Dari Mengejar Akses Menuju Mengejar Mutu, Vamelia Ibrahim Dorong Transformasi PAUD Tana Tidung

by Isman Toriko

TANA TIDUNG, Metrokaltara.com – Bersekolah saja tidak lagi cukup. Di tengah perubahan zaman yang bergerak cepat, anak-anak membutuhkan pendidikan yang bukan hanya membuka akses untuk belajar, tetapi juga mampu membekali mereka dengan kemampuan menghadapi tantangan masa depan.

Prinsip itulah yang kini menjadi perhatian Bunda PAUD Kabupaten Tana Tidung, Vamelia Ibrahim, sekaligus Anggota DPRD Provinsi Kalimantan Utara. Setelah berhasil mendorong peningkatan partisipasi pendidikan anak usia dini, langkah

Perjalanan tersebut bukan tanpa hasil. Angka Partisipasi Sekolah (APS) PAUD di Kabupaten Tana Tidung yang pada 2021 berada di angka 59 persen, berhasil didongkrak menjadi 98,56 persen pada 2025.

Capaian itu menjadi penanda bahwa persoalan akses pendidikan secara perlahan mulai teratasi. Namun bagi Vamelia, capaian angka partisipasi bukanlah garis akhir.

Justru dari sinilah pekerjaan berikutnya dimulai.

“Bersekolah saja tidak lagi cukup. Setiap anak berhak mendapatkan pendidikan yang benar-benar bermutu dan relevan dengan tantangan masa depan.”

Berangkat dari pemikiran tersebut, Vamelia bergerak cepat memperkuat fondasi pendidikan anak usia dini di Tana Tidung.

Didampingi Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Tana Tidung Arman Jauhari serta Kepala Kantor Guru dan Tenaga Kependidikan Provinsi Kalimantan Utara, Vamelia melakukan kunjungan strategis ke Direktorat PAUD Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) RI.

Kunjungan itu bukan sekadar agenda koordinasi. Ada gagasan besar yang dibawa pengembangan PAUD Model berbasis Pembelajaran Mendalam (Deep Learning) yang diperkaya dengan pendekatan STEM.

Konsep tersebut diproyeksikan menjadi salah satu model pembelajaran yang dapat dikembangkan dan direplikasi di Tana Tidung, terutama untuk memperkuat kualitas sekitar 70 persen satuan PAUD yang berada di bawah binaan Pemerintah Desa.

Jika akses pendidikan telah diperluas, maka kualitas pembelajaran menjadi pintu berikutnya yang harus dibuka.

Melalui pendekatan Pembelajaran Mendalam, anak tidak hanya diarahkan untuk mengetahui sesuatu, tetapi didorong untuk memahami, mengeksplorasi, berpikir kritis dan menemukan pengalaman belajar yang bermakna. Sementara pendekatan STEM dapat memperkenalkan sains, teknologi, rekayasa dan matematika secara lebih kontekstual sejak usia dini.

Membangun Sekolah, Membangun Masa Depan

Transformasi pendidikan tentu tidak cukup hanya dengan mengubah metode pembelajaran. Ruang belajar yang layak juga menjadi bagian penting dalam memastikan anak mendapatkan pengalaman pendidikan yang berkualitas.

Karena itu, dalam kunjungan tersebut turut disempurnakan dengan pengajuan revitalisasi fisik bagi satuan pendidikan yang belum tersentuh, sehingga peningkatan mutu tidak hanya berbicara tentang kurikulum dan metode belajar, tetapi juga menyentuh lingkungan tempat anak tumbuh dan belajar.

Sebab, pendidikan yang bermutu membutuhkan ekosistem yang bermutu pula. Namun ada satu elemen yang menjadi kunci dari seluruh perubahan tersebut.

Guru sehebat apa pun konsep pembelajaran yang dirancang, semuanya akan kembali kepada sosok pendidik yang berada di depan anak-anak setiap hari.

Kesadaran itu membuat penguatan kapasitas guru menjadi agenda krusial berikutnya.

Dalam pertemuan dengan Direktur Guru PAUD dan PNF, Vamelia mengajukan agar Program Guru Sarjana yang selama ini telah berjalan di Tana Tidung dapat diakomodir dalam Program Percepatan Peningkatan Kualifikasi Akademik S-1/D-4 melalui SIPKA.

Langkah tersebut diharapkan dapat mempercepat peningkatan kualifikasi akademik para guru PAUD, sekaligus membuka peluang yang lebih luas bagi pendidik untuk meningkatkan kompetensi profesionalnya.

Tak berhenti pada pendidikan formal, peningkatan kualitas guru juga didorong melalui berbagai kegiatan pengembangan kapasitas.

Mulai dari Bimbingan Teknis (Bimtek), Pelatihan Teknis Non-Gelar, hingga kerja sama penyelenggaraan Jambore Ceria.

Semua dirancang dengan satu tujuan: memastikan guru PAUD di Tana Tidung memiliki kemampuan yang semakin mumpuni dalam mendampingi tumbuh kembang dan proses belajar anak.

Dari Angka 59 Persen ke 98,56 Persen

Perjalanan PAUD Tana Tidung dalam beberapa tahun terakhir memperlihatkan sebuah perubahan penting.

Dari angka partisipasi yang sebelumnya masih 59 persen pada 2021, kini hampir seluruh anak telah memperoleh akses pendidikan PAUD dengan capaian 98,56 persen pada 2025.

Angka itu bukan sekadar statistik. Di baliknya ada anak-anak yang kini memiliki kesempatan lebih besar untuk mengenal dunia sekolah. Ada orang tua yang semakin sadar pentingnya pendidikan usia dini. Ada guru yang terus berjuang mendampingi anak-anak. Dan ada pemerintah daerah yang berupaya memastikan tidak ada anak yang tertinggal dari kesempatan memperoleh pendidikan.

Tetapi perjalanan itu belum selesai. Karena setelah pintu sekolah berhasil dibuka, pertanyaan berikutnya adalah apa yang terjadi di dalamnya.

Apakah anak mendapatkan pembelajaran yang bermakna? Apakah guru memiliki kompetensi yang cukup? Apakah ruang belajar mendukung? Dan yang paling penting, apakah pendidikan hari ini mampu mempersiapkan anak-anak menghadapi dunia yang akan mereka jalani di masa depan?

Pertanyaan-pertanyaan itulah yang kini sedang dijawab melalui langkah transformasi mutu PAUD di Tana Tidung.

Dari mengejar akses, kini saatnya mengejar mutu dan dari ruang-ruang PAUD yang sederhana itulah, masa depan generasi Tana Tidung sedang mulai dibentuk. (rko)

Related Articles

Bagaimana Tanggapan Anda?....

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses