TANA TIDUNG, Metrokaltara.com – Pagi yang seharusnya basah oleh hujan justru berubah menjadi panggung semangat. Ratusan pecinta lari tetap memadati Ruang Terbuka Hijau (RTH) Joesef Abdullah, Sabtu (11/4/2026), untuk ambil bagian dalam gelaran LebaRun with TTR.
Langit sempat murung, hujan mengguyur sebelum acara dimulai. Waktu pelaksanaan pun sedikit mundur dari jadwal semula. Namun, derasnya air dari langit tak mampu meredam antusiasme para pelari. Saat cuaca mulai bersahabat, energi yang sempat tertahan itu seolah meledak—menjadi riuh langkah dan tawa di pagi hari.
Sekitar pukul 06.45 WITA, halaman Baya Inggulung dipenuhi peserta dari berbagai kalangan. Anak-anak, remaja hingga dewasa, bahkan komunitas lari lokal turut ambil bagian. Mereka memulai dengan sesi pemanasan bersama, sebelum akhirnya dilepas (flag off) dari RTH Joesef Abdullah.
Rute sejauh 5 kilometer pun ditempuh, melintasi Tanah Abang, Jalan Jenderal Sudirman, Jalan Padat Karya, dan kembali finis di titik awal. Jalur tersebut menjadi saksi bagaimana olahraga sederhana seperti berlari mampu menyatukan warga dalam satu irama: sehat dan bahagia.
Ketua Panitia, Wahyudi, menyebutkan bahwa kegiatan ini merupakan kali kedua yang digelar oleh komunitas Tana Tidung Runners (TTR), setelah sebelumnya sukses dengan tema Halal Bihalal Run pada 2024.
“Meski sempat diguyur hujan, semangat peserta luar biasa. Ini bukti bahwa olahraga sudah mulai menjadi gaya hidup masyarakat,” ujarnya.
Event ini tercatat diikuti sekitar 250 peserta yang mendaftar secara daring. Tak hanya itu, sejumlah warga yang tengah berolahraga di sekitar lokasi pun ikut bergabung, menambah semarak suasana.
Menariknya, kegiatan ini digelar secara gratis tanpa pungutan biaya. Seluruh peserta juga mendapatkan refreshment berupa minuman dan makanan ringan yang disediakan berkat dukungan para sponsor.
Tak sekadar berlari, panitia juga menghadirkan berbagai doorprize menarik. Hadiah utama berupa mesin cuci bahkan berhasil dibawa pulang oleh seorang pelari cilik asal Kabupaten Tana Tidung—menjadi momen manis yang disambut tepuk tangan meriah.
Di balik kemeriahan itu, terselip pesan sederhana namun kuat, sebagaimana tertulis dalam backdrop acara
“Berlari bukan tentang menjadi lebih baik dari orang lain, tapi menjadi lebih baik dari dirimu yang kemarin.”
Salah satu peserta, M Zafran, mengaku senang bisa ikut ambil bagian dalam kegiatan ini.
“Selain menyehatkan, juga seru karena bisa ketemu teman-teman. Ditambah lagi ada doorprize,” ujarnya sambil tersenyum.
Lebih dari sekadar ajang olahraga, LebaRun menjadi simbol kebersamaan dan perubahan gaya hidup. Di tengah guyuran hujan yang sempat datang, warga Tana Tidung justru menunjukkan bahwa semangat hidup sehat tak mudah padam.
Melalui kegiatan ini, Tana Tidung Runners berharap budaya olahraga, khususnya lari, semakin tumbuh dan menjadi kebiasaan baru masyarakat di Bumi Upuntaka. (rko)


