaman yang mendalam, panitia menghadirkan narasumber berkompeten dari Dinas Komunikasi, Informatika, Statistik, dan Persandian (Diskominfo) Kabupaten Nunukan.

Pantauan di lokasi menunjukkan antusiasme yang luar biasa dari para siswa/siswi baru. Mereka tampak duduk dengan tertib, mendengarkan secara seksama, dan mencerna dengan baik setiap materi yang disampaikan oleh pemateri.

Hadir sebagai narasumber, Pranata Humas Diskominfo Nunukan, Asa Zumara, S.I.Kom., M.I.Kom., memaparkan betapa pentingnya literasi digital bagi generasi muda di era modern saat ini. Menurutnya, kecakapan digital bukan lagi sekadar pilihan, melainkan kebutuhan dasar.

“Literasi digital yang baik bagi pemuda dapat mempercepat proses belajar dan membuka akses ke pengetahuan global. Selain itu, ini menjadi benteng utama untuk meningkatkan kemampuan memilah informasi yang benar dari hoaks, melindungi diri dari penipuan dan kejahatan siber yang makin canggih, serta mendorong kontribusi aktif pemuda dalam pembangunan ekonomi digital,” ujar Asa.

Dalam paparannya, Asa juga membeberkan sejumlah contoh kasus penipuan digital yang saat ini marak terjadi dan kerap menyasar korbannya melalui ruang siber, di antaranya:

Love Scamming: Pelaku berpura-pura mencari pasangan di aplikasi kencan atau media sosial, membangun kepercayaan emosional, lalu meminta uang dengan berbagai alasan mendesak.

Undangan Pernikahan Palsu / Paket Tertahan: Modus pengiriman pesan (SMS/WhatsApp) berisi tautan berbahaya (APK) yang jika diklik dapat mencuri data pribadi korban.

Skimming: Pencurian data kartu melalui alat pembaca magnetic stripe yang dipasang secara ilegal di mesin ATM tanpa sepengetahuan korban.

Phishing: Pesan palsu yang mengaku dari pihak bank atau toko ternama, meminta data pribadi atau kode OTP dengan dalih verifikasi akun.

Guna mengantisipasi agar para siswa tidak menjadi korban kejahatan siber tersebut, Asa membagikan tips praktis kepada seluruh peserta MPLS.

“Kuncinya adalah jangan mudah percaya pada tawaran hadiah atau uang dari sumber yang tidak dikenal. Jangan pernah mengklik tautan atau membuka lampiran dari pesan yang mencurigakan. Periksa kembali pengirim dan keaslian pesan tersebut,” tegasnya.

Ia juga mengingatkan aturan paling penting dalam menjaga keamanan data pribadi. “Jangan pernah memberikan PIN, OTP, password, atau nomor KTP kepada siapa pun. Ingat, pihak bank atau institusi resmi tidak akan pernah meminta informasi sensitif tersebut melalui panggilan telepon atau chat,” pungkas Asa di hadapan ratusan siswa baru SMAN 1 Nunukan.

Melalui kegiatan ini, SMAN 1 Nunukan berharap para siswa baru tidak hanya siap secara akademik dan adaptif terhadap lingkungan sekolah, tetapi juga cerdas, bijak, dan aman dalam menggunakan teknologi digital selama menempuh masa pendidikan ke depan.(**)

Related Articles

Bagaimana Tanggapan Anda?....

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses