FK UBT Makin Diminati, DPRD Kaltara Dorong Penguatan Fasilitas dan SDM

by Suiman Namrullah

TARAKAN – Fakultas Kedokteran (FK) Universitas Borneo Tarakan (UBT) menjadi salah satu program studi yang mendapat perhatian masyarakat Kalimantan Utara (Kaltara). Tingginya minat calon mahasiswa menunjukkan keberadaan FK UBT dinilai memiliki peran penting dalam pengembangan pendidikan kedokteran di daerah.

Hal tersebut disampaikan Wakil Ketua Komisi IV DPRD Provinsi Kaltara, Syamsuddin Arfah, saat melakukan kunjungan kerja dan koordinasi bersama jajaran pimpinan UBT di Kampus UBT, Kota Tarakan, Kamis (16/7/26).

Kunjungan tersebut pada awalnya membahas rencana strategis pembangunan Kampus UBT 2 di Tanjung Selor, Kabupaten Bulungan. Namun, dalam pertemuan itu turut dibahas perkembangan dan kebutuhan penguatan FK UBT, termasuk kapasitas penerimaan mahasiswa serta sarana dan prasarana pendukung.

Syamsuddin mengaku mengapresiasi perkembangan FK UBT yang dinilai telah mendapatkan respons positif dari masyarakat. Menurutnya, keberadaan fakultas tersebut menjadi kebanggaan tersendiri bagi Kaltara karena memberikan kesempatan bagi putra-putri daerah untuk menempuh pendidikan kedokteran tanpa harus keluar daerah.

Ia bahkan menyebut tingginya minat terhadap FK UBT tidak hanya datang dari masyarakat umum, tetapi juga dari kalangan tenaga medis.

“Saya menjadi pembina di salah satu sekolah swasta, dan ada dokter spesialis yang cukup populer di Tarakan bercerita bahwa anaknya sangat berharap bisa masuk Kedokteran UBT. Mereka berharap tidak perlu kuliah jauh-jauh karena UBT sudah memiliki fasilitas yang sangat baik. Ini membuktikan FK UBT adalah kebanggaan kita,” ujar Syamsuddin.

Meski demikian, Syamsuddin mengatakan FK UBT masih menghadapi tantangan dalam memenuhi kebutuhan pendidikan kedokteran, terutama terkait kapasitas penerimaan mahasiswa yang masih terbatas.

Menurutnya, kondisi tersebut tidak terlepas dari posisi FK UBT yang masih relatif baru dan saat ini baru memasuki tahun angkatan kedua. Karena itu, pengembangan kapasitas perlu dilakukan secara bertahap dengan mempertimbangkan kesiapan fasilitas dan sumber daya pendukung.

Syamsuddin menilai peningkatan kapasitas FK UBT perlu menjadi perhatian bersama. Pasalnya, semakin tinggi minat masyarakat terhadap pendidikan kedokteran di UBT, semakin besar pula kebutuhan terhadap sarana prasarana dan sumber daya manusia yang mampu menunjang proses pembelajaran.

“Karena ini baru angkatan kedua, tentu kuotanya masih terbatas dan selektif. Ke depan kita berharap kapasitasnya bisa terus dikembangkan sesuai dengan kemampuan dan standar yang harus dipenuhi,” ujarnya.

Ia menegaskan, DPRD Kaltara pada prinsipnya mendukung pengembangan UBT, termasuk penguatan Fakultas Kedokteran. Namun, setiap pengembangan tetap harus dilakukan secara terencana agar kualitas pendidikan tetap terjaga.

Menurutnya, keberadaan FK UBT bukan hanya memberikan alternatif pendidikan tinggi bagi masyarakat Kaltara, tetapi juga berpotensi mendukung pemenuhan kebutuhan tenaga kesehatan di daerah dalam jangka panjang.

Karena itu, koordinasi antara UBT dan pemerintah daerah dinilai penting untuk memastikan kebutuhan pengembangan kampus dapat dipetakan dengan baik, termasuk dukungan terhadap fasilitas, sumber daya manusia, serta aspek lain yang berkaitan dengan penyelenggaraan pendidikan kedokteran.

“Ini kebanggaan kita bersama. Tentu kita ingin UBT terus berkembang, tetapi pengembangannya harus dibarengi dengan kesiapan dan kualitas,” pungkas Syamsuddin.

Related Articles

Bagaimana Tanggapan Anda?....

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses